Dalam budidaya durian, pembibitan merupakan hal penting yang harus dilakukan sebelum memulai tahapan-tahapan budidaya. Dan untuk mendapatkan bibit yang baik dan berkualitas unggul demi menunjang keberhasilan budidaya tentunya diperlukan teknik pembibitan yang baik dan benar.

Proses pembibitan yang akan kita ulas kali ini adalah pembibitan durian melalui penyemaian biji untuk dijadikan sebagai batang bawah pada perbanyakan tanaman vegetatif seperti sambung pucuk, okulasi dan sebagainya, berikut ini penjelasan selengkapnya.

Persiapan biji durian

Biji durian bisa diperoleh dari buah durian yang kita konsumsi, akan tetapi sebelum biji ditanam/disemai, perlu dilakukan perlakuan sebagai berikut :

  • Bersihkan biji dari sisa daging buah yang masih tersisa, cuci hingga bersih agar tidak mengundang hama pada saat proses penyemaian.
  • Sortir biji, pilihlah biji yang benar-benar bagus, tua dan berukuran lebih besar, buanglah biji yang kempes, retak dan berukuran kecil.
  • Rendam biji pada larutan fungisida yang mengandung ZPT ( seperti AmistarTop 325sc ) selama 30 menit. Larutkan fungisida ke dalam air dengan dosis 2 ml fungisida untuk 2 liter air, aduk hingga tercampur merata dan biji siap direndam. Tujuan perendaman ini adalah agar pada proses penyemaian tidak terserang jamur atau cendawan seperti cendawan rebah kecambah.

Tahap persemaian

Persemaian biji durian menggunakan media semai berupa pasir halus, atau bisa juga menggunakan tanah atau arang sekam. Masukkan pasir ke dalam kotak kayu atau sejenisnya sebagai wadah media tanam. Siram media hingga benar-benar basah merata.

Tanam biji pada media semai tersebut dengan terlebih dahulu membuat lubang tanam dengan jarak 5 cm. Masukkan benih ke dalam lubang tanam tersebut dengan posisi berdiri dan dengan posisi bagian lancip biji ( bagian biji yang melekat pada daging buah ) berada di bawah.

Sisakan 1/3 bagian biji yang tidak tertutup tanah. Siram persemaian biji hingga merata. Untuk mencegah hama serangga seperti semut bila perlu bisa ditambahkan insektisida/nematisida berbahan aktif karbofuran dengan menaburkannya di atas persemaian.

Letakkan persemaian di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Bibit hasil persemaian sudah siap dipindahkan pada polybag setelah berumur kurang lebih 60 hari dari penyemaian.

Tahap pemindahan bibit

Sebelum pemindahan siapkan terlebih dahulu polybag dan media tanam dengan komposisi tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1 dan jika perlu dapat ditambahkan dolomit secukupnya. Aduk semua bahan hingga merata dan masukkan ke polybag, siram hingga basah merata. Buatlah lubang tanam pada polybag dan setiap polybag di isi dengan satu bibit.

Pindahkan bibit ke polybag dengan cara mencabut bibit dari persemaian secara hati-hati, bila perlu akar bibit yang terlalu panjang dapat dipangkas. Jika perlu pangkas pula pucuk bibit durian agar batang bibit nantinya tumbuh lebih besar, pemotongan pucuk ini juga dilakukan untuk menghindari bibit stres saat pindah tanam. Tanam bibit pada lubang tanam yang telah dibuat sebelumnya kemudian sedikit padatkan agar bibit erat tertanam dan tidak mudah goyah. Setelah itu siram bibit yang telah dipindahkan pada polybag. Pemindahan bibit pada polybag ini sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Letakkan bibit di bawah naungan yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Demikian ulasan mengenai pembibitan durian, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit durian, pestisida, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN