Asam jawa ( Tamarindus Indica )  merupakan buah dengan rasa masam yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan Indonesia atau campuran ramuan minuman herbal, seperti contoh  sayur asem dan cuka empek-empek Palembang yang dalam pengolahannya sangat bergantung pada asam jawa untuk menghasilkan citarasa masakan yang lezat. Pohon asam jawa juga digunakan sebagai tanaman peneduh yang ditanam di pinggir jalan. Kayunya sering digunakan untuk warangka keris dan bahan pahatan.

Jika anda berkeinginan menanamnya, alangkah baiknya untuk menyimak penjelasan mengenai cara menanam asam jawa berikut ini.

PERSIAPAN BIBIT

Untuk menanam tanaman asam jawa, langkah pertama adalah mempersiapkan bibitnya. Bibit tanaman asam jawa salah satunya dapat diperoleh dengan pembibitan secara generatif atau dari persemaian biji.

Siapkan biji asam dari buah asam yang telah tua dan masak, pisahkan biji dari daging buahnya, cuci hingga bersih. 

Rendam biji selama 24 jam pada air biasa, setelah itu tiriskan.

Siapkan media semai berupa tanah dan sekam padi dengan perbandingan 1:1, campurkan dengan mengaduknya hingga merata.

Masukkan media semai tersebut ke dalam wadah persemaian, wadah ini bisa menggunakan pot, polybag dan sebagainya.

Masukkan media semai ke dalam wadah hingga hampir penuh. Susun berjajar biji asam yang telah melalui proses perendaman pada media persemaian yang telah disiapkan. Penyusunan biji sebaiknya jangan terlalu rapat.Tutup biji tipis-tipis saja menggunakan media semai sisanya, kemudian siram persemaian. Letakkan persemaian biji asam di tempat teduh.

Biji asam yang disemaikan biasanya akan tumbuh setelah 7-10 hari sejak penyemaian.

Bibit asam jawa sudah dapat dipindah tanam setelah berumur 1 bulan pasca penyemaian atau telah tinggi bibit mencapai 20-30 cm.

TAHAP PENANAMAN

Sebelum penanaman bibit terlebih dahulu siapkan media tanam, pada kesempatan kali ini penanaman bibit asam jawa akan kita lakukan pada polybag.

Media tanam yang digunakan adalah tanah dan sekam padi dengan perbandingan 1:3, bisa juga ditambahkan pupuk kandang, campurkan bahan tersebut hingga merata.

Siapkan polybag ukuran sedang kemudian isi dengan media tanam 1/3 bagian. 

Masukkan bibit ke dalam polybag, atur posisi tepat di tengah dan tegak.

Tambahkan media tanam hingga penuh serta padatkan di sekitar pangkal bibit tanaman, agar tanaman tegak berdiri kemudian siram hingga cukup basah.

Letakkan bibit di tempat yang terbuka dan teduh selama 20 hari.

Lakukan penyiraman secara rutin, biasanya pada minggu ke 3 tanaman sudah tumbuh subur dan bibit sudah dapat diletakkan pada area yang terkena cahaya matahari langsung.

Selanjutnya pemeliharaan tanaman asam jawa perlu dilakukan secara intensif. Pemeliharaan ini meliputi pemupukan secara berkala, penyiraman 2 kali sehari, penyuburan kembali pada tanah, penimbunan batang dengan tanah agar menghasilkan akar yang baru. Tujuan pemeliharaan ini tidak lain adalah agar  pertumbuhan pada tanaman asam jawa dapat berlangsung dengan baik sehingga nantinya dapat berproduksi secara optimal.

Demikian ulasan mengenai cara menanam asam Jawa, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit tanaman asam ataupun perlengkapan pertanian lainnaya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Bonsai Pemula