Blog

  • Tanaman Lentil Air – Solusi Ketahanan Pangan Global

    Tanaman Lentil Air – Solusi Ketahanan Pangan Global

    Tanaman lentil air bukan hanya mudha tumbuh, tetapi dapat tumbuh di air manapun walau tidak subur bahkan termasuk air limbah. Ini menjadi sebuah solusi pangan di tengah rusaknya lingkungan hidup yang semakin parah.

    Lentil air menyerap karbon, sehingga budidaya lentil air bukan memiliki tujuan ekonomi, tetapi dapat membantu penyelamatan dunia di mana tanah terus mengalami degradasi dan ancaman cuaca extreem terus menghantui penduduk bumi.

    Lentil air memiliki kandungan protein yang tinggi, bisa dikonsumsi manusia sebagai pengganti kedelai, juga bisa dikonsumsi hewan ternak kaya protein. Protein lentil air 10 sampai 15 kali lebih besar dari kedelai.

    Asal Usul Tanaman Lentil Air

    Menurut hasil penelusuran online team Kampus Tani, Tanaman ini berasal dari Amerika Utara dan Kanada.

    Kabar baik, banyak perusahaan mulai menanam dalam skala besar di beberapa engara, diantaranya: China, India, Bangladesh, Vietnam, Rusia, Polandia, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Ethiopia dan Madagaskar.

    Nama Lain Lentil Air di Indonesia

    Berdasarkan penelusuran team Kampus Tani, berikut nama lain dari lentil air yang kemungkinan cocok di beberapa negara termasuk Indonesia, mohon dikoreksi jika ada kesalahan.

    • Lemna minor
    • duckweed
    • lentil rawa
    • lentil terapung

    Lentil Air Bukan Lentil Biasa

    Di Indonesia rupanya lentil air ini belum banyak diexpose, sehingga mungkin tidak mudah untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak tentang ini, barangkali juga tidak mudah untuk mendapatkan benihnya, paling tidak untuk saat ini, April 2024, mungkin di waktu yang akan datang akan semakin mudah. Lentil yang sudah umum di Indonesia lentil biasa yang tumbuh di permukaan tanah, lentil air bukan lentil biasa.

    Ciri-ciriLentil AirLentil Biasa
    Nama LatinLemna minorVicia lens
    Nama Lain di Indonesia(belum kami temukan)Miju-miju, miju, lentil merah kecil,  Kacang Lentil
    Bentuk pertumbuhanTanaman tegakTanaman terapung di air

    Lentil Air Bukan Wolffia

    Lentil dan Wolffia termasuk tanaman air, memiliki banyak kesamaan, tetapi ini merupakan tanaman yang berbeda.

    Persamaan:
    sama-sama tanaman air berukuran kecil.
    sama-sama cepat berkembangbiak secara vegetatif.
    sama-sama memiliki kandungan protein yang tinggi.
    berada di famili yang sama

    Perbedaan:
    keduanya berbeda genus.
    Lentil air memiliki daun berlekuk, Wolffia tidak memiliki daun sejati.
    Lentil air memiliki akar halus, Wolffia tidak memiliki akar sama sekali.
    Lentil air biasanya berwarna hijau terang, Wolffia berwarna hijau muda hingga hijau kekuningan.
    Lentil air berukuran lebih besar daripada Wolffia.

    Kandungan Nutrisi Lentil Air

    sumber: http://eprints.undip.ac.id/54717/3/Bab_II.pdf

    Dari tabel di atas kita dapat melihat kandungan protein kasar (crude protein) dari lentil air sangat tinggi yaitu di atas 20%, bahkan ada yang meneliti hingga 38%. Ini sungguh luar biasa.

    Di mana beli bibit lentil air?

    Anda dapat membeli bibit lentil air di sini.

  • Cara Membuat POC dari Telur

    POC dari telur ini merupakan pupuk multiguna yang bisa digunakan pada fase vegetatif tanaman untuk pertumbuhan dan bisa juga digunakan pada fase generatif untuk pembuahan tanaman.

    Pada fase vegetatif, POC ini sangat bagus untuk percepatan pertumbuhan batang dan daun. Sedangkan untuk fase generatif, POC ini sangat cepat dalam merangsang pembungaan dan pembuahan dan juga membantu percepatan dalam pembesaran buah.

    Nah, untuk mengetahui bagaimana cara membuat POC telur selengkapnya meliputi cara membuat, bahan dan cara aplikasinya, berikut ini penjelasan selengkapnya.

    BAHAN DAN ALAT

    • 2 butir telur
    • 2 sendok makan micin
    • 2 botol Yakult atau 200 ml EM 4
    • 100 ml molase
    • 1,5 liter air kelapa

    CARA MEMBUAT

    Kocok 2 butir telur, tambahkan 2 sendok makan micin lalu tambahkan 2 botol yakult atau 200 ml EM4 dan tambahkan pula 100 ml molase atau bisa juga menggunakan gula merah atau gula pasir.

    Aduk semua bahan tersebut hingga tercampur merata lalu masukkan ke dalam botol kapasitas 1,5 liter, kemudian kocok agar bahan-bahan lebih merata lagi.

    Tambahkan air kelapa ke dalamnya namun jangan sampai penuh, sisakan 1/5 ruang kosong karena saat fermentasi nantinya akan timbul gas, dan juga untuk memudahkan dalam melakukan pengadukan/pengocokan dan tutup rapat. Selanjutnya kocok hingga semua bahan tercampur dan larut merata.

    Letakkan di tempat yang memperoleh sinar matahari 30-40% atau bisa juga diletakkan di tempat yang memperoleh sinar matahari pagi saja untuk proses fermentasi.

    Setelah proses fermentasi selama 2 minggu POC dari telur sudah jadi dan siap digunakan yang ditandai sudah tidak keluarnya gas dari proses fermentasi tersebut.

    Namun perlu diperhatikan bahwa selama proses fermentasi bukalah tutup botol secara berkala 2 hari sekali untuk mengeluarkan gas dari dalam botol yang timbul akibat dari proses fermentasi. Pembukaan tutup tersebut cukup sebentar saja agar tidak ada bakteri yang masuk ke dalam botol.

    Daya simpan POC ini bisa sangat lama dan bertahun-tahun bahkan selama 3-5 tahun asalkan disimpan dengan baik yaitu setelah penggunaan segera ditutup rapat agar tidak ada bakteri dari luar yang masuk.

    DOSIS DAN CARA APLIKASI

    Sebelum digunakan, POC dari telur perlu ditambah dengan air bersih untuk mengencerkannya.

    Cara aplikasi POC telur ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dikocorkan atau disiramkan pada media tanam dan disemprotkan ke daun tanaman.

    Adapun dosis penggunaannya adalah 1:30 atau 1:35, artinya 1 bagian POC untuk dilarutkan dengan 30 bagian air. Misalnya untuk 100 ml POC dilarutkan dengan 3 liter air.

    Sedangkan dosis aplikasi secara kocor adalah 3 liter per tanaman per pot.

    Demikian ulasan mengenai cara membuat POC dari telur, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pupuk organik cair, ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Kebun Kinanty

  • Cara Membuahkan Sawo Dalam Pot

    Untuk membuahkan tanaman sawo dalam pot dari bibit yang produktif atau bibit unggul sudah pasti gampang dibuahkan. Akan tetapi bagaimana cara membuahkan tanaman buah sawo dari bibit atau induk yang tidak produktif, tentunya akan sulit dibuahkan. Namun, meskipun demikian bukan berarti tanaman buah yang tidak produktif tersebut tidak bisa dibuahkan.

    Nah pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai bagaimana cara membuahkan tanaman buah sawo dari indukan yang tidak produktif agar bisa berbuah. Untuk mengetahui bagaimana Cara Membuahkan Sawo Dalam Pot berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    Sebelum melakukan pembuahan, ada hal yang harus diperhatikan yaitu bahwa tanaman sawo tersebut harus memenuhi syarat untuk dibuahkan. Apa syaratnya? Syaratnya yaitu:

    • Pohon sawo sudah cukup umur, yang mana hal ini bisa dilihat dari batang yang sudah mulai kuat untuk menopang buah yang akan dihasilkan nantinya.
    • Tanaman sawo tidak sedang mengeluarkan tunas baru atau dengan kata lain pada saat seluruh daun tanaman sudah tua.

    Dan jika tanaman sawo sudah memenuhi persyaratan tersebut maka proses pembuahan sudah dapat dilakukan. Caranya yaitu dengan melakukan penyetresan atau stres air dan pemupukan.

    STRES AIR

    Stres air atau penyetresan air yaitu mengurangi intensitas penyiraman selama 3-4 minggu, dan selama itu penyiraman tetap dilakukan namun hanya pada saat tanaman terlihat layu saja. Atau jika biasanya penyiraman dilakukan setiap hari, namun pada proses penyetresan air ini penyiraman dilakukan 3 hari sekali dengan jumlah yang sedikit saja yang dimaksudkan agar tanaman tidak mati.

    Setelah 3 atau 4 minggu penyetresan dilakukan biasanya tanaman akan berubah sedikit menjadi layu dan daun-daun sudah banyak yang berwarna kuning bahkan sebagian rontok, dan jika hal demikian terjadi itu artinya proses penyetresan berhasil dan siap dilakukan treatment berikutnya.

    PEMUPUKAN PEMBUAHAN

    Setelah proses stres air berhasil, tahapan selanjutnya adalah melakukan pemupukan untuk tujuan pembuahan. Adapun pupuk yang diberikan adalah pupuk MKP dan KNO3 Putih. Pupuk tersebut digunakan karena keduanya merupakan pupuk yang sangat bagus untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

    Dan untuk cara pemberiannya yaitu larutkan pupuk tersebut dengan dosis 1 sendok makan MKP dan 1 sendok makan KNO3 Putih ke dalam 3 liter air lalu aduk hingga larut dan tercampur merata. Sedangkan cara aplikasinya adalah dengan mengocorkannya ke tanaman sawo dalam pot dengan interval pemberian 1 minggu sekali.

    Dosis tersebut diatas adalah untuk 1 pot tanaman, dan jika membutuhkan pupuk untuk lebih banyak pot tinggal menambahkan dosisnya dengan patokan dosis tersebut diatas.

    Setelah proses penyetresan berhasil selain dilakukan pemupukan 1 minggu sekali, penyiraman juga sudah bisa dilakukan secara normal kembali.

    Selain itu bisa juga dengan menambahkan POC dari telur dimana POC ini merupakan pupuk yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah. POC telur ini cukup mudah dibuat dan dengan bahan yang sederhana. Untuk mengetahui bagaimana cara membuatnya akan kami ulas pada artikel yang akan datang.

    Pada minggu ke 3 dan ke 4 jika proses penyetresan berhasil akan tumbuh bunga atau buah.

    Cara membuahkan tanaman sawo dalam pot tersebut diatas juga bisa diterapkan pada semua jenis tanaman buah dalam pot.

    Demikian ulasan mengenai Cara Membuahkan Sawo Dalam Pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pupuk, bibit sawo maupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube Kebun Kinanty

  • Cara Mengatasi Karat Daun Anggur

    Penyakit karat daun pada tanaman anggur disebabkan oleh jamur physopella vitis.

    Penyakit karat daun pada tanaman anggur ini dapat mengakibatkan dampak negatif yang sangat luar biasa. Karena jika tidak segera dikendalikan, penyakit karat daun ini dapat menghabiskan seluruh daun tanaman anggur yang dibudidayakan. Penyakit ini juga mengakibatkan pertumbuhan serta proses pembuahan tanaman anggur tidak maksimal.

    Daun anggur yang terserang penyakit karat daun ditandai dengan adanya bercak kekuningan pada permukaan daun dan jika dibiarkan lama kelamaan akan menjadi coklat dan mengering. Dan dibagian bawah daun terdapat serbuk berwarna kekuningan yang jika disentuh mudah runtuh seperti debu, dan ini adalah spora jamur physopella vitis. Spora inilah yang dapat menyebabkan penyebaran penyakit karat daun pada daun dan juga pada tanaman yang lainnya. Karat daun ini biasanya menyerang pada daun-daun yang sudah tua.

    Mengingat dampak buruk yang diakibatkan oleh karat daun ini, maka jika terdapat gejala serangan harus segera diatasi sebelum serangannya meluas dan semakin parah.

    Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi karat daun anggur, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    PEMANGKASAN DAUN YANG TERINFEKSI

    Pengendalian penyakit karat daun pada tanaman anggur yang pertama dapat dilakukan dengan cara memangkas daun yang telah terinfeksi penyakit tanpa terkecuali. Dan setelah dipangkas kemudian dikumpulkan lalu dibakar, jangan dibiarkan begitu saja karena bisa menjadi sumber penyakit.

    PENYEMPROTAN FUNGISIDA

    Setelah daun-daun yang terinfeksi karat daun dipangkas langkah selanjutnya adalah menyemprotkan fungisida. Adapun fungisida yang digunakan adalah fungisida sistemik dengan bahan aktif azoksistrobin. Dengan fungisida sistemik ini maka racun fungisida dapat masuk ke dalam jaringan tanaman yang akan mematikan spora-spora jamur yang sudah terlanjur masuk pada jaringan daun.

    Dosis aplikasinya adalah 1 ml per liter air, atau sesuaikan saja dengan dosis yang tertera pada label kemasan fungisida tersebut.

    Semprotkan fungisida tersebut ke seluruh bagian tanaman anggur, cukup tipis-tipis saja namun merata. Penyemprotan fungisida ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari jika tidak turun hujan.

    Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Karat Daun Anggur, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli fungisida, bibit anggur maupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube Maspary GP

  • Fungisida Untuk Antraknosa Pada Cabe

    Untuk mengatasi penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabe agar mendapatkan hasil yang maksimal, kita perlu mengkombinasikan beberapa cara pengendalian, diantaranya adalah:

    1.   Menggunakan bibit cabe yang tahan patek/antraknosa
    2.   Penggunaan pupuk sedikit nitrogen (N) dan tinggi kalium (K) serta kalsium (Ca)
    3.   Pemberian fungisida yang tepat waktu, tepat sasaran dan tepat kombinasi

    Dan pada kesempatan kali ini akan kita ulas khusus mengenai jenis-jenis fungisida terbaik untuk mengatasi antraknosa/patek. Nah, apa saja fungisida untuk antraknosa pada cabe beserta bahan aktif dan cara kerjanya? Berikut ini penjelasannya.

    Fungisida yang digunakan untuk mengatasi antraknosa pada cabe ini terbagi menjadi 2 yaitu fungisida sistemik dan fungisida kontak. Fungisida sistemik terdiri dari 10 bahan aktif, sedangkan untuk fungisida kontak terdiri dari 5 bahan aktif.

    FUNGISIDA SISTEMIK

    Bahan aktif fungisida sistemik yang dapat digunakan untuk mengatasi antraknosa pada tanaman cabe adalah:

    1. Metil tiofanat, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja kuratif dan preventif. Contohnya fungisida dengan merek dagang Topsin 500 SC.
    2. Heksakonazol, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja preventif dan juga kuratif. Contohnya fungisida dengan merek dagang Heksa 50 SC.
    3. Tebukonazol, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif, eradikatif dan kuratif. Contoh Folicur 400SC.
    4. Carbendazim, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif dan kuratif. Contohnya adalah Bendas 50WP.
    5. Benomil, contohnya Benlox 50WP, Magenta dan sebagainya.
    6. Azoksistrobin, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif, kuratif dan eradikatif. Contohnya Flasher 250 SC.
    7. Trifloksistrobin, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif, kuratif dan eradikatif. Contohnya Nativo 75 WG.
    8. Asibensolar S Metil, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja yang khusus yaitu dengan cara meningkatkan proteksi pada tanaman atau memberikan kekuatan pada tanaman untuk melawan jamur, khususnya antraknosa. Contohnya Bion M 1/48 WP.
    9. Piraklostrobin, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif, kuratif dan eradikatif. Contohnya Cabrio Top 60 WG.
    10. 10.Fluopikolid, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif, kuratif dan eradikatif. Contohnya Trivia 73 WP.

    FUNGISIDA KONTAK

    Bahan aktif fungisida kontak yang dapat digunakan untuk mengatasi antraknosa pada tanaman cabe adalah:

    1. Mancozeb, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif yang hanya melindungi tanaman dari serangan patek/antraknosa dan tidak bisa menyembuhkan atau mengobati tanaman yang terkena antraknosa. Contohnya Dithane M45 80 WP, Antila.
    2. Propineb, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif yang hanya melindungi tanaman dari serangan patek/antraknosa dan tidak bisa menyembuhkan atau mengobati tanaman yang terkena antraknosa. Contohnya Star Plus 75 WP, Antracol 75 WP.
    3. Metiram, bahan aktif fungisida ini mempunyai cara kerja protektif yang hanya melindungi tanaman dari serangan patek/antraknosa dan tidak bisa menyembuhkan atau mengobati tanaman yang terkena antraknosa. Contohnya Polycom 75 WP.
    4. Klorotalonil, contohnya Daconil 75 WP, Botanil 75 WP.
    5. Tembaga, baik itu tembaga oxide, tembaga sulfat dan bahan aktif tembaga lainnya. Contohnya adalah Nordox 56 WP, Kuproxat 345 SC

    CARA PENGGUNAANNYA

    Untuk mengatasi antraknosa pada tanaman cabe sebaiknya dilakukan dengan cara mengkombinasikan bahan aktif fungisida tersebut yaitu antara fungisida sistemik dan kontak. Namun pada merek tertentu sudah berupa fungisida kombinasi dari produsennya, maka dari itu tidak perlu mengkombinasikannya lagi.

    Untuk fungisida sistemik jangan digunakan satu jenis bahan aktif secara terus menerus melainkan harus diaplikasikan secara bergantian. Misalnya penyemprotan pertama menggunakan bahan aktif karbendazim, penyemprotan berikutnya menggunakan bahan aktif tebukonazol, kemudian azoksistrobin dan sebagainya. Ini penting untuk dilakukan karena untuk mematahkan ketahanan atau resistensi penyakit antraknosa, agar tidak cepat terjadi resistensi terhadap fungisida sistemik, karena fungisida sistemik ini memiliki cara kerja monosite inhibitor (hanya mengendalikan dengan satu cara), sehingga jika digunakan secara terus menerus bisa cepat terjadi resistensi.

    Sedangkan untuk fungisida kontak sebaiknya juga diaplikasikan secara bergantian, namun ini sifatnya tidak harus, meskipun tidak diaplikasikan secara bergantian tidak masalah. Mengapa? Karena fungisida kontak tidak cepat menimbulkan resistensi (kekebalan penyakit terhadap fungisida). Hal ini karena fungisida kontak bekerja secara multisite inhibitor (mengendalikan jamur dengan berbagai macam cara) maka fungisida kontak ini tidak cepat menyebabkan antraknosa kebal atau resistensi terhadap fungisida kontak tersebut.

    Demikianlah ulasan mengenai Fungisida Untuk Antraknosa Pada Cabe, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli fungisida maupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube Maspary GP

  • Cara Membuat POC Urin Kelinci

    Pupuk organik cair atau POC adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan dari hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan. Pupuk organik cair ini terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman.

    Untuk membuat pupuk organik cair atau POC dapat digunakan berbagai macam bahan organik, dan salah satunya dapat menggunakan urin kelinci.

    Urin kelinci atau air kencing kelinci mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat didalamnya. Bahkan kandungan nitrogen pada urin kelinci ini lebih tinggi dari hewan ternak lainnya seperti sapi, kambing dan sebagainya.

    Untuk mengetahui bagaimana Cara Membuat POC Urin Kelinci, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    BAHAN DAN ALAT

    • 10 liter urin kelinci
    •  50 ml EM4 Pertanian sebagai bioaktivator
    • 100 gram gula merah atau gula pasir
    •  Jerigen untuk wadah saat proses fermentasi

    CARA PEMBUATAN

    Cara membuat POC urin kelinci ini cukup sederhana dan mudah dilakukan, yaitu dengan mencampurkan semua bahan dan memasukkannya ke dalam jerigen untuk dilakukan proses fermentasi. Adapun cara selengkapnya adalah sebagai berikut:

    • Masukkan 10 liter urin kelinci ke dalam jerigen
    • Masukkan bioaktivator atau pengurai untuk mempercepat proses fermentasi berupa EM4 (effective microorganisme 4) pertanian (kemasan warna kuning). Adapun dosis EM4 untuk takaran 10 liter urin kelinci dibutuhkan 50 ml.
    • Tambahkan 100 gram gula yang berfungsi sebagai nutrisi untuk mikroorganisme dalam EM4, baik itu gula merah atau gula pasir. Jika menggunakan gula merah harus dihaluskan terlebih dahulu agar mudah larut ke dalam cairan urin kelinci.
    • Aduk atau kocok jerigen hingga semua bahan tercampur merata.
    • Tutup jerigen rapat-rapat, letakkan di tempat teduh yang terhindar dari sinar matahari secara langsung.
    • Untuk mengeluarkan gas yang timbul akibat dari proses fermentasi, lakukan modifikasi pada tutup jerigen dengan memasang selang yang ujung luarnya dimasukkan ke dalam botol berisi air dengan posisi ujung selang masuk ke dalam airnya. Dengan demikian udara dari dalam jerigen bisa keluar sedangkan udara dari luar tidak dapat masuk.
    • Lakukan proses fermentasi selama 14 hari, dan setelah 14 hari fermentasi urin kelinci sudah jadi dan siap diaplikasikan pada tanaman sebagai nutrisi yang luar biasa.

    CARA APLIKASI DAN DOSISNYA

    Cara aplikasi POC urin kelinci ini dapat dilakukan dengan cara dikocorkan dan disemprotkan ke tanaman, sedangkan dosisnya disesuaikan dengan cara aplikasinya tersebut baik itu dikocorkan atau disemprotkan.

    Adapun dosisnya adalah sebagai berikut:

    • Untuk aplikasi POC dengan cara disemprotkan dosisnya adalah 5-10 ml per liter air.
    • Untuk aplikasi POC dengan cara dikocor dosisnya adalah 15-20 ml per liter airnya.

    Demikianlah ulasan mengenai Cara Membuat POC Urin Kelinci, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pupuk organik cair maupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube Penyuluh Pertanian Lapangan

  • Cara Membuat POC Urin Kelinci

    Pupuk organik cair atau POC adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan dari hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan. Pupuk organik cair ini terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman.

    Untuk membuat pupuk organik cair atau POC dapat digunakan berbagai macam bahan organik, dan salah satunya dapat menggunakan urin kelinci.

    Urin kelinci atau air kencing kelinci mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat didalamnya. Bahkan kandungan nitrogen pada urin kelinci ini lebih tinggi dari hewan ternak lainnya seperti sapi, kambing dan sebagainya.

    Untuk mengetahui bagaimana Cara Membuat POC Urin Kelinci, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    BAHAN DAN ALAT

    • 10 liter urin kelinci
    •  50 ml EM4 Pertanian sebagai bioaktivator
    • 100 gram gula merah atau gula pasir
    •  Jerigen untuk wadah saat proses fermentasi

    CARA PEMBUATAN

    Cara membuat POC urin kelinci ini cukup sederhana dan mudah dilakukan, yaitu dengan mencampurkan semua bahan dan memasukkannya ke dalam jerigen untuk dilakukan proses fermentasi. Adapun cara selengkapnya adalah sebagai berikut:

    • Masukkan 10 liter urin kelinci ke dalam jerigen
    • Masukkan bioaktivator atau pengurai untuk mempercepat proses fermentasi berupa EM4 (effective microorganisme 4) pertanian (kemasan warna kuning). Adapun dosis EM4 untuk takaran 10 liter urin kelinci dibutuhkan 50 ml.
    • Tambahkan 100 gram gula yang berfungsi sebagai nutrisi untuk mikroorganisme dalam EM4, baik itu gula merah atau gula pasir. Jika menggunakan gula merah harus dihaluskan terlebih dahulu agar mudah larut ke dalam cairan urin kelinci.
    • Aduk atau kocok jerigen hingga semua bahan tercampur merata.
    • Tutup jerigen rapat-rapat, letakkan di tempat teduh yang terhindar dari sinar matahari secara langsung.
    • Untuk mengeluarkan gas yang timbul akibat dari proses fermentasi, lakukan modifikasi pada tutup jerigen dengan memasang selang yang ujung luarnya dimasukkan ke dalam botol berisi air dengan posisi ujung selang masuk ke dalam airnya. Dengan demikian udara dari dalam jerigen bisa keluar sedangkan udara dari luar tidak dapat masuk.
    • Lakukan proses fermentasi selama 14 hari, dan setelah 14 hari fermentasi urin kelinci sudah jadi dan siap diaplikasikan pada tanaman sebagai nutrisi yang luar biasa.

    CARA APLIKASI DAN DOSISNYA

    Cara aplikasi POC urin kelinci ini dapat dilakukan dengan cara dikocorkan dan disemprotkan ke tanaman, sedangkan dosisnya disesuaikan dengan cara aplikasinya tersebut baik itu dikocorkan atau disemprotkan.

    Adapun dosisnya adalah sebagai berikut:

    • Untuk aplikasi POC dengan cara disemprotkan dosisnya adalah 5-10 ml per liter air.
    • Untuk aplikasi POC dengan cara dikocor dosisnya adalah 15-20 ml per liter airnya.

    Demikianlah ulasan mengenai Cara Membuat POC Urin Kelinci, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pupuk organik cair maupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube Penyuluh Pertanian Lapangan

  • Manfaat Zeolit Untuk Pertanian

    Salah satu jurnal dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian IPB menyebutkan bahwa lebih dari 50% tanah pertanian di Indonesia merupakan tanah yang bermasalah. Permasalahan tanah pertanian ini ditandai dengan rendahnya PH tanah, rendahnya kadar bahan organik dan rendahnya Kapasitas Tukar Kation (KTK).

    Selain dihadapkan dari permasalahan tanah tersebut, peningkatan hasil produksi tanaman masih dihadapkan dengan rendahnya efisiensi pupuk nitrogen yang diberikan.

    Untuk mengatasi permasalahan sebagaimana tersebut diatas dapat dilakukan dengan memanfaatkan zeolit aktif, mengingat manfaat zeolit untuk pertanian sangat banyak sekali terutama dalam hal memperbaiki sifat-sifat tanah.

    Nah untuk mengetahui apa saja Manfaat Zeolit Untuk Pertanian, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    Mengatasi rendahnya pH tanah

    Zeolit memiliki kadar pH yang cukup tinggi sehingga jika diaplikasikan pada lahan yang kondisi pH nya terlalu rendah atau asam dapat menetralkan pH pada lahan tersebut. Di sisi lain, zeolit juga bisa menjerat unsur logam yang meracuni tanaman seperti zat besi dan aluminium.

    Memperbaiki KTK tanah yang rendah

    Zeolit memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi antara 120 – 180 mili ekuivalen per 100 gram. Itulah kenapa dengan diberikannya zeolit maka kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara yang dimanfaatkan oleh tanaman itu akan semakin meningkat.

    Memperbaiki kualitas fisik tanah dalam hal porositas

    Zeolit memiliki struktur yang berongga sehingga untuk sementara waktu bisa menyerap unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, dan kemudian akan melepaskannya sejalan dengan tingkat kebutuhan tanaman akan unsur hara tersebut. Maka dari itu zeolit ini bisa dibilang sebagai slow release agent dari pupuk kimia yang diberikan secara bersamaan.

    Meningkatkan efisiensi serapan pupuk nitrogen

    Zeolit dapat menghambat sementara proses perombakan pupuk kimia dari amonium menjadi nitrat, sehingga pupuk nitrogen yang diaplikasikan tidak akan mudah hilang menguap, ataupun setelah menjadi nitrat tidak akan hanyut terbawa aliran air baik itu air irigasi maupun air hujan.

    Pada lahan pertanian yang bermasalah khususnya yang memiliki KTK yang rendah, efisiensi penggunaan pupuk masih sangat rendah, khususnya pupuk nitrogen. Hal ini karena pupuk nitrogen mudah hilang melalui pencucian yaitu dalam bentuk nitrat dan menguap ke udara dalam bentuk gas amoniak dan juga berubah ke bentuk lain yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Makanya mineral zeolit merupakan bahan alternatif baru untuk meningkatkan efisiensi pemupukan nitrogen. Dengan demikian dengan pemanfaatan zeolit maka pupuk-pupuk yang diberikan akan diserap oleh zeolit tersebut dan dilepaskannya perlahan disaat tanaman membutuhkannya, utamanya untuk unsur hara nitrogen dan juga kalium.

    Itulah mengapa pertanian di Jepang sangat bagus, ternyata selain didukung teknologi yang canggih, ternyata para petani di Jepang banyak yang menggunakan zeolit sebagai pembenah tanah, sebagai pendamping pupuk.

    Jadi zeolit ini bukan merupakan pupuk sehingga tidak ada gunanya pemberian zeolit ini tanpa diberikan pupuk kimia, jadi harus diberikan bersamaan.

    Demikian ulasan mengenai Manfaat Zeolit Untuk Pertanian, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pupuk organik ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Pandu Farm

  • Manfaat Zeolit Untuk Pertanian

    Salah satu jurnal dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian IPB menyebutkan bahwa lebih dari 50% tanah pertanian di Indonesia merupakan tanah yang bermasalah. Permasalahan tanah pertanian ini ditandai dengan rendahnya PH tanah, rendahnya kadar bahan organik dan rendahnya Kapasitas Tukar Kation (KTK).

    Selain dihadapkan dari permasalahan tanah tersebut, peningkatan hasil produksi tanaman masih dihadapkan dengan rendahnya efisiensi pupuk nitrogen yang diberikan.

    Untuk mengatasi permasalahan sebagaimana tersebut diatas dapat dilakukan dengan memanfaatkan zeolit aktif, mengingat manfaat zeolit untuk pertanian sangat banyak sekali terutama dalam hal memperbaiki sifat-sifat tanah.

    Nah untuk mengetahui apa saja Manfaat Zeolit Untuk Pertanian, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    Mengatasi rendahnya pH tanah

    Zeolit memiliki kadar pH yang cukup tinggi sehingga jika diaplikasikan pada lahan yang kondisi pH nya terlalu rendah atau asam dapat menetralkan pH pada lahan tersebut. Di sisi lain, zeolit juga bisa menjerat unsur logam yang meracuni tanaman seperti zat besi dan aluminium.

    Memperbaiki KTK tanah yang rendah

    Zeolit memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi antara 120 – 180 mili ekuivalen per 100 gram. Itulah kenapa dengan diberikannya zeolit maka kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara yang dimanfaatkan oleh tanaman itu akan semakin meningkat.

    Memperbaiki kualitas fisik tanah dalam hal porositas

    Zeolit memiliki struktur yang berongga sehingga untuk sementara waktu bisa menyerap unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, dan kemudian akan melepaskannya sejalan dengan tingkat kebutuhan tanaman akan unsur hara tersebut. Maka dari itu zeolit ini bisa dibilang sebagai slow release agent dari pupuk kimia yang diberikan secara bersamaan.

    Meningkatkan efisiensi serapan pupuk nitrogen

    Zeolit dapat menghambat sementara proses perombakan pupuk kimia dari amonium menjadi nitrat, sehingga pupuk nitrogen yang diaplikasikan tidak akan mudah hilang menguap, ataupun setelah menjadi nitrat tidak akan hanyut terbawa aliran air baik itu air irigasi maupun air hujan.

    Pada lahan pertanian yang bermasalah khususnya yang memiliki KTK yang rendah, efisiensi penggunaan pupuk masih sangat rendah, khususnya pupuk nitrogen. Hal ini karena pupuk nitrogen mudah hilang melalui pencucian yaitu dalam bentuk nitrat dan menguap ke udara dalam bentuk gas amoniak dan juga berubah ke bentuk lain yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Makanya mineral zeolit merupakan bahan alternatif baru untuk meningkatkan efisiensi pemupukan nitrogen. Dengan demikian dengan pemanfaatan zeolit maka pupuk-pupuk yang diberikan akan diserap oleh zeolit tersebut dan dilepaskannya perlahan disaat tanaman membutuhkannya, utamanya untuk unsur hara nitrogen dan juga kalium.

    Itulah mengapa pertanian di Jepang sangat bagus, ternyata selain didukung teknologi yang canggih, ternyata para petani di Jepang banyak yang menggunakan zeolit sebagai pembenah tanah, sebagai pendamping pupuk.

    Jadi zeolit ini bukan merupakan pupuk sehingga tidak ada gunanya pemberian zeolit ini tanpa diberikan pupuk kimia, jadi harus diberikan bersamaan.

    Demikian ulasan mengenai Manfaat Zeolit Untuk Pertanian, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pupuk organik ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Pandu Farm

  • Pemupukan Melalui Daun dan Manfaatnya

    Pemberian pupuk pada tanaman padi dapat dilakukan melalui daun dan dapat pula dilakukan dengan ditabur atau melalui perakaran sebagaimana dilakukan oleh petani pada umumnya.

    Namun perlu digaris bawahi bahwa keduanya saling melengkapi dan tidak bisa menggantikan satu sama lain. Pemberian atau peran pupuk daun itu tidak bisa menggantikan peran dari pupuk tabur/pupuk akar, hal ini karena pupuk daun itu diserap dari daun, sementara fungsi dari daun itu sendiri selain untuk fotosintesis juga berfungsi untuk proses respirasi dan transpirasi. Sementara untuk penyerapan unsur-unsur mineral dari dalam tanah itu adalah tugas sepenuhnya dari akar.

    Dan pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai Pemupukan Melalui Daun dan Manfaatnya.

    Manfaat pemupukan melalui daun tersebut setidaknya ada 5 hal, yaitu:

    1. Untuk mengatasi defisiensi atau kekurangan unsur hara tertentu yang dibutuhkan dalam waktu cepat. Defisiensi ini bisa terjadi pada pemberian pupuk dari akar karena terkendala kondisi lahan terkait dengan penyerapan unsur hara dari dalam tanah. Hal ini disebabkan oleh kondisi pH tanah yang tidak ideal yang akibatnya ketersediaan pupuk dalam bentuk tersedia di dalam tanah menjadi sangat minim. Disinilah pentingnya kita memberikan pupuk daun untuk mengatasi kekurangan unsur hara tertentu yang dibutuhkan tanaman dalam waktu cepat.
    2. Untuk menjaga agar serapan unsur hara oleh tanaman selalu pada kondisi yang seimbang atau bisa dikatakan untuk mengoreksi keseimbangan unsur hara. Hal ini karena sangat dimungkinkan ada salah satu unsur hara yang penyerapannya itu sangat cepat dan sangat tinggi. Seperti misalnya unsur hara nitrogen (N) itu terserap lebih dominan atau lebih banyak oleh tanaman, sehingga tanaman terlalu vigor pertumbuhannya yang akhirnya menjadi rentan terhadap serangan hama maupun penyakit. Dan tidak menutup kemungkinan tanaman tersebut akan sulit untuk mengeluarkan bunga. Maka dari itu pada fase-fase awal primordia (fase saat tanaman padi mendiferensiasi sel-selnya membentuk organ-organ reproduktif (bunga malai), pemanjangan ruas-ruas malai, pembentukan daun bendera, hingga membentuk bulir dan pengisian) pada tanaman perlu ditambahkan unsur hara dengan mengaplikasikan pupuk MKP dengan kandungan utamanya Kalium dan Phospat. Kemudian pada fase vegetatif saat tanaman padi sedang aktif membentuk anakan yaitu pada usia 25-30 HST, dimana pada saat itu tanaman padi sangat membutuhkan unsur hara dengan kandungan fosfat. Sementara pupuk fosfat yang kita berikan pada saat pupuk dasar atau pupuk susulan pertama itu sangat mungkin hanya sekian persen yang sudah larut dan hanya sekian persen yang bisa diserap oleh tanaman, sementara pada usia tersebut tanaman membutuhkan unsur fosfat dan juga boron untuk perkembangan akar dan juga untuk pembelahan sel tanaman sehingga anakan padi menjadi lebih banyak. Jadi dalam kedua fase pertumbuhan tanaman tersebut diatas, pemupukan dari daun sangat diperlukan. Yang mana pupuk daun itu diformulasikan dalam bentuk ionik, jadi ketika pupuk diaplikasikan ke daun maka akan segera diproses oleh daun itu sendiri. Karena pada daun itu ada yang namanya kloroplas, yaitu bagian yang memproses unsur hara untuk menjadi bahan makanan bagi tanaman itu sendiri.
    3. Untuk recovery tanaman setelah terserang hama dan penyakit, karena biasanya tanaman padi yang terserang hama dan penyakit itu organ-organ atau sel-sel tubuhnya menjadi rusak sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat. Dan jika tidak segera diberikan tambahan nutrisi melalui daun maka sangat dipastikan potensi hasil tidak bisa optimal. Untuk recovery ini pupuk yang disarankan untuk diaplikasikan adalah pupuk daun dengan kandungan mikro, karena sangat bagus untuk memulihkan sel-sel tanaman yang rusak akibat serangan hama maupun penyakit.
    4. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman, hal ini karena pengaplikasian pupuk melalui daun itu bisa dikatakan sebagai jalan pintas jadi langsung ke sasaran, dinama pada daun itu ada kloroplas yang bertugas memproses nutrisi, memproses unsur hara menjadi makanan bagi tanaman.
    5. Untuk menjaga kesehatan lahan, karena dengan mengaplikasikan pupuk melalui daun maka penggunaan pupuk kimia sintetis yang ditaburkan ke lahan tidak terlalu banyak. Jadi mengurangi pemberian pupuk kimia sintetis secara tabur dan menutup kekurangannya itu dengan pemupukan melalui daun.

    Demikian ulasan mengenai Pemupukan Melalui Daun dan Manfaatnya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pupuk daun ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Pandu Farm