Grafting Buah Naga

Untuk mendapatkan bibit buah naga yang berkualitas dengan pertumbuhan tanaman yang baik, salah satunya dapat dicapai dengan menerapkan metode grafting atau sambung batang pada bibit buah naga.

Sebagai contoh, grafting ini bisa diterapkan pada bibit buah naga kuning untuk mendapatkan bibit tanaman buah naga kuning dengan pertumbuhan dan pembuahan yang lebih cepat, mengingat tanaman buah naga kuning pertumbuhannya lebih lambat daripada buah naga merah atau jenis lainnya. Dibutuhkan waktu 2 tahun untuk bisa berbuah, selain itu perakaran buah naga kuning juga lebih sedikit dan memiliki batang yang lebih kecil, sehingga buahnya juga lebih kecil. Nah grafting ini dapat menjadi solusinya.

Grafting merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif buatan yang sudah lama dikenal dan digunakan masyarakat luas untuk memperbaiki sifat tanaman baik sifat yang berkaitan kualitas ataupun yang berkaitan dengan kuantitas.

Pada prinsipnya, grafting adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tadi.

Dua bagian tanaman yang disatukan tersebut adalah batang bawah dan batang atas, batang bawah bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

Nah untuk mengetahui bagaimana cara sambung atau grafting buah naga, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

PERSIAPAN BATANG BAWAH

Dalam metode grafting ini batang bawah yang digunakan adalah batang bawah dari buah naga merah, dimana tanaman buah naga merah ini memiliki batang yang lebih besar, perakaran yang banyak dan pertumbuhan yang lebih cepat.

Potong batang buah naga merah dari tanaman induk, pilih yang sehat serta pertumbuhannya baik, potong sepanjang 25-30 cm.

PERSIAPAN BATANG ATAS

Batang atas yang digunakan haruslah dari tanaman buah naga yang berkualitas seperti buah naga kuning misalnya, sebagaimana kita ketahui bahwa buah naga kuning ini tergolong buah yang masih langka dan harganya pun masih cukup mahal.

Potong batang buah naga kuning dari tanaman induk, pilih yang sehat serta pertumbuhannya baik, potong sepanjang 25-30 cm.

TAHAP PENYAMBUNGAN

Potong batang atas dengan membentuk huruf L pada satu bagian siripnya, potong pula pada batang bawah dibelah dibentuk huruf L namun kebalikan dari batang atas. Sambungkan kedua batang tersebut kemudian ikat menggunakan tali rafia atau plastik agar dapat menempel sempurna.

Selanjutnya tanam bibit sambungan tersebut pada polybag yang telah diisi media tanam, usahakan media tanam dalam keadaan lembab. Tempatkan bibit sambung tersebut di tempat teduh atau dibawah naungan selama kurang lebih 2-4 minggu. Penyiraman dilakukan manakala media terlihat kering saja, itupun harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai mengenai sambungan.

Setelah 2 minggu biasanya sudah mulai tumbuh akar dan sambungan mulai terlihat menempel dengan baik.

Jika sudah mulai tumbuh, bersihkan semua duri yang ada pada batang bawah agar pertumbuhan tunasnya bisa fokus pada tunas bagian atas atau pada batang buah naga kuning.

Dengan menggunakan teknik penyambungan atau grafting, buah naga kuning yang ditanam akan lebih cepat berbuah. Jika biasanya tanaman buah naga kuning yang ditanam tanpa penyambungan akan berbuah setelah 1,5 – 2 tahun maka dengan panyambungan ini tanaman buah naga kuning dapat berbuah pada usia 9 bulan.

Demikian ulasan mengenai cara grafting buah naga, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli bibit buah naga kuning ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube ARSITEK DESA dan Kebun Hijao

Bacaan Terkait