Kelengkeng merupakan salah satu buah yang banyak disukai, karena rasanya yang segar dan manis, buah jenis ini juga banyak disukai para petani karena harga jualnya yang tinggi.

Selain bisa ditanam langsung pada lahan, kelengkeng juga bisa ditanam dalam pot yang sering disebut dengan tabulampot, cara menanamnya pun mudah sehingga andapun bisa melakukannya sendiri.

Akan tetapi sebelum anda memulai menanam, anda harus mengetahui jenis kelengkeng menurut tempat tumbuhnya apakah itu dataran tinggi atau dataran rendah, untuk mengetahuinya silakan kunjungi artikel kami sebelumnya Jenis Kelengkeng Menurut Tempat Tumbuhnya.

Jika anda tertarik untuk menanamnya, berikut ini cara menanam kelengkeng dalam pot agar cepat berbuah.

Pemilihan bibit

Bibit tanaman merupakan hal  yang sangat menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Terdapat dua jenis bibit tanaman, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

Untuk budidaya tabulampot sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah.

Pilihlah bibit yang kita tahu persis sifat-sifatnya, sehat, dan juga bebas dari hama dan penyakit tanaman. Untuk memastikannya biasanya bibit tersebut telah memiliki sertifikat dari komunitas atau lembaga terpercaya.

Pemilihan pot

Pemilihan pot sebagai wadah memerlukan perencanaan untuk jangka panjang, anda bisa menggunakan drum, plastik, planter bag, atau juga semen cor. Sesuaikan pot dengan ukuran bibit yang akan ditanam, semakin tinggi bibit yang akan ditanam, gunakanlah pot yang memiliki tinggi serta diameter yang lebih besar.

Sebagai contoh bibit kelengkeng yang memiliki tinggi 30-40 cm, gunakanah pot yang memiliki diameter 40-50 cm.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan pot adalah pastikan bahwa pot tersebut memiliki lubang di dasar pot yang berfungsi mengalirkan sisa air setelah penyiraman agar akar tidak terendam

Wadah tabulampot kelengkeng yang baik harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah, jika pot yang anda miliki tidak memiliki kaki, gunakan batu-bata atau yang sejenisnya untuk mengganti kaki pot.

Media tanam

Syarat Media tanam tabulampot yaitu harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Media tanam yang sering digunakan antara lain campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Bisa juga campuran tanah, pasir, pupuk kandang dan sekam padi dengan komposisi 1:1:1:1. Untuk menekan biaya, gunakan bahan baku yang banyak ditemui di lingkungan sekitar.

Pupuk kandang yang digunakan lebih baik menggunakan kotoran kambing/domba yang memiliki kandungan fosfor lebih banyak.

Tahap penanaman bibit

  • Siapkan bahan-bahan media tanam, kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada didalamnya. Campurkan bahan-bahan itu hingga merata.
  • Sebelum memasukkan media tanam pada pot, letakkan pecahan genteng atau potongan-potongan sterofoam pada dasar pot, satu lapis saja setinggi 5 cm. Bisa juga juga ditambahkan satu lapis ijuk atau sabut kelapa.
  • Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga setengah tinggi pot.
  • Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman.
  • Buka polybag bibit tanaman, dengan hati-hati, letakkan tepat di tengah-tengah pot, atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang sama hingga pangkal batang.
  • Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
  • Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh untuk beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka.

Perawatan

1. Penyiraman

Tanaman kelengkeng yang ada di dalam pot tidak dapat mencari air sendiri, karena akarnya tidak dapat menjalar keluar dari pot, maka dari itu penyiraman perlu dilakukan agar kebutuhan air terpenuhi dan kelembaban tanaman terjaga, sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik.

Lakukan penyiraman secukupnya jangan sampai pot tergenang dan atau terlalu sedikit.

Pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari. Pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air atau gembor.

Selain membutuhkan air tanaman kelengkeng dalam pot juga memerlukan sinar matahari yang cukup untuk melakukan proses fotosintesis dengan optimal, minimal selama 5 jam per hari.

2. Pemupukan

Pemberian pupuk selama 1 bulan sekali merupakan langkah penting dalam budidaya tanaman kelengkeng, pada bulan pertama gunakanah kotoran kambing atau domba dan untuk bulan selanjutnya bisa menggunakan NPK 16-16-16.

Selain itu pemupukan juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan zat perangsang tumbuh/ZPT, aplikasi ZPT dapat langsung disiramkan  pada tanaman tanpa perlakuan tambahan.

    3. Pemangkasan

Lakukan pemangkasan pada tabulampot kelengkeng dengan pola 1-3-9. Cabang utama yang dipertahankan satu saja  dengan panjang 75-100 cm, sedangkan cabang primer 3 cabang dan sekunder 9 cabang. Supaya tabulampot memiliki bentuk kanopi yang kokoh cabang primer dan cabang sekunder sebaiknya memiliki panjang 30-50 cm.

Pemangkasan pada cabang sekunder akan menghasilkan tunas-tunas baru sebagai cabang tersier yang diiringi dengan munculnya bunga-bunga majemuk yang akan menjadi buah.

Lakukan juga pemangkasan pada tunas air, cabang-cabang yang sudah tidak produktif, cabang yang kering dan cabang yang ternaungi agar cahaya matahari dapat masuk merata dan menembus tajuk tanaman untuk proses fotosintesis.

   4.  Perundukan

Lakukan perundukan dengan menarik ke bawah salah satu cabang sekunder yang sehat dengan menggunakan kawat. Tambahkan sabut kelapa diantara cabang dan kawat untuk menghindari luka akibat goresan dari kawat, bakal bunga akan muncul setelah beberapa minggu setelah dilakukannya perundukan.

    5. Penggantian media tanam

Sesudah melalui masa tanam yang panjang, media tanam pada tanaman kelengkeng harus diganti, tujuannya supaya media tanam tidak keras, penggantian biasanya dilakukan sekitar  6 bulan sekali.

Apabila tidak ingin melakukan penggantian media, bisa dilakukan dengan cara pemberian pupuk pada tanah tersebut.

     6. Pencangkokan

Jika tanaman kelengkeng sudah tumbuh subur dan berbuah, hal ini menandakan bahwa tanaman kelengkeng sudah cukup tua dan sudah siap untuk dicangkok.

Pencangkokan bertujuan untuk membuat bibit-bibit baru untuk ditanam supaya menjadi lebih banyak.

 

Pemanenan

Pemanenan kelengkeng harus dilakukan dengan benar agar tanaman kelengkeng tetap rajin berbuah, sebab jika salah akan mengakibatkan tanaman sulit berbuah.

Cara pemanenan yang benar dapat dilakukan dengan memotong tangkainya, jangan hanya memetik buahnya, karena cara ini dipercaya dapat mempertahankan kelengkeng agar tetap berbuah banyak pada musim selanjutnya.

Demikian ulasan lengkap mengenai tahapan dan cara menanam kelengkeng dalam pot agar cepat berbuah, semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit kelengkeng dan perlengkapan pertanian lainnya siakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi