Grafting adalah penggabungan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sehingga tercapai persenyawaan, dimana tanaman gabungan ini akan tumbuh terus sebagai tanaman baru.

Pada awalnya tujuan grafting ini antara lain adalah :

  1. Memperoleh bibit tanaman dengan kualitas hasil yang pasti (dapat diketahui).
  2. Memperoleh bibit tanaman yang cepat berproduksi.
  3. Memperoleh tanaman yang kokoh pada batang bawahnya dan kualitas buah/bunga yang baik pada batang atasnya.
  4. Memperbaiki jenis tanaman yang telah tumbuh dengan jenis yang diinginkan dengan mengganti pucuk tanaman tersebut.

Sekarang grafting juga bertujuan untuk menghasilkan sebuah tanaman dengan berbagai macam jenis buah atau bermacam-macam warna bunga. Sebuah pohon durian misalnya dapat menghasilkan buah dengan jenis durian montong, musang king, duri hitam sekaligus atau sebatang pohon bougenvil dengan bunga berwarna merah, putih, kuning dan pink sekaligus.

Grafting terbagi dalam beberapa cara diantaranya adalah:

  • Sambung batang, misalnya sambung pucuk, Sambung sisip
  • Sambung mata tunas (okulasi).

Diantara tanaman yang dapat dilakukan grafting adalah tanaman durian dengan salah satu metode grafting berupa sambung sisip.

Sambung sisip adalah salah satu jenis teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang merupakan modifikasi dari teknik okulasi. Teknik pembibitan ini merupakan proses menghasilkan dahan baru dengan cara menyambungkan dahan muda yang secara teknik menyerupai okulasi, jika okulasi menggunakan mata tunas sebagai sambungannya, sedangkan pada teknik sambung sisip menggunakan ranting muda sebagai sambungannya.

Pada prinsipnya, sambung sisip adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, ataupun stock. Bagian atas yang digunakan untuk menyambung disebut dengan scion.

Pada artikel kali ini Kampustani akan mengulas mengenai sambung sisip tanaman durian dengan 2 jenis entres pada satu pohon atau Teknik Double Grafting Tanaman Durian menggunakan metode sambung sisip, berikut ini ulasannya :

Dalam pembuatan bibit durian melalui sambung sisip ini hampir sama seperti tempel mata tunas atau okulasi, dimana batang atas dan batang bawah harus siap dalam waktu bersamaan, batang bawah yang bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

PERSIAPAN BATANG BAWAH

Siapkan bibit durian hasil persemaian dari biji yang batangnya telah sebesar jari. Pilih bibit yang subur dan pertumbuhannya baik.

PERSIAPAN BATANG ATAS

Siapkan batang atas atau entres yang dipilih dari pohon induk. Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

  • Ambil entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak sedang tumbuh ( tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan memiliki tunas-tunas kecil pada ketiak daun.
  • Potong entres pilihan kemudian pangkas semua daun dan rantingnya.
  • Untuk melindungi mata tunas, saat pemangkasan daun pada entres sisakan sedikit batang pangkal daun dimana mata tunas tumbuh pada ketiak daun.

TAHAP PENYAMBUNGAN

Pilih bagian batang yang lurus pada batang bawah, pada ketinggian sekitar 30-40 cm dari pangkal batang, sayat/kupas kulit batang sepanjang 2-3 cm dan lebar setengah cm, penyayatan dilakukan dari atas ke bawah, kemudian potong kulit sayatan, akan tetapi sisakan sedikit di bagian bawahnya untuk menyisipkan entres. Karena disini kita akan membuat double grafting/sisip ganda maka buatlah 2 sayatan sejajar kiri kanan  denga ketinggian yang sama dari pangkal batang, tujuannya agar nantinya tidak terjadi kompetisi tumbuh diantara 2 entres.

Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, akan tetapi sayatan dibuat lebih panjang sebelah. Irisan dibuat selurus mungkin sehingga saat ditempelkan tidak terdapat rongga dan menempel dengan sempurna. Perlakukan pula dengan hal yang sama pada entres jenis yang lain.

Sisipkan dan tempelkan entres pada sayatan, kemudian ikat sisip/tempelan menggunakan plastik PE 02 atau grafting tape atau plastik es lilin. Pengikatan dilakukan dari bawah ke atas, lakukan dengan hati-hati saat mengikat pada mata tunas agar mata tunas tidak patah, ikat hingga seluruh entres tertutup plastik, kemudian ikat rapat agar saat hujan air tidak masuk pada sisipan entres.

Setelah 1 bulan sejak penyambungan biasanya sambungan sudah mulai hidup dan pecah tunas, pada isia ini kerat batang bawah diatas sambungan seperti keratan mencangkok, tujuannya agar pertumbuhan entres lebih cepat karena transfer nutrisi terhalang keratan sehingga terfokus pada enters.

Setelah entres tumbuh agak panjang saatnya batang utama diatas sambungan dipotong dan pada potongan ditutup menggunakan plastik agar pertumbuhan entres sambungan lebih cepat.

Demikian ulasan mengenai Teknik Double Grafting Tanaman Durian, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit durian maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube tani bibit