Suren atau surian adalah beberapa jenis tumbuhan anggota marga Toona, suku Meliaceae. Tumbuhan ini dikenal sebagai penghasil kayu berkualitas baik. Di alam ia ditemukan mulai dari Afghanistan terus ke timur hingga Australia dan Korea.

Di Indonesia pohon suren tumbuh menyebar secara alami di Sumatera, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Selatan, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Barat serta Papua.

Pohon suren dapat tumbuh baik di tempat-tempat terbuka dan mendapat cahaya matahari langsung dan pada ketinggian <1200 mdpl. Jenis tanah yang dikehendaki meliputi tanah-tanah berlempung yang dalam, subur, berdrainase baik serta menyenangi tanah basa.

Untuk menanam pohon suren yaitu diawali dengan proses penyemaian biji/benih. Biji suren dapat diperoleh dari toko-toko pertanian ataupun membuat sendiri dari biji yang diperoleh dari tanaman suren. Untuk menyiapkan biji suren hingga siap semai adalah sebagai berikut :

Bunga suren muncul bervariasi mulai bulan Juni-Oktober (Jawa) dan Mei-Juni (Sumatera). Buah berbentuk kapsul menjorong serta memiliki satu atau lebih lokul (katup) yang berisi banyak biji. Buah dikelompokkan pada buah kering yaitu seluruh kulit buah menjadi kering dan keras sewaktu masak.

Untuk mendapatkan benih yang berkualitas pilih biji dari pohon yang berkualitas yaitu pertumbuhannya baik.

Pilihlah buah yang memiliki kriteria masak fisiologis, ditandai kulit buah berwarna coklat tua tetapi belum pecah.

Untuk mengeluarkan biji dari buah dilakukan dengan cara menjemur buah yang belum pecah kulitnya di bawah sinar matahari selama 1 sampai 2 hari, kemudian biji akan keluar dari kapsul buah. Bersihkan biji dan dikering anginkan di tempat teduh.

Adapun ulasan lengkap mengenai Cara Semai Benih Tanaman Kayu Suren adalah sebagai berikut :

Penyemaian benih

Penyemaian benih suren dapat dilakukan secara langsung ataupun melalui proses pengecambahan terlebih dahulu.

Penyemaian tanpa pengecambahan

Teknik ini dilakukan dengan menyemai langsung benih pada kantong plastik/polybag yang ditempatkan pada bedeng persemaian. Setelah berumur 2,5-3 bulan bibit yang tumbuh siap ditanam di lapangan. Teknik ini memiliki kekurangan karena bibit yang tumbuh sering memiliki pertumbuhan tidak seragam dan membutuhkan penyapihan ekstra apabila benih rendah.

Penyemaian melalui pengecambahan

Siapkan bak semai berupa baki atau tray semai untuk wadah media pengecambahan.

Media semai yang digunakan berupa pasir halus hasil ayakan, masukkan pada baki persemaian  setebal 20-25 cm.

Taburkan benih suren ke dalam media semai secara merata, kemudian tutup persemaian benih dengan pasir halus setebal 1-2 cm. 

Setelah bibit hasil persemaian berumur 3-4 minggu atau memiliki 2 helai daun, bibit dapat dipindahkan ke polybag ukuran 10 x 12 cm untuk penyapihan. 

Tahap penyapihan diawali dengan menyiapkan bedengan/ tempat untuk penyapihan. Buat naungan di atas bedengan tersebut dengan atap berupa jerami, daun kelapa/nipah ataupun paranet di atasnya.

Siapkan polybag ukuran 10 x 12 cm atau ukuran panjang 12 cm dan diameter 10 cm. Masukkan media tanam ke dalam polybag berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 5 : 1, susun polybag di bedeng sapih.

Kriteria kecambah yang telah siap untuk disapih ( ditanam pada polybag ) antara lain telah berumur 3-4 minggu atau memiliki 2 helai daun, sehat, pertumbuhannya baik, memiliki sepasang daun sempurna dan bebas dari hama serta penyakit.

Kecambah ditanam pada kantong plastik/polybag yang sebelumnya telah dibuatkan lubang kecil dari tusuk bambu, kemudian tanah ditekan untuk membuat bibit tidak mudah goyah.

Setelah bibit berumur 2-3 bulan, bibit sudah siap ditanam pada lahan penanaman sesungguhnya.

Demikian ulasan mengenai Cara Semai Benih Tanaman Kayu Suren, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih tanaman kayu suren ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : dabiosa.blogspot.com