Pada semangka berbiji proses pembuahan bisa terjadi tanpa dikawinkan, tapi untuk semangka non biji harus ada campur tangan petani untuk penyerbukan bunga, sebab bunga jantan pada semangka non biji steril alias mandul sehingga jika terjadi perkawinan meskipun dalam satu tanaman pun tidak akan menghasilkan buah.

Pada semangka non biji, penyerbukan harus dilakukan secara manual, ambil bunga jantan (serbuk sari) semangka berbiji secukupnya dan oleskan secara merata pada putik bunga betina semangka non biji.

Penyerbukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, antara pukul 06.00-09.00. Bunga jantan diambil sore hari sebelumnya, yang diambil adalah bunga jantan yang diperkirakan esok hari akan mekar.

Penyerbukan dapat dilakukan ketika tanaman berusia 25 HST dan hanya dapat dilakukan hingga tanaman berusia 35 HST.

Jika pengerjaan penyerbukan buatan ini berlangsung pada musim hujan, bunga yang telah dikawinkan sebaiknya langsung ditutup dengan plastik dan diikat, setelah menjadi buah plastik dapat dibuka.

Penyerbukan dilakukan pada semua bunga betina yang ada pada setiap ranting sekunder dan batang utama, mulai dari daun ke-14 dan seterusnya.

Kemudian seleksi buah ketika buah dipastikan jadi, yaitu ketika buah berukuran sebesar buah duku. Buanglah buah yang kurang bagus, sisakan satu buah pada setiap ranting sekunder dan batang utama jika memungkinkan. Jika tanaman kurus atau kurang subur cukup sisakan satu buah saja, tujuannya agar buah dapat tumbuh optimal.

Buah yang dipelihara, selanjutnya diberi alas berupa jerami atau bambu agar buah tidak menjadi busuk.

Perlu juga dilakukan pembalikan buah untuk mendapatkan warna kulit buah yang seragam.

Demikian ulasan mengenai cara penyerbukan semangka, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih semangka ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com.