Pupuk kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup.

Pengomposan atau penguraian bahan organik sebenarnya sudah terjadi secara alami di alam bebas, seperti contoh terbentuknya humus di hutan, akan tetapi proses pengomposan alami ini memerlukan waktu yang cukup lama bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Sehingga dengan kemajuan teknologi di bidang pertanian telah ditemukan teknologi pengomposan yang dikelola oleh manusia, dan dengan teknologi tersebut pengomposan bahan organik dapat berjalan lebih cepat.

Bahan baku dalam pembuatan kompos berupa material organik dan organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.

Salah satu dari berbagai jenis material organik yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan kompos adalah jerami padi.

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian di Indonesia yang pemanfaatannya belum maksimal karena adanya faktor teknis dan ekonomis.  Penggunaan jerami sebagai pakan ternak alternatif di kala musim kering karena sulitnya mendapatkan hijauan juga masih sedikit.

Selain itu limbah jerami sering menjadi permasalahan bagi petani, sehingga sering di bakar untuk mengatasi masalah tersebut. Padahal pembakaran limbah pertanian seperti jerami meningkatkan kadar CO2 di udara yang berdampak terjadinya pemanasan global.

Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan jerami padi untuk diolah menjadi kompos, untuk meningkatkan unsur hara tanah serta dapat mengurangi biaya pembelian pupuk, karena jerami ini mengandung unsur hara yang bermanfaat untuk tanaman.

Untuk mengetahui Cara Membuat Kompos dari Jerami Padi silakan simak penjelasannya pada artikal berikut.

BAHAN DANA ALAT

  • Jerami
  • Sekam padi mentah
  • Kohe kambing
  • EM4 Pertanian
  • 250 gram gula merah
  • 20 liter air bersih
  • Terpal
  • Gayung

PROSES PEMBUATAN

Tahap pertama adalah pembuatan larutan dekomposer. Larutkan gula merah ke dalam 20 liter air yang telah disiapkan, untuk memudahkan dalam pelarutan iris halus terlebih dahulu. Tambahkan juga em4 pertanian sebanyak 250 ml ke dalam air tersebut. Aduk hingga benar-benar larut dan tercampur merata. Diamkan 10-15 menit agar mikroba dari EM4 yang tidur/dorman dapat bereaksi dan aktif kembali sehingga siap digunakan.

Hamparkan jerami kering dengan ukuran luas 2×1 meter ketebalan 20-30 cm kemudian padatkan, taburkan kohe kambing secara merata di atas jerami kemudian taburkan pula sekam padi secara merata. Siramkan secara merata larutan dekomposer diatas tumpukan bahan kompos hingga merata, untuk setiap lapisan digunakan 3-4 liter dekomposer.

Tambahkan lagi jerami, kohe kambing, dan sekam dan siram menggunakan dekomposer secara merata dengan dosis dan takaran yang sama, kemudian ulangi langkah yang sama hingga semua bahan terpakai.

Tutup tumpukan bahan kompos menggunakan terpal hingga benar-benar rapat dan tidak ada udara luar yang masuk untuk proses fermentasi.

Proses fermentasi berlangsung selama 3-4 minggu, selama proses fermentasi lakukan pemantauan secara berkala, jika terlalu kering bisa diberi air.

Setelah melalui proses fermentasi kurang lebih 3-4 minggu, kompos dari jerami siap untuk digunakan.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Kompos dari Jerami Padi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli kompos ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi Sentratani.com

Referensi: Channel Youtube Cecep Arief Syaripudin