Pupuk kompos adalah pupuk organik yang dibuat dengan proses pembusukan sisa-sisa bahan organik, baik limbah tanaman maupun hewan yang diolah dengan melakukan fermentasi terlebih dahulu.

Kenapa harus dilakukan fermentasi ?

Kotoran yang baru keluar dari perut hewan ternak jangan langsung digunakan sebagai pupuk, karena masih dalam proses penguraian yang menimbulkan suhu yang tinggi, sehingga apabila langsung diberikan kepada tanaman sebagai pupuk, tanaman akan layu bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Kotoran hewan ternak mengandung karbon dan nitrogen, kandungan karbon lebih tinggi dari pada nitrogen, pada kondisi kotoran masih baru merangsang pertumbuhan bakteri pengurai yang bekerja dalam proses dekomposisi yang mana jika digunakan untuk memupuk tanaman bisa mengakibatkan naiknya suhu tanah yang dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu dan bahkan mati.

Adapun cara membuat pupuk kompos dari kotoran hewan adalah sebagai berikut :

Siapkan bahan-bahan

  •         Kotoran sapi kering 80-83%
  •         Serbuk gergaji 5%
  •         Fermentator 0,25%
  •         Arang sekam 10%
  •         Kapur/dolomit 2%
  •         Air bersih 25%

Siapkan Peralatan

  •         Silo ( wadah kompos sesuai kebutuhan )
  •         Karung
  •         Pengaduk
  •         Sekop

SOP ( standard operating procedures )

  •         Masker
  •         Kaos tangan
  •         Sepatu boot

 

Langkah-langkah pembuatan

  1. Siapkan fermentator ( bakteri )

Untuk membuat fermentator siapkan air bersih 2,5 liter, fermentator disini menggunakan trichoderma, campurkan tricoderma sebanyak 50 ml kedalam 2,5 liter air bersih, atau gunakan perbandingan 1:100.

Diamkan selama 2 hari agar terjadi proses fermentasi, setelah 2 hari larutan fermentator siap digunakan dengan cara disemprotkan dengan kapasitas limbah sekitar 1 ton.

  1. Campurkan semua bahan secara merata

Campurkan semua bahan yaitu kotoran sapi yang telah dikeringkan dengan cara didiamkan/ditiriskan sekitar 1 minggu hingga kadar air mencapai 60%,  serbuk gergaji , arang sekam , kapur/dolomit dan aduk hingga merata.

  1. Tahap penataan hamparan

Hamparkan semua bahan yang telah dicampurkan tersebut pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung, penghamparan dilakukan berlapis, dan setiap lapis disemprot dengan fermentator secukupnya sesuai dosis, ketinggian hamparan dibuat sesuai kebutuhan jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tutup hamparan dengan terpal.

  1. Pemeraman

Diamkan tumpukan hamparan sampai 7 hari, pada hari ke 7 balik tumpukan agar oksigen dapat masuk secara merata ke dalam bahan, pembalikan tumpukan dilakukan setiap 7 hari sekali.

Aktivitas mikroba ditandai dengan peningkatan suhu, peningkatan suhu biasanya terjadi menjelang hari ke 8 hingga hari ke 21, pada hari ke 28 suhu akan menurun kembali, kenaikan suhu yang terjadi bisa mencapai 300 oC.

Suhu yang tinggi ini akan membuat pupuk kompos menjadi steril karena bibit gulma dan bakteri sudah mati, setelah 1 bulan campuran pupuk kandang/kotoran sapi tersebut sudah menjadi kompos dan suhu sudah netral kembali dan warna menjadi hitam kecoklatan.

Ciri-ciri pupuk kandang yang sudah matang/menjadi kompos antara lain:

  • Wujudnya telah berubah dari aslinya
  • Baunya telah berkurang dan tidak menyengat
  • Suhunya berubah menjadi dingin/netral
  • Teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam

Demikian penjelasan lengkap mengenai cara membuat pupuk kompos dari kotoran hewan, semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk kompos ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Jayagirifm Lembang