Sebelum memutuskan untuk menanam kelengkeng, ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu mengetahui jenis dan karakter pohon kelengkeng tersebut, sehingga anda bisa memilih jenis bibit dengan tepat dan sesuai dengan kondisi dan lokasi anda menanam apakah itu dataran tinggi atau dataran rendah.

Hal ini dilakukan agar menghindari kegagalan dalam budidaya buah kelengkeng dan tanaman kelengkeng bisa tumbuh dan berbuah optimal sesuai harapan anda.

Berikut ini jenis tanaman kelengkeng menurut tempat tumbuhnya.

Kelengkeng dataran tinggi

Jenis kelengkeng dataran tinggi merupakan jenis kelengkeng asli Indonesia, kelengkeng dataran tinggi biasanya memiliki karakteristik khusus yang dapat dilihat dari bentuk daunnya yang besar, tebal dan lebar.

Kelengkeng dataran tinggi biasanya memerlukan perlakuan khusus, dimana biasanya dipacu dengan perlakuan aplikasi pupuk dan hormon.

Salah satu keunggulan dari kelengkeng dataran tinggi adalah dapat mengatur waktu pembuahan.

Kelengkeng jenis inianyak dibudidayakan di daerah-daerah dataran tinggi seperti Ambarawa, Temanggung dan daerah-daerah lainnya.

Adapun jenis kelengkeng dataran tinggi antara lain :

1. Kelengkeng Itoh

Kelengkeng Itoh tergolong kelengkeng dataran tinggi unggulan, kelengkeng ini mampu menghasilkan daging buah yang tebal, kering, tekstur yang renyah dan rasa yang super manis.

Kelengkeng Itoh merupakan hasil perpaduan antara kelengkeng Diamond River dan kelengkeng Puangray dari Thailand, meskipun tergolong kelengkeng dataran tinggi kelengkeng itoh mampu beradaptasi dengan dataran rendah, akan tetapi untuk menghasilkan buah harus dirangsang dengan aplikasi pupuk atau pemberian hormon tambahan.

2. Kelengkeng New Kristal

Kelengkeng New Kristal mampu menghasilkan buah dengan dompolan yang super banyak, bahkan satu dompolnya bisa mencapai 3-4 kg

Daging buahnya tebal, kenyal, cenderung kering dengan rasa yang manis

Kelengkeng New Kristal merupakan jenis kelengkeng dataran tinggi unggulan, dan penyempurnaan dari kelengkeng itoh. Pohon kelengkeng new kristal mampu beradaptasi dengan baik dan berbuah pada dataran rendah.

3. Kelengkeng Kinglong

Kelengkeng Kinglong atau raja kelengkeng berasal dari negara Tiongkok, kelengkeng Kinglong mulai dikenal di Indonesia mulai tahun 2000 hingga kini.

Kelengkeng Kinglong  sering disebut mata naga  oleh masyarakat Tiongkok karena tampilan melintang buah sewaktu dibelah , bijinya berwarna coklat tua dan kadang hitam mengkilap serta daging buah yang menyelimuti serupa bola mata naga, sehingga kelengkeng ini sering disebut mata naga.

Kelengkeng dataran rendah

Kelengkeng dataran rendah ini telah berhasil menepis mitos bahwa tanaman kelengkeng  hanya mampu tumbuh dan berbuah khusus pada dataran tinggi yang berhawa sejuk.

Kelengkeng dataran rendah pada umumnya mampu berbuah sendiri secara alami tanpa perlakuan khusus, inilah yang menjadi keunggulan dan daya tarik para petani untuk membudidayakan kelengkeng dataran rendah.

Adapun jenis kelengkeng dataran rendah antara lain :

1. Kelengkeng Diamond River

Kelengkeng Diamond River merupakan kelengkeng dataran rendah yang cepat berbuah keunggulan lainnya adalah buahnya yang super manis dan kegenjahannya ketika berbuah, kelengkeng jenis ini cenderung berair inilah yang menjadi kelemahannya. Percabangan banyak, tajuk daun rimbun, cocok ditanam di pekarangan rumah untuk peneduh, mudah berbuah bahkan hampir tiap tahun berbuah.

Daun kelengkeng jenis diamond river berwarna hijau cerah, lebar dan ciri yang paling menonjol adalah pada tepian daun sedikit bergelombang.

2. Kelengkeng Pingpong

Kelengkeng termasuk jenis kelengkeng  super karena ukurannya yang sebesar bola pingpong, selain itu buahnya memiliki aroma yang harum dan wangi, dan rasanya yang sangat manis, kelengkeng pingpong juga bersifat genjah atau cepat berbuah.

Daging buahnya tipis, berbiji besar dan cenderung kering, dompolan buah lebat tapi karena percabangan yang jarang maka total buah yang dihasilkan dalam satu pohon menjadi sedikit, pucuk pohon cenderung tumbuh memanjang dengan percabangan yang jarang, inilah yang menjadi kekurangan dari kelengkeng jenis ini.

Memiliki daun yang oval dan melengkung ke bawah dan warnanya agak gelap.

3. Kelengkeng Puan Ray

Kelengkeng Puan Ray memiliki daging buah yang tebal dan berbiji kecil, tekstur daging buahnya cenderung kering. Kelengkeng ini berasal dari Thailand dan sangat cocok ditanam di dataran rendah.

Keunggulan lain dari kelengkeng ini adalah dapat dibudidayakan di dataran rendah dan cepat berbuah meski baru berumur satu tahun.

4. Kelengkeng Merah/ Ruby Longan

Kelengkeng Merah/ Ruby Longan tergolong kelengkeng yang eksklusif, karena memiliki keistimewaan pada tampilannya yang berwarna sangat menarik bahkan hampir semua  bagian pohon ini memiliki warna merah, mulai dari daun, batang hingga buahnya berwarna merah juga memiliki tingkat kemanisan paling tinggi mencapai 21 bricks.

Kelengkeng merah mampu tumbuh subur pada segala jenis dataran baik dataran rendah maupun tinggi.

Kelengkeng ini sangat cocok ditanam pada pot atau tabulampot, posturnya yang pendek dan posturnya yang rajih menjadi keunggulan tersendiri.

Demikian penjelasan mengenai jenis kelengkeng menurut tempat tumbuhnya, yang harus anda ketahui sebelum mulai membudidayakannya, agar terhindar dari kegagalan dalam budidaya buah kelengkeng dan tanaman kelengkeng bisa tumbuh dan berbuah optimal sesuai harapan anda, semoga bisa menambah wawasan  dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit kelengkeng dan perlengkapan pertanian lainnya siakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi

Artikel Terkait

Cara Membuat Benih Cabe Unggulan Cara membuat benih cabe unggulan sangatlah mudah, dan semua orang bisa melakukannya. Adapun cara dan bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai...
Budidaya Oyong/Gambas Oyong atau disebut juga gambas Tanaman ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, berasal dari India, namun telah beradaptasi dengan baik di Asia Tengga...
Menanam Daun Seledri di Polybag Keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak bercocok tanam. Penggunaan polybag menjadi alternatif paling dipilih karena selain efisien juga mampu mena...
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Mera... Setelah dijelaskan tentang Perawatan Tanaman Bawang Merah pada artikel sebelumnya kali ini KampusTani akan menyajikan ulasan tentang pengendalian hama...
Penanganan Pasca Panen Bawang Merah Untuk menghasilkan kualitas bawang merah yang baik harus mengikuti proses penanganan pasca panen bawang merah yang baik dan benar yang terdiri dari be...
Budidaya Jagung Manis Jagung manis (Zea mays saccharata) adalah tanaman yang rentan terhadap serangan hama dan penyakit dibanding jagung biasa. Namun dilihat dari nilai jua...
Cara Menanam Bawang Merah “TUK-TUK” Teknolologi pembijian bawang merah telah banyak dikembangkan oleh para ahli dalam negeri.. Selain itu, teknologi budidaya bawang merah di tingkat peta...
Cara Mengetahui MDPL Daerah Tertentu Tanpa Menggun... Rekan-rekan semuanya, dalam bercocok tanam kita pastinya memerlukan data dari lahan yang akan kita pakai untuk bercocok tanam, misalnya pH tanahnya, k...