Perawatan tanaman semangka dimulai pasca penanaman bibit pada lahan, adapun secara garis besar perawatan tanaman semangka tersebut meliputi penyulaman, penyiraman, pemupukan susulan, pemangkasan serta pengendalian hama dan penyakit.

Adapaun penjelasan lengkap mengenai perawatan tanaman semangka adalah sebagai berikut :

PENYULAMAN

Apabila setelah penanaman ditemukan tanaman yang mati, maka secepatnya dilakukan penyulaman/penanaman kembali, penanaman kembali selambat-lambatnya 14 hari setelah penanaman, tujuannya agar pertumbuhan tanaman secara keseluruhan dapat seragam.

PENYIRAMAN

Lakukan penyiraman rutin pagi dan sore hari agar tanaman tidak layu dan kerdil, namun hentikan penyiraman saat awal pembentukan bunga betina, penyiraman dilakukan kembali saat buah sudah terbentuk.

Sedangkan saat buah mencapai ukuran maksimal, penyiraman kembali dikurangi, agar kadar gula buah tetap terjaga.

PEMUPUKAN SUSULAN

Seperti yang telah kita ketahui bahwa pemupukan pada tanaman semangka terbagi menjadi 2, yaitu pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar diberikan pada saat awal pengolahan dan persiapan lahan, sedangkan pupuk susulan diberikan setelah tanaman ditanam, untuk menyuplai kebutuhan nutrisi selama tanaman tumbuh dan berkembang.

Pemupukan susulan tanaman semangka dilakukan sebanyak 5 kali, adapun dosis dan kebutuhan pupuknya adalah sebagai berikut :

  • Pada saat umur tanaman 7 hari setelah tanam (HST) pupuk yang diaplikasikan adalah NPK 4,5 gr/tanaman dan KNO3 2,5 gr/tanaman.
  • Pada saat umur tanaman 14 hari setelah tanam (HST) pupuk yang diaplikasikan adalah NPK 8,5 gr/tanaman dan KNO3 2,5 gr/tanaman.
  • Pada saat umur tanaman 21 hari setelah tanam (HST) pupuk yang diaplikasikan adalah NPK 12,5 gr/tanaman dan KCL 15 gr/tanaman.
  • Pada saat umur tanaman 35 hari setelah tanam (HST) pupuk yang diaplikasikan adalah NPK 12,5 gr/tanaman dan ZA 8,5 gr/tanaman.
  • Pada saat umur tanaman 45-50 hari setelah tanam (HST) pupuk yang diaplikasikan adalah ZA 10 gr/tanaman.

PEMANGKASAN

Lakukan pula pemangkasan cabang, caranya yaitu dengan memotong cabang utama dari tanaman semangka setelah ruas ke 5, selanjutnya dipelihara 3 cabang samping. Tujuan dari pemangkasan ini adalah agar unsur hara yang diserap tanaman lebih terpusat pada perkembangan buah.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Agar kualitas dan kuantitas hasil panen tidak menurun, pengendalian hama dan penyakit merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan.

Pengendaliannya akan lebih bagus melalui penyemprotan racun pestisida secara berkala, adapun waktu penyemprotannya adalah pagi pukul 06.00-10.00 atau sore pukul 15.00-17.00.

Dosis dan cara aplikasinya disesuaikan dengan rekomendasi dari produsen racun pestisida yang biasanya tertera pada kemasan produk.

Adapun hama dan penyakit yang menyerang tanaman semangka adalah kutu kebul, kutu daun, thrips, penggorok daun, lalat buah, kumbang pemakan daun (oteng-oteng), antraknosa, bercak daun, layu fusarium dan embun tepung .

Demikian ulasan mengenai perawatan tanaman semangka, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih semangka, pupuk, pestisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Agro TV Indonesia