Bunga marigold tak hanya cantik tapi juga banyak manfaat, selain sebagai tanaman hias, tanaman dengan nama latin Tagetes Erecta ini digunakan sebagai antiseptik, anti jamur, stimulan, pewarna alami dan sebagai persembahan dalam upacara keagamaan.

Budidaya marigold memiliki prospek bisnis yang bagus, sebagai contoh di Bali kebutuhan bunga ini sangat besar rata-rata 40 ton per hari, jumlah tersebut diluar permintaan saat hari raya tiba.

Masyarakat Bali memanfaatkan bunga marigold sebagai pelengkap ritual sembahyang, selain itu tempat spa, hotel dan bandara juga menggunakan marigold sebagai hiasan.

Budidaya marigold ternyata tidak sulit dan bisa dilakukan siapa saja, jika anda tertarik untuk menanam marigold langkah awal adalah memilih varietas terbaik, berikut ini penjelasan cara budidaya bunga marigold.

 

Tahap pengolahan tanah

Setelah mendapatkan benih bermutu langkah selanjutnya adalah olah tanah

Gemburkan lahan dengan cara ditraktor atau dicangkul, taburkan kapur pertanian atau dolomit untuk menetralkan pH tanah, kebutuhan kapur pertanian disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah sebelum diberi perlakuan, misalnya jika pH awal 5,6 maka kebutuhan kapur pertaniannya sebanyak 2,65 ton per hektar.

Buat bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 1-1,5 m dan panjang menyesuaikan kondisi lahan, sedangkan jarak antar bedengan 60 cm

Bersamaan dengan itu lahan diberi pupuk kandang sebanyak 15-20 ton per hektar, selanjutnya campur dengan tanah sampai merata.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik hitam perak, pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada siang hari saat matahari terik agar mulsa dapat ditarik dan dikembangkan maksimal.

Setelah 3-5 hari di atas bedengan dibuat lubang tanam dengan jarak 50×50 cm.

 

Tahap persemaian

Benih marigold harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam dalam bedengan, proses semai dapat dilakukan berbarengan dengan olah tanah.

Media tanam yang digunakan untuk semai adalah campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang dan sabut kelapa dengan perbandingan 1:1:1:1.

Masukkan media tanam ke dalam pot tray/tray semai, dan benih ditanam dengan posisi sayap benih diatas.

Selama persemaian penyiraman wajib dilakukan setiap hari,  bahkan jika persemaian dilakukan pada musim kemarau, ada baiknya penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

Setelah umur 16-18 hari pasca semai bibit siap dipindah tanam pada bedengan.

 

Tahap penanaman

Tahapan berikutnya adalah bibit dipindah pada lubang tanam, setiap lubang tanam diisi dengan 1 bibit, proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari dan langsung diikuti penyiraman agar bibit tidak layu kepanasan, di fase awal pertumbuhan tanaman sangat membutuhkan pasokan air, karenanya pada umur satu minggu sejak pindah tanam tanaman wajib disiram setiap hari, untuk selanjutnya tanaman bisa disiram 2-3 hari sekali tergantung kondisi cuaca.

 

Tahap perawatan

Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan marigold memerlukan proses pemupukan lanjutan, pemupukan lanjutan diberikan dengan ditugal dan dikocor.

Pupuk kocor diberikan satu minggu setelah tanam dan diberikan interval 2 minggu sekali, sedangkan pupuk tugal diberikan saat umur 10 HST dengan dosis 10 gram/tanaman, 24 HST dengan dosis 15 gram/tanaman dan 38 HST dengan dosis 20 gram/tanaman, dengan pupuk majemuk NPK atau pupuk tunggal yaitu berupa campuran pupuk UREA, TSP dan KCL.

Selain pemupukan susulan juga perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit, pengendaliannya akan lebih bagus dilakukan dengan cara preventif yaitu penyemprotan pestisida berkala. Dosis dan cara aplikasinya sesuai dengan rekomendasi dari produsen pestisida yang biasanya tertera pada kemasan.

Jenis hama yang rawan menyerang adalah tungau.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan berbarengan dengan mencampurkan insektisida dan fungisida.

Demikian pula bila pada jadwal penyemprotan pupuk daun atau pupuk mikro, aplikasinya bisa dibarengkan.

 

Tahap pemanenan

Tanaman marigold sudah dapat dipanen perdana pada usia 55-56 HST tergantung varietas yang digunakan, selanjutnya panen dapat dilakukan berulang hingga sekitar 20 kali petikan.

Supaya kualitas panen terjaga baik, disarankan proses panen dilakukan pagi atau sore hari, rata-rata dalam satu siklus tanam, total hasil panen yang dapat diraih mencapai 25-26 ton per hektar.

                           

Demikian penjelasan cara budidaya bunga marigold yang kami paparkan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.

Untuk membeli bibit marigold silakan kunjungi SentraTani.com