Kohe atau kotoran hewan ayam yang baru keluar dari perut ayam jangan langsung digunakan sebagai pupuk, karena masih dalam proses penguraian yang menimbulkan suhu yang tinggi, sehingga apabila langsung diberikan kepada tanaman sebagai pupuk, tanaman akan layu bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Pada kondisi kotoran masih baru merangsang pertumbuhan bakteri pengurai yang bekerja dalam proses dekomposisi yang mana jika digunakan untuk memupuk tanaman bisa mengakibatkan naiknya suhu tanah yang dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu dan bahkan mati.

Maka dari itu sebelum kotoran ayam digunakan untuk pupuk harus difermentasikan terlebih dahulu.

Pada kotoran ayam yang belum difermentasi juga banyak mengandung bakteri jahat dan patogen yang bisa menghambat proses pertumbuhan dan merusak tanaman, oleh karena itu diperlukan proses fermentasi untuk membunuh bakteri jahat dan patogen tersebut bahkan parasit.

Proses fermentasi pada kotoran ayam juga berfungsi untuk mematikan biji-biji gulma ataupun rumput yang kemungkinan terdapat di dalamnya.

Selain itu proses fermentasi berfungsi untuk mengurai bahan-bahan organik yang terkandung dalam kotoran ayam untuk dijadikan sebagai sumber unsur-unsur hara yang stabil dan lebih mudah diserap oleh tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur.

Untuk mengetahui Cara Fermentasi Kohe Ayam, silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • 5 karung kotoran hewan/kohe ayam
  • 4 genggam pupuk urea
  • 20 tutup botol EM4 Pertanian
  • 2  genggam gula merah
  • 50 liter air bersih
  • Ember kapasitas 50 liter
  • Drum untuk penyimpanan saat proses fermentasi

PROSES PEMBUATAN

  • Tahap pertama siapkan starter, pengurai atau dekomposer untuk mempercepat proses fermentasi. Siapkan 50 liter air bersih dalam ember, untuk mempercepat proses fermentasi tambahkan 20 tutup botol EM4 (effective microorganisme 4) pertanian (kemasan warna kuning) yang berfungsi sebagai starter atau pengurai.  Tambahkan gula merah yang berfungsi sebagai sumber nutrisi atau makanan untuk mikroorganisme/bakteri-bakteri menguntungkan dalam cairan EM4 tersebut. Selain gula merah dapat digunakan pula gula pasir atau molase/tetes tebu. Tambahkan pula pupuk urea sebanyak 4 genggam. Untuk mendapatkan bahan kompos yang memiliki C/N rasio yang baik, dapat dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan yang mengandung Nitrogen tinggi pada bahan organik yang akan dikomposkan, seperti Urea dan Amonium Sulfat. Nitrogen tambahan tersebut dapat merangsang mikroorganisme dalam mendekomposisikan bahan organik. Aduk hingga semua bahan tercampur merata, diamkan beberapa saat agar bakteri-bakterinya mulai aktif.
  • Sortir kotoran ayam untuk memisahkannya dengan benda-benda asing yang kemungkinan tercampur seperti plastik, kayu, batu ataupun benda-benda asing lainnya. Bersamaan dengan penyortiran ini lakukan pula penggemburan pada kotoran ayam yang menggumpal agar nantinya proses penguraian lebih cepat.
  • Hamparkan kotoran ayam tersebut secara merata di atas terpal.
  • Siramkan larutan dekomposer menggunakan gembor atau sprayer pada hamparan kotoran ayam sambil diaduk hingga benar-benar merata. Tidak perlu sampai basah cukup lembab saja.
  • Masukkan semua kohe ayam yang telah dicampur larutan dekomposer ke dalam drum yang telah dilapisi dengan kantong plastik besar di dalamnya atau bisa juga menggunakan karung untuk proses fermentasi.
  • Tutup rapat agar tidak terkontaminasi udara luar dan setiap 1 minggu sekali perlu dibuka agar uap gasnya keluar.
  • Setelah kurang lebih 1 bulan, pupuk organik hasil fermentasi kotoran ayam siap untuk digunakan, yaitu dengan ciri-ciri wujudnya telah berubah dari aslinya, baunya telah berkurang dan berubah tidak menyengat, suhunya berubah menjadi dingin, teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam

Demikianlah ulasan mengenai Cara Fermentasi Kohe Ayam, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli EM4, molase, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Fakhri Novaldi