Sambung Sisip Jambu Air Madu

Sambung sisip adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

Teknik ini merupakan proses menghasilkan dahan baru dengan cara menyambungkan dahan muda yang secara teknik menyerupai okulasi, jika okulasi menggunakan mata tunas sebagai sambungannya, sedangkan pada teknik sambung sisip menggunakan ranting muda/entres sebagai sambungannya.

Sambung sisip ini dapat diterapkan pada bibit tanaman jambu air madu yang ditanam dari bijinya dengan tujuan memperbaiki kualitasnya dan bisa juga diterapkan pada tanaman dewasa untuk mengkombinasikan beberapa jenis jambu air dalam 1 pohon.

Untuk mengetahui cara Sambung Sisip Jambu Air Madu secara lengkap, berikut ini penjelasannya.

Dalam pembuatan bibit jambu air melalui sambung sisip sama seperti grafting, dimana batang atas dan batang bawah harus siap dalam waktu bersamaan, batang bawah bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

BATANG BAWAH

Siapkan bibit jambu air hasil persemaian dari biji yang batangnya telah sebesar pensil atau lebih atau sudah berumur sekitar 6 bulan. Pilih bibit yang subur dan pertumbuhannya baik.

Batang bawah yang baik untuk dilakukan sambung sisip ditandai dengan batang yang kambiumnya basah hal ini dapat dilihat dari kulit batang yang mudah dikupas dan setelah dikupas terlihat kambiumnya masih basah.

Batang bawah ini bisa juga dari tanaman dewasa dengan memilih pada bagian mana cabang yang akan diberi perlakuan sambung sisip.

BATANG ATAS/ENTRES

Siapkan batang atas atau entres yang dipilih dari pohon induk. Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

Ambil entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak sedang tumbuh ( tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan memiliki tunas-tunas kecil pada ketiak daun.

Entres yang baik adalah yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda ditandai dengan warna batang hijau dan sudah kokoh. Entres dengan kriteria tersebut akan lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan entres yang sudah tua.

Jangan pula menggunakan entres yang masih muda yang ditandai dengan warna entres hijau kemerahan, karena entres tersebut akan cepat menyusut dan busuk.

Potong entres pilihan kemudian pangkas semua daun dan rantingnya. Untuk melindungi mata tunas, saat pemangkasan daun pada entres lakukan denganĀ  hati-hati dan sisakan sedikit batang pangkal daun karena mata tunas berada pada ketiak daun.

TAHAP PENYISIPAN

Pilih bagian yang lurus pada batang bawah, kupas kulit batang sepanjang 2-3 cm, dari atas ke bawah kemudian potong kulit sayatan, akan tetapi sisakan sedikit di bagian bawahnya untuk menyisipkan entres.

Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, akan tetapi sayatan dibuat lebih panjang sebelah. Irisan dibuat selurus mungkin sehingga saat ditempelkan tidak terdapat rongga dan menempel dengan sempurna.

Tempelkan entres pada sayatan, kemudian ikat sambungan menggunakan plastik PE atau grafting tape. Pengikatan dilakukan dari bawah ke atas, lakukan dengan hati-hati saat mengikat pada mata tunas agar mata tunas tidak patah, ikat hingga seluruh entres tertutup plastik, kemudian ikat ujung plastik agar tidak mudah lepas.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa penempelan ini harus segera dilakukan sebelum kambiumnya kering.

Setelah kurang lebih 1 bulan sejak penyisipan biasanya pada entres sudah mulai tumbuh dan pecah tunas, dan pada usia ini batang utama diatas sambungan dipotong agar pertumbuhan entres sambungan lebih cepat. Sedangkan plastik pengikat dapat dibuka jika entres sudah terlihat menempel dengan sempurna.

Demikian ulasan mengenai Cara Sambung Sisip Jambu Air, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli bibit jambu air madu maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Denda SJ

Bacaan Terkait

budidaya daun bawang

Budidaya Daun BawangBudidaya Daun Bawang

Bawang daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia ada tiga macam, yaitu: Bawang prei atau leek (Allium porum L.), tidak berumbi dan mempunyai daun yang lebih lebar dibandingkan dengan bawang merah