Setelah dijelaskan pada artikel sebelumnya mengenai Cara Agar Tanaman Jeruk Berbuah Lebat, Cara Menanam Buah Jeruk Bali Dalam Pot dan Cara Menanam Jeruk Nipis Dalam Pot Agar Cepat Berbuah, maka pada artikel kali ini akan kami ulas mengenai penanganan pasca panen buah jeruk sebagai berikut.

Untuk menghasilkan kualitas jeruk yang baik perlu mengikuti proses penanganan pascapanen jeruk yang baik dan benar yang terdiri dari beberapa proses yaitu panen, pengangkutan hasil panen, pre-cooling, sortasi, pembersihan buah, perlakuan tambahan, grading, pelabelan, pengemasan, penyimpanan sementara, dan pengangkutan/distribusi. Proses ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan kualitas buah jeruk.

Berikut ini ulasan lengkap mengenai penanganan pasca panen buah jeruk.

MENENTUKAN UMUR PANEN

Umur panen jeruk dapat ditentukan berdasarkan ciri visual dan fisik.

Visual

Panen dilakukan ketika saat kematangan yang tepat yaitu warna kulit buah hijau kekuningan dan bagian bawah buah jika ditekan terasa agak empuk dan berongga.

Fisik

Ditandai dengan perubahan warna kulit dan rasa sesuai dengan karakteristik varietas dan juga ukuran dan berat buah.

Perhatikan kondisi cuaca ketika akan memanen jeruk, sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan kondisi cerah. Buah jeruk mudah rusak apabila dipetik dalam keadaan basah yang ditandai dengan membengkaknya kulit jeruk dan mudah menjadi memar atau tergores.

Pemanenan paling baik dilakukan saat kondisi udara kering untuk menurunkan resiko kontaminasi penyakit pasca panen.

CARA PANEN

Panen dilakukan dengan menggunakan gunting panen dan tangga panen serta dilakukan secara hati-hati, hindari melempar-lempar jeruk. Pekerja memakai sarung tangan.

Keranjang atau wadah tidak diisi secara berlebihan dan tidak ditumpuk.

PENGANGKUTAN

Pengangkutan menggunakan alat angkut yang tepat baik secara manual maupun bantuan kendaraan bermotor. Titik kritis adalah kecepatan pemindahan, beban angkut, perubahan suhu, paparan sinar matahari dan resiko benturan antar buah. Alat angkut dalam keadaan bersih dan dapat melindungi produk.

Selama pengumpulan sementara dan pengangkutan buah ternaungi dan terdapat aliran udara yang lancar.

SORTASI

Sortasi dapat dilakukan di kebun saat pemetikan buah sebelum pengangkutan dari tempat pengumpulan sementara atau saat di bangsal pasca panen.

Sortasi yaitu memisahkan buah yang sudah matang dengan yang terlalu muda atau tua, atau yang terkena penyakit atau buah yang rusak, saat sortasi memakai sarung  tangan.

Pilih buah yang mulus, tidak luka, tidak terserang penyakit dan tidak ada cacat fisik maupun mikrobiologis.

PEMBERSIHAN DAN PERLAKUAN TAMBAHAN

Pencucian jeruk secara manual dilakukan menggunakan air bersih yang mengalir, dilap dengan kain yang halus dan bersih, kemudian dikering anginkan pada tempat yang teduh.

Pencucian buah jeruk dapat pula dilakukan menggunakan air sabun atau cairan pembersih dengan cara merendam buah jeruk dalam air yang dicampur cairan pembersih dengan konsentrasi 0,5-1% kemudian digosok pelan-pelan dengan kain halus atau sikat lunak supaya tidak merusak kulit jeruk, selanjutnya dibilas dengan air bersih kemudian dilap dengan kain kering dan bersih.

GRADING

Untuk memisahkan buah berdasarkan ukuran besaran diameter buah atau parameter pengelompokan lainnya, hal ini dilakukan untuk memudahkan pengepakan, pemasaran dan penentuan harga jual.

Buah yang sudah dipilih dikumpulkan pada wadah berbeda berdasarkan kelasnya.

PELABELAN

Pelabelan berfungsi untuk mencantumkan informasi detail mengenai informasi buah jeruk yang akan dipasarkan kepada konsumen untuk menjamin mutu produk.

Pelabelan dapat dilakukan pada kemasan buah atau pada dokumen yang menyertai buah apabila dijual curah, biasa ditempel di pengemas khususnya jika menggunakan kemasan khusus.

Label pada kemasan yang diangkut menggunakan kontainer harus menggunakan tulisan pada tiap sisi sehingga mudah dibaca dan tidak mudah dihapus dan tampak dari luar.

Apabila isi kemasan tidak tampak dari luar maka kemasan harus diberi label yang berisi informasi mengenai nama buah dan ditulis sebagai varietas.

Informasi yang tercantum pada label berdasarkan SNI jeruk, sekurang-kurangnya mencantumkan :

  • Nama & varietas buah
  • Nama eksportir
  • Nama pengemas
  • Nama pengepul
  • Asal buah
  • Kelas, ukuran dan kisaran bobot buah dalam gram
  • Bobot buah setiap kemasan

PENYIMPANAN SEMENTARA

Apabila buah jeruk tidak langsung dijual maka disimpan di tempat penyimpanan yang bersih, sejuk dan sirkulasi udara baik. Umumnya buah disimpan pada suhu 12┬░C dan kelembaban relatif 85-95%.

Penyimpanan dilakukan dengan cara

  • Penyimpanan pada suhu rendah dengan sistem first in first out
  • Penyimpanan secara alami dilakukan dengan sirkulasi udara melalui ventilasi yang cukup dan baik.

PENGEMASAN

Bahan kemasan yang digunakan dari bahan yang aman dan tidak merusak jeruk dan hanya produk dalam kondisi baik yang dikemas. Agar memudahkan dalam proses distribusi sesuai lokasi dan tujuan pemasaran, sebaiknya kemasan memiliki mutu yang baik untuk mencegah kerusakan eksternal maupun internal buah dan kemasannya pun dapat didesain sebagai daya tarik konsumen. Berdasarkan pasarnya terdapat beberapa jenis kemasan :

  1. Pasar lokal dikemas menggunakan karung yang berlubang-lubang, atau keranjang plastikata bambu dengan kapasitas 25-30 kg
  2. Pasar swalayan dikemas menggunakan tray dan ditutup dengan plastik transparan yang dilubangi dengan berat 0,25-0,5 kg
  3. Restoran atau rumah dikemas dengan kantong plastik yang dilubangi dengan ukuran 5 kg
  4. Ekspor dikemas dengan kardus khusus dari eksportir lengkap dengan nama dagang dan tanggal panen, kardus diberi lubang kecil dengan ukuran kardus untuk kapasitas 15-20 kg.

DISTRIBUSI

Hal yang perlu diperhatikan ketika mengantarkan produk dari produsen ke konsumen adalah :

  • Pencatatan jumlah dan waktu distribusi
  • Kebersihan sarana transportasi
  • Tujuan pasar dan jarak tempuh
  • Tumpukan kemasan dengan karton maksimal 3 tumpuk, dengan peti atau keranjang plastik maksimal 4 tumpuk
  • Selama pengangkutan hindari sinar matahari berlebihan dan hujan atau dilakukan pada malam hari

Dengan melaksanakan penanganan pasca panen dengan baik dan benar, kita dapat menekan kehilangan hasil dari 25-40% menjadi seminimal mungkin serta dapat memenuhi permintaan konsumen akan produk sehat dan bermutu.

Dengan meningkatkan kualitas produk maka kita bisa memiliki produk dengan daya saing yang tinggi di pasaran dan memberikan keuntungan finansial yang lebih baik.

Demikian ulasan lengkap mengenai penanganan pasca panen buah jeruk semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda dalam penanganan buah jeruk pasca panen.

Untuk membeli bibit jeruk ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Kementerian Pertanian RI

Artikel Terkait

Teknologi Budidaya Cabai Rawit Ramah Lingkungan Salah satu komoditas unggulan nasional hortikultura adalah aneka cabai termasuk cabai rawit. Cabai merupakan komoditas agribisnis yang besar pengaruhn...
Budidaya Buah Naga Buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di Indonesia ,buah naga populer sejak tahun 2000. Sekarang terdapat berbagai jenis...
Hama Kutu Putih Pada Tanaman Pepaya Putih-putih pada buah pepaya, pada daun dan pada batangnya adalah "hama kutu" ada yang menyebut "kutu kebul". Serangan hama ini terutama pada tanaman ...
Budidaya Buah Melon Usaha budidaya melon (Cucumis melo) awalnya terdapat di Cisarua-Bogor dan Kalianda-Lampung, namun saat ini sudah menyebar di wilayah di Indonesia. Pro...
Cara Budidaya Bawang Merah Pada Musim Hujan Saat musim hujan tiba, seringkali menjadi kendala tersendiri bagi sebagian petani, utamanya yang tengah membudidayakan tanaman bawang merah. Meskip...
Budidaya Kedelai Pasar Kedelai Kedelai sudah menjadi makanan wajib bagi masyarakat Indonesia, budidaya kedelai seharusnya menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan bua...
Budidaya Tanaman Brokoli Brokoli (Brassica oleracea var. botrytis forma cymosa) termasuk dalam famili BrassicaceaePada kubis jenis ini, bakal bunganya mengembang menyerupai te...
Faktor Penyebab Kegagalan Dalam Budidaya Bawang Me... Dalam budidaya tanaman tentu tidak lepas dari faktor penyebab kegagalan seperti serangan hama dan penyakit, minimnya informasi dan pengetahuan, serta ...