Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari bahan organik seperti tanaman atau kotoran hewan yang telah melalui proses fermentasi. Dari berbagai macam bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik adalah kohe atau kotoran hewan kerbau.

Kohe atau kotoran hewan kerbau yang baru keluar dari perut kerbau jangan langsung digunakan sebagai pupuk, karena masih dalam proses penguraian yang menimbulkan suhu yang tinggi, sehingga apabila langsung diberikan kepada tanaman sebagai pupuk, tanaman akan layu bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Hal itu disebabkan karena kotoran kerbau mengandung karbon dan nitrogen, kandungan karbon lebih tinggi dari pada nitrogen, pada kondisi kotoran masih baru merangsang pertumbuhan bakteri pengurai yang bekerja dalam proses dekomposisi yang mana jika digunakan untuk memupuk tanaman bisa mengakibatkan naiknya suhu tanah yang dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu dan bahkan mati. Maka dari itu sebelum kotoran kerbau digunakan untuk pupuk harus difermentasikan terlebih dahulu.

Untuk mengetahui Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Kerbau meliputi alat, bahan dan tahapan-tahapan pembuatannya silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • Kotoran hewan kerbau
  • Sekam padi mentah
  • Abu dapur atau abu pembakaran jerami
  • MOL atau EM4 pertanian sebagai dekomposer
  • 600 gram gula merah, gula pasir atau molase
  • Air bersih 30 liter
  • Terpal untuk menutup

TAHAP PEMBUATAN

  • Tahap pertama menyiapkan starter atau pengurai untuk mempercepat proses fermentasi. Siapkan MOL atau mikroorganisme lokal sebanyak 3 liter, masukkan ke dalam 30 liter air, jika tidak ada bisa menggunakan EM4. Tambahkan 600 gram/6 ons gula merah yang telah dihaluskan. Aduk semua bahan hingga benar-benar larut. Untuk mengetahui apa itu MOL dan bagaimana cara membuatnya, silakan buka artikel KampusTani sebelumnya.
  • Campurkan kotoran kerbau dengan sekam padi mentah. Adapun perbandingan antara kotoran kerbau dengan sekam padi adalah 1:1. Jadi, jika kotoran kerbau yang digunakan adalah 1 karung kapasitas 50 kg, maka dibutuhkan sekam padi sebanyak 1 karung yang sama, tambahkan pula abu pembakaran atau abu dapur secukupnya. Fungsi abu pembakaran ini adalah untuk menetralkan keasaman dari kotoran kerbau. Campurkan semua bahan dengan mengaduknya hingga merata, kemudian hamparkan campuran bahan pupuk tersebut.
  • Siram hamparan bahan pupuk sedikit demi sedikit secara perlahan dengan larutan dekomposer hingga merata.
  • Tutup campuran bahan tersebut dengan terpal dan beri beban di sekitar terpal agar tidak mudah terbuka, usahakan pembuatan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari.
  • Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 28 hari. Proses fermentasi ini ditandai dengan suhu yang tinggi atau panas.
  • Selama proses fermentasi, lakukan pengadukan 7 hari sekali untuk membantu proses aerasi.
  • Ciri-ciri pupuk organik dari kotoran kerbau yang sudah jadi dan siap digunakan adalah wujudnya telah berubah dari aslinya, baunya telah berkurang dan tidak menyengat, suhunya berubah menjadi dingin/netral, teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam.

Demikian ulasan mengenai cara membuat pupuk organik padat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk organik ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube ALAM ORGANIK