Terung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya adalah India dan Sri Lanka. Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.

Terong cocok jika ditanam di musim kemarau, agar produksinya optimal dibutuhkan cara dan waktu budidaya yang tepat, selain itu diperlukan pula benih yang jelas daya produksinya dan dapat diterima pasar.

Sebelum anda memulai menanam terong, hal penting yang harus anda lakukan adalah memilih benih berkualitas unggul.

Benih-benih terong berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, akan tetapi untuk menunjang keberhasilan budidayanya selain benih yang berkualitas tentunya perlu adanya teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Maka dari itu tahapan proses penyemaian harus dilakukan dengan sebaik mungkin, adapun Cara Menyemai Benih Terong adalah sebagai berikut :

Selain dapat dibeli, benih terong juga dapat dibuat sendiri, cara membuatnya adalah dengan memilih buah terong yang telah tua dan matang dari tanaman induk yang sehat, belah membujur, keluarkan bijinya dan kering anginkan hingga kadar airnya 12%, masukkan ke dalam botol berwarna, tutup dan simpan di tempat kering yang teduh.

Setelah benih siap, proses persemaian benih dimulai dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 10-15 menit. Seleksi benih dan buang benih yang mengapung dan hanya gunakanlah benih yang tenggelam atau bernas.

Peram benih yang sudah di rendam menggunakan kain basah dengan cara membungkusnya agar mempercepat proses perkecamabahan.

Siapkan media persemaian dengan komposisi tanah, arang sekam dan kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, campurkan semua bahan hingga merata dan masukkan kedalam wadah persemaian berupa polybag, baki semai atau pot tray.

Taburkan atau susun benih diatas media persemaian, berikan jarak 1 cm antara satu benih dengan lainnya, agar nantinya saat tumbuh tidak berhimpitan dan berlilitan akarnya satu sama lain.

Tutup persemaian benih menggunakan media semai yang sama tetapi tipis saja.

Siram persemaian menggunakan air minimal 1 hari sekali yaitu pada sore hari, penyemprotan dilakukan dengan hati-hati atau cukup menggunakan semprotan atau cukup percikkan air saja agar tidak merusak susunan benih.

Setelah persemaian berumur sekitar 2 minggu setelah semai, biasanya sudah tumbuh setinggi 5 cm. Pada usia ini pindahkan bibit pada polybag kecil atau pot yang telah diisi dengan media yang sama.

Siram bibit setiap hari yaitu pada sore hari, dan akan lebih baik jika penyiraman dilakukan juga  pada pagi hari.

Bibit hasil persemaian sudah siap dipindah tanam pada lahan atau polybag yang lebih besar pada usia 1-1,5 bulan setelah semai atau telah memiliki minimal 4 helai daun.

Demikian ulasan mengenai cara menyemai benih terong, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih terong ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : perpustakaan.pertanian.go.id