Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan buah rambutan, salah satunya adalah varietas rambutan binjai. Buah yang cantik asal Sumatera Utara ini memang banyak sekali diburu masyarakat, karena sangat banyak khasiat yang terkandung di dalamnya.

Rambutan binjai tumbuh subur di daerah tropis dan dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Jika anda berkeinginan untuk menanamnya, mari simak ulasan mengenai Cara Menanam Rambutan Binjai sebagai referensi.

Cara menanam rambutan binjai sebenarnya tidak sulit apabila dilaksanakan di tempat dan waktu yang sesuai. Tanaman ini cocok ditanam pada iklim yang basah karena membutuhkan curah hujan yang teratur, namun juga membutuhkan musim kemarau untuk merangsang pembungaan.

Waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada saat memasuki pertengahan atau akhir musim hujan, karena jika terlalu banyak hujan dan kekurangan sinar matahari akan menyebabkan awal penanaman berlangsung kurang baik, untuk lebih jelasnya berikut ini tahapan-tahapannya :

PERSIAPAN LAHAN

Budidaya rambutan binjai dapat dilakukan di lahan maupun di dalam pot tergantung kebutuhan Anda. Namun karena akan tumbuh cukup tinggi, apabila Anda menanam di dalam pot maka ada kemungkinan harus dipindah ke tanah karena perakaran akan semakin berat menopang tanaman yang terus mendewasa, untuk itu jika anda menginginkan penanaman tetap dalam pot maka anda harus rajin memangkasnya sesuai kebutuhan dengan tetap memperhatikan kesehatannya.

Lahan yang digunakan untuk menanam haruslah memenuhi beberapa kriteria yang sesuai agar penanaman rambutan binjai dapat berlangsung optimal:

  • Pastikan lahan tempat Anda menanam memiliki suhu yang berkisar antara 25-35 derajat Celcius dengan curah hujan 1500-3000 mm per tahunnya.
  • Sebaiknya jangan pilih lahan yang kering. Lahan yang gambut dan subur akan memudahkan penanaman karena rambutan binjai cukup sensitif.
  • Umumnya lebih baik jika lahan berupa lahan gambut yang masam dengan pH tanah berkisar antara 4-6,5. Anda dapat mengetesnya dengan menggunakan kertas lakmus, pH-meter, ataupun indikator lainnya untuk mengecek keasaman tanah.
  • Selain itu, tipe tanah latosol kuning lebih disenangi.
  • Ukuran lubang tanah yang digunakan untuk menanam adalah 60 x 60 x 60 cm. Jika Anda ingin membuat beberapa lubang untuk penanaman dalam skala luas, maka jarak tanam antara lubang tanam yang satu dengan lainnya harus berkisar pada angka 10 meter karena pohon akan tumbuh besar.
  • Pisahkan tanah galian bagian bawah dan atas dan biarkan kurang lebih selama 3-4 minggu dengan tujuan untuk mematikan bakteri.
  • Setelah selesai menunggu, masukkan kembali sebagian tanah bagian bawah, sedangkan tanah bagian atas dapat Anda campurkan dengan pupuk organik seperti halnya pupuk kandang maupun pupuk kompos.

PERSIAPAN BIBIT

Anda dapat melakukan perbanyakan tanaman rambutan binjai sendiri dengan cara generatif (perkembangbiakan melalui biji) ataupun vegetatif (perkembangbiakan dengan bantuan manusia seperti halnya cangkok, okulasi dan sebagainya) atau anda juga bisa membelinya di toko-toko pertanian.

Akan tetapi perbanyakan tanaman menggunakan metode vegetatif lebih disarankan, karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan perbanyakan generatif, seperti perbanyakan tanaman menggunakan cara cangkok memiliki beberapa keunggulan diantaranya akan lebih cepat berbuah, kualitas dan sifat bibit yang dihasilkan sama dengan tanaman induknya dan masih banyak lagi keunggulan-keunggulan lainnya.

Yang terpenting pastikan bibit yang Anda miliki merupakan bibit yang berkualitas unggul, sehat, tahan dari segala jenis gangguan penyakit maupun hama tanaman

PENANAMAN

Penanaman harus dilakukan secara hati-hati dan teliti karena titik awal penanaman sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan berikutnya.

  • Pindahkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.
  • Buka polybag bibit tanaman, letakkan bibit tepat di tengah-tengah lubang tanam, atur peletakan agar bibit tegak lurus/tidak miring
  • Kemudian tutupi dengan tanah galian atas yang sudah dicampur dengan pupuk organik sebelumnya hingga sampai ke leher akar.
  • Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
  • Jika diperlukan, tambahkan penyangga untuk membantu tanaman berdiri tegak.

PERAWATAN

Perawatan tanaman rambutan binjai diantaranya meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, pemangkasan, dan pengendalian hama penyakit yang harus dilakukan secara teratur.

Penyiraman

Karena rambutan binjai merupakan tanaman yang sangat minim akan kandungan air, maka penyiraman harus dilakukan secara rutin kecuali pada saat musim hujan. Apabila sedang memasuki musim kemarau, maka ada baiknya penyiraman dilakukan sebanyak 1-2 kali sehari untuk memastikan asupan air cukup, namun perlu diingat bahwa jangan sampai terlalu lembab karena akan menyebabkan tanaman layu bahkan mati.

Pemupukan

Pastikan pH berada di kisaran yang diinginkan tanaman, apabila tidak sesuai maka tambahkan pupuk urea agar menambah tingkat keasaman.

Pemupukan dilakukan kurang lebih selang 3-4 bulan sekali. Untuk awal penanaman, cukup menggunakan pupuk organik saja. Setelah satu tahun penanaman, Anda mulai dapat menambahkan pupuk KCL dan urea dalam dosis yang sesuai dengan peraturan. Selain itu, semakin umur tanaman bertambah, sebaiknya naikkan kadar sedikit demi sedikit namun tetap tidak berlebihan. Pemupukan hendaknya juga dilakukan di awal dan akhir musim penghujan.

Penyiangan

Penyiangan penting ketika rumput liar ataupun gulma tumbuh di sekitar tanaman rambutan binjai, agar tidak mengganggu pertumbuhan ataupun bertindak sebagai benalu agar tanaman tetap sehat dan tumbuh dengan subur.

Pemangkasan

Pemangkasan juga perlu dilakukan, setidaknya terdapat tiga tujuan pemangkasan tanaman yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus semua bagian tanaman. Selain dua fungsi itu, pemangkasan bentuk juga terkait dengan estetika.

Pemangkasan produksi berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan. Selain itu, pemangkasan dilakukan terhadap batang yang terlihat berpenyakit.

Terakhir pemangkasan peremajaan, dilakukan terhadap tanaman yang telah tua. Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas. Bahkan pada kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya dilakukan sejak dini, yakni sejak memilih bibit. Bibit unggul biasanya memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. Belilah bibit dari sumber yang terpercaya dan memiliki sertifikat bibit.

Pencegahan serangan hama dan penyakit juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam dan kebun. Gulma dan semak belukar di sekitar kebun bisa menjadi sumber hama dan penyakit.

Biasanya, jenis hama yang menyerang adalah lalat daun atau kutu daun yang bisa diatasi dengan penggunaan insektisida. Namun perlu diingat, penggunaan segala jenis pestisida meskipun organik sekalipun akan menimbulkan pencemaran jika dilakukan secara berlebihan. Lakukan dengan hati-hati, baca aturan dan dosis pakainya secara seksama. Penyemprotan hendaknya dilakukan secara terbatas.

PEMANENAN

Masa panen rambutan binjai cenderung lama sejak masa tanam pertama, yakni sekitar 3-5 tahun sejak penanaman namun tetap tergantung oleh perawatan yang dilakukan serta kondisi cuaca yang mendukung. Jika seluruhnya berjalan lancar, maka masa panen dapat dilakukan lebih cepat.

Demikian ulasan lengkap mengenai Cara Menanam Rambutan Binjai, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Tips Pendidikan