Pupuk Daun Tanaman Kakao

Pemupukan pada tanaman kakao selain dilakukan pada tanah ada juga pupuk yang diaplikasikan melalui daun. Pemupukan daun ini memiliki fase seperti pemupukan pada tanah yaitu fase vegetatif dan generatif. Pemupukan daun pada tanaman kakao ini harus dilakukan dengan tepat agar pupuk dapat memberikan manfaat secara optimal bagi tanaman kakao tersebut. Ketepatan yang harus terpenuhi yaitu tepat jenis pupuk, tepat dosis, tepat waktu aplikasi dan tepat cara aplikasinya.

Untuk mengetahui apa saja Pupuk Daun Tanaman Kakao, kapan waktu aplikasinya dan bagaimana cara aplikasinya silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

JENIS PUPUK

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa pemupukan pada tanaman kakao ini terdiri dari 2 fase yaitu vegetatif dan generatif. Dari masing-masing fase pemupukan membutuhkan pupuk dengan kandungan unsur hara yang berbeda.

Pupuk untuk fase vegetatif adalah pupuk yang berfungsi merangsang pertumbuhan tunas baru, daun muda atau untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman, adapun pupuk yang dibutuhkan tanaman kakao pada fase ini adalah pupuk dengan kandungan N dan P yang tinggi. Seperti contoh pupuk Gandasil D yang memiliki kandungan Nitrogen (N) 20 %, Fosfor (P2O5) 15 % kalium (K2O) 15 %, Magnesium (Mg SO4) 1 % Dilengkapi dengan unsur-unsur Mangan (Mn), Boron (B), Tembaga (Cu), Kobal (Co) dan Seng (Zn), juga vitamin. Pupuk Gandasil D merupakan pupuk NPK majemuk dan sebagai pupuk daun foliar berbentuk kristal yang mampu mendorong pertumbuhan tanaman sehingga dapat tumbuh lebih cepat, juga mampu menginduksi fase pertumbuhan vegetatif pada tanaman yakni pada pertumbuhan daun. Hal ini terlihat dari kandungan Nitrogen (N) yang lebih dominan dibandingkan unsur dan senyawa lainnya. Atau bisa juga menggunakan pupuk sejenis lainnya yang mudah didapatkan, seperti misalnya kristalon hijau, green joss dan sebagainya. Selain itu gunakan pula pupuk yang mengandung ZPT untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.

Pupuk fase vegetatif ini diaplikasikan pada usia tanaman dibawah 2 atau 3 tahun.

Sedangkan untuk fase generatif atau fase pembuahan pupuk yang digunakan adalah pupuk dengan kandungan P dan K yang tinggi seperti pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate) dengan kandungan P2O5 (Phosphate) : 53% K2O (Potassium Oxide) : 34% yang juga dapat berfungsi sebagai pupuk pembuahan dan pencegahan kerontokan bunga. Bisa juga menggunakan pupuk Gandasil B dengan kandungan Nitrogen 6% N, Fosfor 20% P2O2, Kalium 30% K2O, Magnesium 1% Mg So4 atau bisa juga menggunakan pupuk Kristalon merah.

Dan pada saat tanaman kakao berproduksi dapat pula ditambahkan pupuk kalsium dan boron untuk mencegah kerontokan.

WAKTU APLIKASI

Untuk waktu aplikasi pupuk daun sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada pagi hari dilakukan sebelum pukul 10 pagi karena pada saat itu stomata daun sedang terbuka sehingga penyerapan pupuk lebih maksimal, sedangkan untuk sore hari dilakukan diatas pukul 3 sore.

CARA APLIKASI

Cara aplikasi pupuk daun ini dilakukan dengan cara disemprotkan secara merata ke seluruh bagian daun dan usahakan posisi mata sprayer dalam posisi rapat agar menghasilkan semprotan yang halus sehingga mudah menempel pada daun. Dan agar pupuk dapat menempel dengan baik tambahkan pula perekat yang banyak dijual di toko-pertanian.

Karena pupuk diaplikasikan dengan disemprotkan maka sebelum diaplikasikan terlebih dahulu pupuk-pupuk tersebut dilarutkan dengan air sesuai dosis yang biasanya tertera pada label kemasan produk.

Pupuk daun pada tanaman kakao ini diaplikasikan setiap 14 hari sekali.

Demikian ulasan mengenai Pupuk Daun Tanaman Kakao, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk, benih kakao ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube LANDUH