Tanaman buah yang berbuah lebat membuat sang pekebun merasa puas dengan hasil kebunnya.

Oleh sebab itu melestarikan tanaman buah itu sangat penting terlebih bagi yang gemar menanam jenis tanaman buah-buahan tentunya hal yang sangat memuaskan yaitu dapat dilihat ketika tanaman cepat berbuah.

Namun tidak semua tanaman dapat berbuah dengan cepat, hal tersebut tergantung dari bagaimana cara pemeliharaan yang diterapkan. Ulasan kali ini akan memberikan informasi mengenai cara membuat tanaman cepat berbuah sehingga Anda tidak perlu cemas lagi ketika tanaman Anda sulit berbuah.

Syarat Agar Tanaman Cepat Berbuah

  • Tidak menanam bibit tanaman yang berasal dari bibit yang mandul.
  • Lingkungan sebagai media tanam harus sesuai syarat mulai dari iklim, sinar matahari, dan curah hujan.
  • Kondisi tanaman harus sehat dan terbebas dari segala jenis hama serta penyakit.

Penyebab Terjadinya Keterlambatan Tanaman Untuk Berbuah

  • Usia tanaman belum mencapai batas umurnya.
  • Menggunakan pupuk Nitrogen atau N secara berlebihan sehingga menyebabkan tanaman terlalu rimbun dan membuat tanaman kekurangan cahaya. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada proses fotosintesis.
  • Jenis tanaman yang hanya dapat berbuah apabila terdapat bunga jantan yang berada di dekatnya.
  • Tanaman bisa saja menjadi mandul ketika terjadi mutasi gen atau perpindahan keturunan.
  • Bunga jantan dan bunga betina belum masak sesuai dengan waktunya sehingga menyebabkan pembuahan menjadi gugur.

Untuk mencegah terjadinya keterlambatan tanaman untuk berbuah maka perhatikan syarat yang harus digunakan dan perhatikan juga apa yang sekiranya menjadi penyebab tanaman tidak dapat berbuah, apakah dari jenis tanamannya atau dari segi media yang tidak mencukupi dan lain sebagainya. Biasanya tanaman akan berbunga sebelum menjadi buah, namun bagaimanakah jika tanaman sudah dipenuhi dengan bunga yang lebat namun tidak juga kunjung berbuah? Alasannya dapat Anda simak di bawah ini.

Penyebab Tanaman Tidak Kunjung Berbuah Meski Berbunga Lebat

  • Pohon buah yang berbunga lebat tidak menjamin pohon akan berbuah.
  • Kurangnya zat nitrogen yang seharusnya ada di dalam air.
  • Kurangnya sumber air di dalam tanah.
  • Batang bagian bawah pada bibit okulasi sangat buruk.
  • Adanya serangga dan terkena hama serta penyakit.
  • Iklim yang tidak bersahabat yaitu hujan yang terlalu deras, angin yang begitu kencang, dan kemarau yang berkepanjangan.
  • Tidak menyemprotkan pupuk daun dengan waktu yang tepat.

                                                                                       

Cara Mengatasi Masalah Tanaman Tidak Kunjung Berbuah

Metode Pemangkasan

Untuk dapat mempercepat tanaman berbuah maka lakukanlah cara pemangkasan dengan benar. Pada metode pemangkasan terdapat tiga cara yaitu secara ringan, sedang, dan juga berat. Pemangkasan ringan dilakukan untuk membuang bagian ranting yang sudah tidak lagi produktif. Biasanya pemangkasan ini dilakukan pada tanaman buah pepaya.

Kemudian pemangkasan sedang dilakukan untuk membuang bagian cabang cabang tanaman yang sudah rusak dan juga membuang bagian ujung ujung tanaman yang bercabang. Pemangkasan ini biasanya dilakukan pada tanaman buah anggur.

Kemudian yang terakhir yaitu pemangkasan berat yang dilakukan untuk meremajakan kembali tanaman yang sudah berusia tua. Tujuan dari pemangkasan berat ini yaitu untuk memperpendek tanaman sehingga buah yang masak dapat dipanen dengan sangat mudah. Pemangkasan ini biasanya dilakukan pada tanaman buah jambu biji, buah belimbing, dan buah nangka.

Alat yang dibutuhkan untuk memangkas :

Gunting pangkas

Gergaji

Cat, Ter, Parafin

Di dalam proses pemotongan dilakukan dengan arah miring dan lebih ke dalam agar saat hujan tiba, air tidak mudah mengguyur luka tanaman yang baru saja dipotong. Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi. Untuk bekas luka tanaman dapat di cat dengan menggunakan cat, ter, dan parafin. Hal ini dilakukan untuk menghindari hama dan juga penyakit. Agar tanaman dapat berbuah sesuai dengan yang diharapkan maka Anda harus melakukan pemangkasan secara berkala.

Metode Pelilitan (Melilit Tanaman)

Jika metode pemangkasan sudah berjalan dengan baik maka selanjutnya yaitu melakukan pelilitan. Pelilitan biasanya dilakukan dengan cara melilit pohon. Cara tradisional ini sudah sering dilakukan pada jaman dulu untuk mempercepat pertumbuhan buah. Dengan melilit pohon maka proses pengangkutan zat karbohidrat yang berasal dari hasil fotosintesis akan menjadi terhambat sehingga bagian akar tidak menerima zat karbohidrat dan timbulah zat makanan yang menimbun dan pada akhirnya akan merangsang terjadinya pembungaan yang berujung pada pembuahan. Melilit tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan kawat yang diikatkan pada batang tanaman sekencang mungkin. Bagian yang harus dililit yaitu batang utama kemudian batang primer dan yang terakhir adalah cabang tanaman.

Metode Melukai Tanaman

Cara berikutnya untuk mempercepat tumbuhnya buah yaitu dengan cara melukai batang dan juga melukai akar tanaman buah. Cara ini harus dilakukan dengan sangat hati hati karena jika terjadi kesalahan sedikit saja maka tanaman akan menjadi terluka dan bisa menyebabkan tanaman menjadi mati. Pada saat tanaman dilukai maka akan terjadi hambatan pada proses pengangkutan zat makanan yang berasal dari hasil fotosintesis. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pemusatan zat makanan pada cabang dan daun yang kemudian diikuti dengan proses tanaman berbunga hingga pada akhirnya tanaman akan berbuah.

Alat yang dibutuhkan untuk melukai tanaman

Pisau tajam, parang, sabit

Cat, ter, parafin

Proses Melukai Tanaman Yang Benar adalah sebagai berikut :

Bagian kulit batang tanaman di gores seperti proses pencangkokan, dimana kambium tanaman dihilangkan dengan cara melingkar dan dengan ukuran lebar 10 – 20 cm.

Kulit batang tanaman di cacah dengan cara yang tidak beraturan.

Gunakan cat, ter, atau parafin untuk menutupi bekas luka dengan cara dioleskan. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi yang dapat menyerang luka tanaman.

Lakukan pengerokan tanaman tepat di bagian kulit batangnya agar terjadi hambatan dalam proses pengangkutan zat tepung. Cara ini bertujuan untuk merangsang tumbuhnya bunga.

Setelah proses pengerokan, pembuahan akan terjadi pada saat 4 – 5 bulan yang akan datang.

Metode Pemotesan Tunas Cabang

Metode ini hampir sama dengan metode pemangkasan, namun metode ini hanya terfokus pada ujung tunas saja. Tujuan dari metode ini yaitu untuk menghambat terjadinya pertumbuhan pada tunas yang dapat menyebabkan ukuran cabang tunas semakin memanjang. Dengan metode ini maka zat makanan yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan cabang tunas dapat dicegah hingga terjadi penimbunan yang kemudian digunakan untuk pertumbuhan daun.

Perundukan

Perundukan merupakan teknik untuk merangsang munculnya bunga dengan cara melengkungkan cabang tanaman ke arah bawah sehingga penghambatan aliran fotosintat dari daun ke akar, dan hara tersebut akan terkonsentrasi dan digunakan untuk pembentukan bunga.

Repotting

Repotting adalah menganti media tanam dalam pot dengan media baru dengan tujuan memperbaiki unsur hara pada media tanam, umumnya repotting dapat dilakukan pada saat tanaman sudah berusia 1 tahun.

Saat repotting dilakukan pula pemangkasan akar karena berguna untuk merangsang terjadinya pembungaan

Proses Pemupukan Yang Benar

Proses pemupukan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi cepat tidaknya tanaman dapat berbuah.

Proses pemupukan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi cepat tidaknya tanaman dapat berbuah.

Untuk mempercepat tanaman berbuah juga sangat diperlukan pemberian pupuk sebagai nutrisi tanaman. Cara ini digunakan untuk merangsang tanaman agar lebih cepat berbuah yang dapat dilakukan dengan pemberian pupuk pada daun yang dilakukan dengan cara penyemprotan pada. Pupuk ini nantinya akan diserap oleh stomata atau mulut daun yang letaknya berada di permukaan daun. Untuk pupuk yang digunakan sebenarnya dapat dengan mudah di temukan pada toko toko organik, namun ulasan kali ini akan memberikan informasi yang berbeda yaitu tanpa membeli, Anda pun dapat membuat pupuk sendiri. Berikut ini adalah cara pembuatan pupuk cair alami.

Bahan pembuatan pupuk cair

Mangga 1 buah

Pepaya 1 buah

Tomat 0,4 kg

Pisang ambon 2 buah

Nanas 1 buah

Air 1 liter

Cara membuat pupuk cair adalah sebagai berikut :

Tumbuk semua bahan hingga halus kemudian beri tambahan air dan aduk hingga merata.

Peras bagian airnya saja dan tampung ke dalam jerigen bersih. Jika sudah maka tutup rapat jerigen dan diamkan selama 1 minggu.

Ketika air dalam jerigen sudah beraroma tape maka pupuk cair tersebut dapat langsung disemprotkan pada tanaman untuk merangsang pembuahan.

Pupuk cair alami ini dapat memberikan nutrisi yang sangat berlimpah untuk proses pembuahan. Pemberian pupuk dapat dilakukan ketika usia tanaman sudah menginjak 25 hari.

Untuk pemberian pupuk yang baik dapat dilakukan secara rutin pada setiap 3 bulan sekali atau bisa juga 2 kali dalam setahun. Waktu pemupukan dapat dilakukan pada awal musim penghujan dan awal musim kemarau. Kebijakan harus dilakukan pada saat memberikan pupuk pada tanaman buah yang artinya penggunaan pupuk tidak dapat melebihi dosis pemakaian. Biasanya pupuk diperlukan pada saat tanaman sedang berproses untuk melakukan pembungaan dan juga pembuahan.

Proses Pengairan Yang Benar

Tanaman cepat berbuah juga tidak lepas dari proses bagaimana pengairan terhadap tanaman tersebut dilakukan. Manfaat air untuk tanaman buah yaitu sebagai media untuk melarutkan zat zat yang nantinya akan diserap oleh tanaman dan dapat memudahkan proses pengangkutan. Air juga dapat mempertahankan tekanan yang terjadi pada permukaan daun ketika melakukan proses pengangkutan serta berguna untuk pertumbuhan tanaman. Air juga berfungsi sebagai zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

Selain pupuk, air juga berfungsi sebagai zat makanan yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan tanaman.

Proses pengairan ini dapat dilakukan secara berkala atau setiap hari kecuali jika media tanam masih terlihat basah. Waktu pengairan yang baik yaitu pada pagi hari jam 8 pagi atau dapat juga dilakukan pada sore hari jam 4 sore. Dalam sehari pengairan juga tidak baik jika dilakukan secara terus menerus jadi anda dapat memilih waktu pengairan antara pagi atau sore. Pengairan tidak boleh dilakukan pada siang hari karena dapat merusak tanaman buah anda dan bisa jadi tanaman anda nantinya menjadi layu dan mati.

Demikian penjelasan singkat cara agar tanaman cepat berbuah lebat, semoga menjadi inspirasi, menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pupuk, insektisida dan peralatan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi