Selain hama dan penyakit yang disebabkan mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur atau cendawan, ada pula penyakit fisiologis yang menyerang tanaman durian. Penyakit ini bukan berasal dari hewan maupun jamur tetapi biasanya dikarenakan faktor lingkungan, cuaca dan kurangnya prasyarat tumbuh.

Salah satu penyakit fisiologis ini diantaranya adalah ujung daun mengering

Tanaman durian yang terserang penyakit ini ditandai dengan mengeringnya bagian ujung daun dan pinggir – pinggir daun dan berwarna coklat.

Penyebab ujung daun durian kering dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut :

  1. Tanaman durian kekurangan unsur mikro Zn.

Penyakit ini dapat mempengaruhi fotosintesis daun, kekurangan biasanya terjadi pada media tanam yang sudah lama digunakan, daerah yang lembab,  tanah-tanah yang asam sampai sedikit netral.

Penanggulanganya dapat dilakukan dengan menyemprotkan unsur mikro Zn pada daun.

  1. Tanaman durian kekurangan air

Hal ini banyak terjadi pada tanaman durian yang ditanam pada polybag ataupun pot yang media tanamnya sudah tidak baik atau mengeras, sehingga meskipun rutin disiram air tidak meresap kedalam tanah sehingga berakibat tanaman kekurangan pasokan air.

Untuk mengatasinya lakukan penggantian media tanam dengan media tanam yang baik yaitu berupa campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu lakukan penyiraman rutin, pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari, pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Setelah kebutuhan air telah tercukupi kondisi daun tanaman akan berangsur pulih.

  1. Penggunaan pupuk kandang/kotoran hewan yang baru

Kotoran yang baru keluar dari perut hewan ternak jangan langsung digunakan sebagai pupuk, karena masih dalam proses penguraian yang menimbulkan suhu yang tinggi, sehingga apabila langsung diberikan kepada tanaman sebagai pupuk, tanaman akan layu bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Kotoran ternak mengandung karbon dan nitrogen, kandungan karbon lebih tinggi dari pada nitrogen, pada kondisi kotoran masih baru merangsang pertumbuhan bakteri pengurai yang bekerja dalam proses dekomposisi yang mengakibatkan naiknya suhu tanah yang dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu dan mati jika langsung digunakan untuk pemupukan tanaman.

Selain itu, bakteri yang tumbuh akibat proses tersebut akan melakukan persaingan dengan tanaman dalam mengambil nitrogen dari tanah. Jika nitrogen dari tanah tidak mencukupi kebutuhan bakteri, akibatnya bakteri akan menyerap nitrogen dari tanaman tersebut, akibatnya tanaman kekurangan nitrogen yang berakibat daun tanaman menjadi menguning dan layu.

Proses penguraian kotoran oleh bakteri akan selesai setelah kandungan karbon pada kotoran ternak menurun tinggal sedikit. Pada kondisi ini kotoran telah mengalami pematangan ditandai dengan suhunya sudah dingin, sehingga sudah dapat digunakan sebagai pupuk organik dan bisa diaplikasikan untuk pemupukan tanaman.

Ciri-ciri pupuk kandang yang sudah matang antara lain:

  • Wujudnya telah berubah dari aslinya
  • Baunya telah berkurang dan berubah tidak menyengat
  • Suhunya berubah menjadi dingin
  • Teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam

Maka dari itu jika menggunakan pupuk kandang untuk campuran media tanam ataupun pupuk, gunakanlah pupuk kandang yang sudah matang atau sudah di fermentasi. Jika sudah terlanjur, segera lakukan penggantian media tanam. Untik membuat fermentasi kotoran hewan silakan buka Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Hewan

Demikian ulasan penyebab ujung daun durian kering dan cara mengatasinya, semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit durian ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com