Pembibitan atau perbanyakan tanaman asam jawa dapat dilakukan dengan cara generatif yaitu dari persemaian biji dan perbanyakan secara vegetatif seperti, grafting, okulasi dan cangkok.

Akan tetapi pada artikel kali ini KampusTani tidak akan mengulas keseluruhan mengenai cara pembibitan tanaman asam jawa, melainkan hanya akan membahas salah satu cara perbanyakan tanaman asam jawa secara vegetatif yaitu cangkok.

Diantara perbanyakan tanaman yang banyak dipilih oleh pembudidaya adalah cangkok, karena cangkok memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan perbanyakan tanaman lainnya. Keunggulannya adalah dapat menghasilkan buah dengan lebih cepat meskipun ditanam dalam pot, kualitas buah yang dihasilkan sama dengan induknya, pemanenannya pun mudah karena tanaman dari bibit hasil cangkok lebih pendek.

Untuk mengetahui cara mencangkok pohon asam jawa, mari simak penjelasannya berikut ini.

ALAT DAN BAHAN

  • Tanaman induk pohon asam jawa
  • Pisau yang tajam
  •  Plastik untuk membungkus cangkokan
  • Tali rafia untuk mengikat cangkokan
  • Media cangkok berupa moss/akar paku-pakuan

TAHAP PENCANGKOKAN

Tahapan pencangkokan tanaman asam jawa adalah sebagai berikut :

Pilih pohon indukan yang sudah tua, sudah berbuah dengan kualitas unggul dan berumur sekitar 5 tahun.

Tentukan bagian batang yang akan dicangkok, pilihlah batang yang sudah ada bunga atau buahnya.

Kelupas kulit luar batang sekitar 10 cm panjangnya, dan kerok kambiumnya hingga bersih dan kering, untuk hasil lebih baik diamkan kerokan hingga satu minggu.

Langkah berikutnya adalah membungkus batang cangkok yang telah dikupas kulitnya dengan media cangkok berupa moss. Moss berasal dari akar paku-pakuan atau kadaka. Jenis tumbuhan tersebut melekat di batang pohon besar di hutan. Keunggulan moss yaitu daya mengikat dan menyimpan air sangat baik, aerasi dan drainase udara baik, tidak cepat lapuk, mengandung unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, rongga udara banyak sehingga akar dapat tumbuh dan berkembang dengan leluasa.

Balut batang cangkok dengan moss kering, bisa juga diolesi dengan perangsang akar terlebih dahulu.

Tutup moss dengan plastik kemudian ikat agar kuat, dan siram dari atasnya.

Untuk penyiraman selanjutnya dilakukan secara rutin terutama pada musim kemarau.

Setelah 2,5-3 bulan cangkokan tanaman asam jawa biasanya sudah tumbuh akar dan siap dipisahkan dari pohon induk untuk ditanam.

Pisahkan cangkokan dari pohon induk dengan cara dipotong, pemotongan dilakukan miring agar air hujan tidak mengendap pada penampang potongan.

Pangkas sebagian, daun, cabang, ranting yang tidak berguna, untuk mengurangi penguapan dan tidak membebani tanaman di awal pertumbuhannya.

Demikian ulasan mengenai Cara Mencangkok Pohon Asam Jawa, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih tanaman asam ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja