Halo rekan petani amatir…

Kali ini kita akan bahas tentang durian, buah ajaib – di satu sisi dicari orang dengan harga berapapun dibayar, di sisi lain ada yang muntah hanya dari mencium baunya.

Baik, langsung kepada materi, kali ini kita akan bahas mengenai Pematangan Tidak Merata Pada Buah atau dalam bahasa inggrisnya Uneven Fruit Ripening disingkat UFR.

Coba perhatikan gambarĀ  di bawah ini:

pematangan-tidak-sempurna-pada-buah-durian

Pada gambar di atas tampak jelas perbedaannya, pada gambar sebelah kiri yagn ada tulisannya UFR tampak jelas ada daging putih-putih, sementara pada gambar sebelah kanan tampak sempurna daging kuning. Pada gambar sebelah kiri itulah yang disebut matang tidak merata atau UFR.

UFR adalah salah satu dari tiga gangguan fisiologis umum yang terjadi pada buah durian. yaitu

  1. inti basah
  2. ujung terbakar
  3. pematangan tidak merata

Gangguan fisiologis menyebabkan perkembangan daging durian yang tidak normal dan dengan demikian menurunkan kualitas keseluruhan buah. Gangguan fisiologis ini tidak tampak dari luar, sehingga hanya dapat diketahui ketika buah dibuka, bagian yang terpengaruh biasanya tidak enak. Gangguan fisiologis merupakan respond tanaman terhadap kondisi yang kurang menguntungkan bagi tanaman, misalnya kurang air ataupun kekurangan unsur hara. Gangguan fisiologis bukan gangguan dari luar seperti bakteri ataupun serangga.

Untuk itu, amat sangat penting memperhatikan kondisi tanah, pemberian bokashi untuk memberikan unsur hara makro sangat penting. Pemberian unsur hara mikro melalui semprot daun atau suntik juga menjadi sangat penting.

Semoga bermanfaat,

Tulisan ini saya rangkum dari sharing teman facebook saya yang bernama Pak Kastawi dalam halaman facebooknya.