Agar tanaman kelengkeng yang ditanam dapat tumbuh optimal, pemupukan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Pemupukan ini harus dilakukan secara tepat, yaitu tepat jenis pupuk, tepat dosis dan tepat waktu aplikasinya, karena pemupukan yang salah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Cara pemupukan kelengkeng yang akan kita ulas kali ini adalah tanaman kelengkeng yang ditanam pada lahan.

Untuk mengetahui pemupukan kelengkeng selengkapnya, mari simak penjelasannya berikut ini.

Sebelum aplikasi pupuk bersihkan terlebih dahulu gulma atau rumput liar yang tumbuh di bawah tajuk dan sekeliling tanaman.

Buat alur/lubang melingkar di sekeliling pangkal tanaman. Adapun pupuk yang diberikan adalah :

  1. Pupuk NPK

Pupuk NPK yang digunakan adalah pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 2 sendok makan per tanaman, cara aplikasinya adalah dengan menaburkan pupuk secara merata pada alur yang telah dibuat, kemudian tutup kembali menggunakan tanah. Sedangkan waktu pemberian pupuknya adalah dilakukan setiap 1 bulan sekali.

  1. Pupuk kandang/kotoran hewan

Kotoran yang baru keluar dari perut hewan ternak jangan langsung digunakan sebagai pupuk, karena masih dalam proses penguraian yang menimbulkan suhu yang tinggi, sehingga apabila langsung diberikan kepada tanaman sebagai pupuk, tanaman akan layu bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Kotoran hewan ternak mengandung karbon dan nitrogen, kandungan karbon lebih tinggi dari pada nitrogen, pada kondisi kotoran masih baru merangsang pertumbuhan bakteri pengurai yang bekerja dalam proses dekomposisi yang mengakibatkan naiknya suhu tanah yang dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu dan mati jika langsung digunakan untuk pemupukan tanaman.

Selain itu, bakteri yang tumbuh akibat proses tersebut akan melakukan persaingan dengan tanaman dalam mengambil nitrogen dari tanah. Jika nitrogen dari tanah tidak mencukupi kebutuhan bakteri, akibatnya bakteri akan menyerap nitrogen dari tanaman tersebut, akibatnya tanaman kekurangan nitrogen yang berakibat daun tanaman menjadi menguning dan layu.

Proses penguraian kotoran oleh bakteri akan selesai setelah kandungan karbon pada kotoran ternak menurun tinggal sedikit. Pada kondisi ini kotoran telah mengalami pematangan ditandai dengan suhunya sudah dingin, sehingga sudah dapat digunakan sebagai pupuk organik dan bisa diaplikasikan untuk pemupukan tanaman.

Ciri-ciri pupuk kandang yang sudah matang antara lain:

  • Wujudnya telah berubah dari aslinya
  • Baunya telah berkurang dan berubah tidak menyengat
  • Suhunya berubah menjadi dingin
  • Teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam

Maka dari itu jika menggunakan pupuk kandang untuk campuran media tanam ataupun pupuk, gunakanlah pupuk kandang yang sudah matang atau sudah di fermentasi. Jika sudah terlanjur, segera lakukan penggantian media tanam.

Untuk pemupukan tanaman kelengkeng ini, pemupukan menggunakan pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali sebagai tambahan bagi pupuk NPK.

Demikian ulasan mengenai cara pemupukan kelengkeng, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit kelengkeng ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi Sentratani.com.

Referensi : Channel Youtube Tabulampot Bali