Jeruk merupakan salah satu jenis buah yang sudah dikenal banyak orang dan populer dikalangan masyarakat, buah ini juga memiliki ragam dan variasi tergantung daerah masing-masing.

Jeruk merupakan tumbuhan berbunga anggota dari marga citrus dari suku rutaceae atau suku jeruk-jerukan, tanamannya berupa pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar dan ada pula yang mempunyai rasa manis. Rasa masam ini berasal dari kandungan asam sitrat yang memang terkandung dari semua anggotanya.

Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah seperti jeruk keprok, jeruk siam yang terdiri siam Pontianak, siam Garut dan siam Lumajang, jeruk manis, jeruk lemon, jeruk besar yang terdiri dari jeruk Nambangan Madiun dan jeruk Bali.

Jeruk yang digunakan untuk bumbu masakan yaitu seperti jeruk nipis, jeruk purut dan jeruk sambal.

Berikut ini cara agar tanaman jeruk berbuah lebat :

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman jeruk diantaranya adalah :

Syarat tumbuh tanaman jeruk

  1.    Pemilihan lokasi

Meskipun adaptasinya luas beberapa jenis jeruk berproduksi optimal hanya jika ditanam di dataran rendah yaitu sekitar 400 mdpl, yaitu seperti sebagian varietas jeruk siam, jeruk keprok tejakula dan jeruk madura, sedangkan sebagian lain dapat berproduksi optimal jika ditanam di dataran tinggi yaitu sekitar 700 mdpl.

  1.    Iklim

Tanaman jeruk menghendaki sinar matahari yang penuh yaitu bebas dari naungan dengan suhu 13-35oC dan yang paling optimal adalah 22-23o C.

  1.    Tanah/lahan

Lahan ideal bagi tanaman jeruk adalah lahan yang memiliki lapisan tanah yang dalam yaitu hingga kedalaman 150 cm tidak ada lapisan kedap air, kedalaman air tanah ± 75 cm, tekstur lempung berpasir dan pH ± 6.

Jika pH tanah dibawah 5, unsur mikro dapat meracuni tanaman dan sebaliknya  tanaman akan kekurangan jika pH diatas 7.

Pemilihan bibit

Bibit jeruk dapat diperoleh dengan cara generatif yaitu dengan biji dan dengan cara vegetatif seperti okulasi dan cangkok. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit, mirip dengan induknya, subur, batangnya berdiameter sekitar 2-3 cm, permukaan batangnya halus, akar serabutnya banyak dan akar tunggangnya berukuran sedang.

Teknik penanaman

Dalam penanaman tanaman jeruk tanah yang digunakan bisa berupa tanah kebun atau juga tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dan pasir.

Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan.

Sebelum bibit ditanam lakukan beberapa hal berikut ini :

  • Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan
  • Pengurangan akar
  • Pengaturan posisi akar agar jangan sampai ada yang terlipat

Setelah bibit ditanam lakukan penyiraman secukupnya dan beri mulsa dari jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya.

Untuk penanaman di lahan dalam peletakan mulsa jangan sampai mengenai batang tanaman agar terhindar dari kebusukan batang.

Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi dapat ditanami tanaman sela seperti kacang-kacangan atau sayuran, setelah tajuk tanaman saling menutupi tanaman sela bisa diganti dengan rumput atau tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

Pemeliharaan tanaman

  • Pengairan dan penyiraman

Dalam pengairan dan penyiraman jangan sampai menggenangi batang akar, Pengairan dilakukan minimal  1 kali dalam seminggu pada musim kemarau.

Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.

  • Penyulaman

Penyulaman dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh atau mati yaitu jika anda menanamnya dalam jumlah banyak

  • Penyiangan

Penyiangan atau pembersihan gulma dilakukan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan lakukan juga  penyiangan.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif/tidak diinginkan.

Dari tunas-tunas awal yang tumbuh sisakan 3-4 tunas pada jarak seragam yang nantinya akan membentuk tajuk pohon.

Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit.

Sebelum pemangkasan celupkan gunting atau pisau yang akan digunakan untuk memangkas kedalam alkohol.

Setelah dipotong ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

  • Pemupukan

Produksi optimal bisa dicapai jika tanaman tidak hanya diberi pupuk buatan tetapi juga diberi pupuk organik.

Tanaman muda membutuhkan pupuk N, akan tetapi saat memasuki usia produktif perlu N,P dan K yang berimbang.

  • Penjarangan buah

Penjarangan buah bertujuan untuk menghasilkan buah bermutu tinggi dan menjaga kestabilan produksi.

Caranya yaitu sisakan 2 buah per tandan menggunakan gunting pangkas, kriteria buah yang dibuang adalah buah yang cacat, terserang penyakit dan buah yang berukuran kecil.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang biasa menyerang tanaman jeruk yaitu kutu loncat, kutu daun, ulat peliang daun, tungau, penggerek buah, kutu penghisap daun dan sebagainya.

Sedangkan penyakitnya adalah CVPD, CVPD adalah penyakit utama yang menyerang tumbuhan anggota jeruk-jerukan (Citrus). Namanya merupakan singkatan dari istilah bahasa Inggris, citrus vein phloem degeneration (kerusakan pembuluh tapis pada jeruk), dan sampai saat ini penyakit ini belum bisa disembuhkan.

Pencegahannya adalah dengan cara menanam bibit yang sehat dan mengendalikan serangga kutu loncat yaitu diaphorina citri.

Penggunaan pestisida sebaiknya diprioritaskan pada periode kritis yaitu pada saat pertunasan.

Pemanenan

Buah jeruk sebaiknya dipanen pada saat optimal yaitu pada usia 28-36 minggu tergantung jenis dan varietasnya, sedangkan cara memanennya yaitu buah dipetik dengan gunting pangkas

Demikian cara agar tanaman jeruk berbuah lebat beserta cara penanamannya, semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit jeruk silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi