Bawang merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) adalah salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, namun kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik subtropis maupun tropis. Wujudnya berupa umbi yang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur.

Selain dapat dibudidayakan dari bibit berupa umbi, bawang merah juga dapat dibudidayakan dari biji.                                                   

Sebelum ditanam biji bawang merah disemai terlebih dahulu, persemaian sebaiknya dilakukan di lahan terbuka agar dapat tumbuh dengan baik.

Berikut ini ulasan lengkap mengenai Cara Pembibitan Bawang Merah :

Pembibitan atau persemaian dapat dilakukan langsung pada bedengan di lahan atau menggunakan bak semai.

Persemaian di bedengan

Bila persemaian di lahan buat bedengan dengan ukuran dan lakukan sama dengan bedengan untuk penanaman.

Pembuatan bedengan diawali dengan penggemburan lahan dengan cara ditraktor atau dicangkul, kemudian buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi bedengan 40-50 cm dan jarak antar bedengan 80 cm adapun panjang bedengan menyesuaikan dengan kondisi lahan.

Taburkan kapur pertanian sebanyak 150-200 gram/m2 untuk menetralkan pH tanah, dosisnya sesuaikan dengan tingkat keasaman tanah.

Tambahkan juga pupuk dasar kimia pada bedengan, jumlah pupuk kimia dihitung berdasarkan kebutuhan per tanaman.

Setelah pemberian pupuk dasar bedengan ditutup dengan tanah secara merata dan rapikan permukaan bedengan.

Buat alur melintang di atas bedengan untuk menaburkan benih, dengan kedalaman 0,5 cm dan jarak antar alur 5-10 cm. Setiap alur bisa ditaburi sebanyak 150-200 benih.

Pada musim hujan bedengan semai sebaiknya ditutupi dengan plastik, setelah 3-4 minggu tutup bisa dibuka.

Persemaian di bak semai

Sedangkan jika persemaian dilakukan pada bak semai, dibutuhkan media semai berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.

Setelah media semai dimasukkan dalam bak buat alur dengan jarak 5-10 cm, taburkan benih dalam alur tersebut kemudian tutup dengan media yang sama, di antara setiap alur ditaburi arang sekam.

Kelembaban media semai harus dijaga dengan cara melakukan penyiraman secara teratur.

Kecambah bawang merah akan mulai muncul pada 4-7 hari setelah semai.

Umur bibit yang siap ditanam pada lahan yaitu 6 minggu setelah semai, sebelum bibit dipindahkan basahi terlebih dahulu bedengan untuk memudahkan pengambilan dan menjaga kesegarannya.

Pengambilan bibit bawang merah dilakukan dengan cara mencabutnya dari arah samping, proses ini dilakukan dengan hati-hati agar perakaran tidak rusak.

Demikian ulasan mengenai cara pembibitan bawang merah, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih bawang merah ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com