Buah naga atau disebut Pitaya dalam bahasa Inggrisnya, merupakan salah satu buah dari beberapa jenis kaktus dari keluarga Hylocereus dan Selenicereus. Buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia.

Buah Naga sekarang ini masih populer dikalangan masyarakat Indonesia. Buah ini memiliki bentuk yang unik, selain warnanya yang menarik, rasanya juga manis dan lezat, sehingga buah ini banyak digemari di Indonesia.

Penanaman buah naga dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu vegetatif ( melalui stek batang ) dan secara generatif ( menggunakan biji ).

Untuk menanam buah naga dari biji hal pertama yang harus disiapkan adalah biji buah naga yang berkualitas.

Selain pemilihan benih berkualitas unggul, untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus tentunya perlu ada teknik penyemaian yang tepat, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Oleh karena itu proses penyemaian harus dilakukan dengan sebaik mungkin agar mendapatkan bibit yang baik pula, adapun Cara Semai Benih Buah naga adalah sebagai berikut:

Tahap Persiapan Benih

Benih tanaman buah naga bisa didapatkan dari toko-toko pertanian atau juga bisa membuat sendiri. Jika anda membuatnya sendiri maka lakukan tahapan-tahapan berikut ini :

  • Siapkan buah naga yang sudah tua, dan berkualitas bagus, untuk jenis atau varietasnya silahkan pilihlah sesuai selera. Belah buah naga tersebut menjadi dua bagian.
  • Keluarkan daging buah beserta bijinya dengan cara dikerok, kemudian hancurkan daging buah dengan hati-hati agar tidak merusak bijinya, masukkan pada wadah seperti piring dan sebagainya.
  • Tunggu hingga kering dan biji buah naga mudah diambil atau dipisahkan dari dagingnya. Biji buah naga berbentuk butiran kecil berwarna hitam yang tampak mengkilap setelah kering. Setelah biji dipisahkan dari daging buah dan juga kering, maka biji sudah siap untuk disemaikan.

Tahap Penyemaian Benih

Proses penyemaian benih buah naga diawali dengan pengecambahan benih terlebih dahulu, berikut ini penjelasannya :

  • Siapkan wadah berupa toples kotak, atau kotak plastik tempat kue, atau apa saja yang bisa anda gunakan untuk menaburkan biji buah naga.
  • Berikan alas pada wadah tersebut untuk media perkecambahan menggunakan tisu, kapas atau bisa juga menggunakan kertas koran yang telah dibasahi.
  • Taburkan biji buah naga secara merata di atas media pengecambahan.
  • Letakkan pada tempat yang dingin dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung agar proses perkecambahan biji buah naga lebih cepat.
  • Setelah biji mulai tumbuh kecambah, yaitu setelah 5-10 hari dari persemaian, saatnya melakukan pemindahan kecambah pada media semai atau biasa disebut dengan penyapihan.

Tahap Penyapihan

  • Siapkan media tanam dengan mencampurkan tanah dan pupuk organik/pupuk kompos/pupuk kandang yang telah matang, campurkan hingga merata.
  • Masukkan media tanam pada wadah seperti polybag, tray semai atau baki persemaian.
  • Pindahkan biji yang telah berkecambah pada media tanam tersebut, berikan jarak antar benih, kemudian tutup dengan tanah halus tipis-tipis saja.
  • Lakukan perawatan dengan rajin menyiramnya sampai daun mulai tumbuh. Proses penyiraman bibit buah naga juga harus diperhatikan dengan baik dan hati-hati.
  • Setelah bibit mulai tumbuh dan muncul duri-duri halus, itu pertanda bahwa pembibitan buah naga dari biji yang anda lakukan berhasil.
  • Bibit buah naga hasil persemaian biji dapat dipindah pada lahan penanaman sesungguhnya/permanen setelah berumur sekitar 3 minggu sejak penyemaian.

Demikian ulasan mengenai cara semai benih buah naga, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih maupun bibit tanaman buah naga ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : dasar-pertanian.blogspot.com