Sawi atau caisim merupakan sayuran yang disukai banyak orang, dan bisa dikombinasikan dengan makanan lainnya, cara menanamnya pun mudah sehingga andapun bisa menanamnya sendiri.

Bahkan jika anda tidak memiliki lahan yang luas untuk menanam sayuran, seperti sawi, hal tersebut bukan menjadi kendala, anda bisa menanamnya dalam polybag, yang bisa di letakkan di sekitar rumah, sehingga anda bisa mencukupi kebutuhan sayur keluarga melalui tangan anda sendiri.

Sebelum anda memulai menanam sawi, hal penting yang harus anda lakukan adalah memilih benih berkualitas unggul.

Benih-benih sawi berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, akan tetapi untuk menunjang keberhasilan budidayanya selain benih yang berkualitas tentunya perlu adanya teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Maka dari itu tahapan proses penyemaian harus dilakukan dengan sebaik mungkin, adapun Cara Semai Benih Sawi adalah sebagai berikut :

Tempat persemaian perlu dipilih pada tempat yang bebas hama penyakit, dekat dengan air dan bukan bekas persemaian untuk menghindari adanya hama dan penyakit tanah yang berbahaya.

Media semai yang baik adalah media yang sehat steril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.

Media semai yang digunakan terdiri dari :

Tanah – Tanah yang digunakan sebaiknya tanah kering, gembur dan steril, bebas dari bibit hama penyakit maupun bibit gulma. Jika persemaian dilakukan di bedengan, gemburkan terlebih dahulu tanah bedengan.

Pupuk Kandang – Pupuk kandang berfungsi untuk menambah kesuburan media semai, pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah matang atau sudah melalui proses fermentasi.

Campurkan tanah pada bedengan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Buat bedengan persemaian dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 20-25 cm, diberi atap menghadap timur untuk mendapatkan sinar matahari pagi.

Biji sawi disemaikan pada bedengan dengan jarak (5-10) cm x 10 cm, dalamnya tanam 0,5-1 cm, kemudian ditutup tanah tipis-tipis.

Bibit dapat dipindah tanam pada lahan yaitu setelah umur 3-4 minggu setelah semai.

Untuk 1 hektar lahan dibutuhkan 500 gram biji sawi.

Demikian ulasan mengenai cara semai benih sawi, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih sawi ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : jakarta.litbang.pertanian.go.id