Pertumbuhan tanaman durian pada fase vegetatif sangat penting dan sangat menentukan produktivitas tanaman durian nantinya pada masa berbuah karena pertumbuhan pada fase vegetatif akan mempengaruhi kokohnya batang, jumlah perakaran yang maksimal dan jumlah cabang produktif yang terbentuk yang nantinya akan menghasilkan buah durian.

Standar baku pemupukan susulan pada tanaman durian tidak ada patokan pasti, karena dalam menentukan pemupukan susulan baik itu jumlah, dosis dan waktu sangat ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah dan unsur hara apa yang dibutuhkan oleh tanaman.

Akan tetapi pada prinsipnya untuk pertumbuhan tanaman durian yang maksimal itu diperlukan adanya dosis pupuk yang tepat, waktu pemupukan yang tepat dan komposisi unsur hara tepat dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Oleh sebab itu dalam pemupukan susulan tanaman durian harus mengacu pada 3T yaitu tepat dosis, tepat unsur hara dan tepat waktu.

Berikut ini cara pemupukan susulan tanaman durian dengan penerapan prinsip 3T :

1. Tepat Waktu

Dalam menentukan waktu pemupukan terdapat banyak referensi maupun rekomendasi ada yang mengatakan bahwa pemupukan susulan tanaman durian dalam 1 tahun itu dilakukan sebanyak 3 kali, ada pula yang mengatakan 4 kali namun ada pula yang mengatakan 2 kali saja. Sebenarnya penentuan waktu pemupukan susulan ditentukan oleh berapa tanaman yang ditanam dan seperti apa pertumbuhan tanaman yang diinginkan. Jika tanaman durian yang ditanam jumlahnya sedang, tidak sedikit tidak pula banyak sekali, pemupukan susulan bisa dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun yaitu 3 bulan sekali.

2. Tepat Unsur Hara

Pupuk yang digunakan untuk pemupukan susulan tanaman durian adalah :

  • Pupuk NPK 16:16:16 (pupuk majemuk).
  • Pupuk majemuk dengan kandungan kalsium, boron, nitrogen  dan kalium ( kandungan kalsium dan boron lebih tinggi ) untuk memacu pertumbuhan pucuk atau tunas pada tanaman durian dan juga perakarannya. Banyak tanaman durian yang sudah dipupuk tapi masih kerdil atau minim pertumbuhannya, hal itu salah satunya disebabkan kurangnya unsurnya kalsium dan boron.
  • Pupuk organik/pupuk kandang yang sudah difermentasi.

3. Tepat Dosis

Dosis pupuk susulan pertama dilakukan 1-2 bulan setelah tanam yaitu ketika pucuk tanaman sudah mulai tumbuh tunas baru yang menandakan adaptasi akar sudah bagus, dosisnya yaitu 4 sendok makan NPK dan 1 sendok makan pupuk kalsium boron.

Pupuk susulan kedua dosisnya yaitu 4 sendok makan NPK

Pupuk susulan ketiga dosisnya yaitu 5 sendok makan NPK dan 1,5  sendok makan dan begitu juga untuk pemupukan susulan seterusnya dengan penambahan dosis sebagaimana perhitungan tersebut.

Adapun cara pengaplikasiannya adalah sebagai berikut :

  • Buat alur melingkar mengelilingi pohon dengan jarak diukur dari garis tetes ( atau di bawah ujung cabang terpanjang ), dengan kedalaman sekitar 10 cm
  • Taburkan pupuk sesuai dosis, merata sepanjang alur
  • Tutup menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang fermentasi sebanyak 1-2 kg per tanaman.
  • Kemudian tutup dengan tanah agar tidak terjadi penguapan dan tidak larut terbawa air hujan

Demikian penjelasan lengkap mengenai cara pemupukan susulan tanaman durian, semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit durian, pupuk, maupun perlengkapan pertanian  lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Kebun Dumont