Salah satu penyakit yang biasa menyerang tanaman bawang merah adalah penyakit embun bulu. Penyakit embun bulu disebabkan oleh cendawan peronospora destructor.

Pada musim hujan seperti sekarang ini dengan kondisi suhu udara malam hari yang relatif rendah dan juga lembab, dapat memicu terinfeksinya jamur peronospora destructor pada tanaman bawang merah.

Jamur peronospora destructor ini merupakan jamur yang bersifat tular darat, tular udara, tular bibit dan juga tular tanah, terlebih jika lahan atau tanah budidaya basah, drainase buruk dan pH tanah bersifat asam.

Pada kondisi yang lembab, berkabut atau curah hujan tinggi, cendawan akan membentuk masa spora yang sangat banyak, yang terlihat sebagai bulu-bulu halus berwarna ungu yang menutupi daun bagian luar dan batang (umbi). Gejala kelihatan lebih jelas jika daun basah terkena embun.

Jika infeksi terjadi pada awal pertumbuhan, tanaman masih mampu bertahan hidup tetapi pertumbuhan tanaman terhambat dan daun berwarna hijau pucat. Bila

udara lembab, daun yang terserang akan menunjukkan bintik-bintik berwarna ungu dan membusuk, sedangkan bila udara kering daun yang terserang akan menunjukkan bintik-bintik putih.

Bercak infeksi pada daun mampu menyebar ke bawah hingga mencapai umbi lapis, kemudian menjalar ke seluruh lapisan, akibatnya, umbi menjadi berwarna coklat. Serangan lanjut akan mengakibatkan umbi membusuk, tetapi lapisan luarnya mengering dan berkerut, daun layu dan mengering, sering dijumpai anyaman miselia yang berwarna hitam. Gejala lokal biasanya merupakan akibat infeksi sekunder, yang mengakibatkan bercak pada daun yang berwarna pucat dan berbentuk lonjong, yang mampu menimbulkan gejala sistemik seperti tersebut di atas.

Untuk mengetahui cara Pengendalian Penyakit Embun Bulu Pada Bawang Merah, silakan simak penjelasannya berikut ini.

  • Usahakan memilih waktu tanam yang tepat, penanaman pada musim kemarau dapat menekan serangan penyakit embun bulu.
  • Lakukan pengolahan tanah yang baik.
  • Penggunaan varietas tahan, seperti varietas kuning, bima dan sumenep, varietas bauji.
  • Melakukan seleksi bibit dan hanya menggunakan bibit umbi yang berasal dari tanaman sehat, kompak (tidak keropos) tidak luka/kulit tidak terkelupas, warnanya mengkilat.
  • Melakukan pergiliran/rotasi tanaman untuk memutus siklus OPT.
  • Memperbaiki aerasi dan drainase agar tidak ada air yang tergenang dan kelembaban pertanaman tidak terlalu tinggi dan juga memperlebar jarak tanam terutama pada musim penghujan.
  • Lakukan pemupukan berimbang terutama pada budidaya bawang merah pada musim hujan, jangan terlalu banyak menggunakan unsur nitrogen/nitrat karena air hujan sudah mengandung nitrat, karena dapat mengakibatkan tanaman menjadi over nitrat dan tanaman menjadi sukulen karena bertambahnya ukuran sel dengan dinding sel yang tipis maka tanaman akan mudah terserang OPT, baik itu jamur, bakteri ataupun hama.
  • Melakukan sanitasi berupa pengambilan dan pemusnahan tanaman yang terinfeksi, karena sangat mudah sekali menular pada tanaman yang lain.
  • Melakukan penyiraman (pembilasan) pada pagi hari sebelum sinar matahari muncul untuk melarutkan spora dari peronospora destructor agar tidak menginfeksi tanaman, karena apabila sampai muncul matahari dan spora belum terbilas, maka ini akan dapat merusak jaringan daun sehingga selnya akan rusak.
  • Lakukan aplikasi atau penyemprotan fungisida, dengan menggunakan fungisida yang berbahan aktif tiram.

Demikian ulasan mengenai Pengendalian Penyakit Embun Bulu Pada Bawang Merah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit bawang merah, fungisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Syahuri Achmad