Peranan pupuk dalam budidaya tanaman sangatlah vital. Pupuk bisa diibaratkan seperti makanan pada manusia. Hal ini dikarenakan di dalam pupuk terkandung berbagai unsur hara baik makro maupun mikro yang merupakan asupan nutrisi bagi tanaman untuk menunjang pertumbuhan, perkembangannya maupun pembuahan.

Pemupukan pada tanaman terdapat 2 fase yaitu pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar diberikan pada saat awal pengolahan dan persiapan lahan, sedangkan pupuk susulan diberikan setelah tanaman ditanam, untuk menyuplai kebutuhan nutrisi selama tanaman tumbuh dan berkembang.

Pemberian pupuk susulan terbagi menjadi 3 fase yaitu fase vegetatif (pertumbuhan awal), generatif (pembungaan dan pembuahan) serta fase pembesaran atau pematangan buah.

Akan tetapi meskipun pemupukan itu penting untuk dilakukan, jika dalam aplikasinya berlebihan akan berdampak buruk pada tanaman. Jadi pemupukan harus berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Untuk itu pada artikel kali ini kami akan mengulas cara memberikan pupuk susulan pertama pada tanaman semangka atau pemupukan semangka pasca tanam.

Pemupukan susulan pertama pada tanaman semangka ini dilakukan 7 hari pasca penanaman, dimana pemupukan ini bertujuan agar pertumbuhan pada fase vegetatifnya dapat optimal, adapun jenis pupuk, dosis dan cara aplikasinya adalah sebagai berikut :

  • Pupuk NPK Phonska plus 2 sendok makan.
  • Pupuk Urea/ZA 1 sendok makan.
  • Pupuk Ultradap 1 sendok makan.
  • Pupuk KNO3 Putih 2 sendok makan.
  • Pupuk kalsium 2 sendok makan.

Dosis tersebut di atas adalah takaran untuk dilarutkan ke dalam 10 liter air, karena pemupukan yang akan kita lakukan adalah menggunakan sistem kocor. Sedangkan untuk takaran yang lebih banyak bisa menyesuaikan dengan takaran di atas.

Campurkan pupuk-pupuk tersebut ke dalam 10 liter air, aduk hingga benar-benar larut.

Sebelum pupuk diaplikasikan, terlebih dahulu buatlah lubang menggunakan tugal di samping tanaman semangka dengan jarak 10-15 cm dan kedalaman 10-15 cm untuk memasukkan larutan pupuk. Pada saat pemupukan usahakan tanah dalam keadaan basah atau lembab agar pupuk dapat terserap tanaman secara maksimal.

Adapun dosis pemupukannya adalah 220ml/ tanaman atau satu gelas bekas air mineral.

Aplikasi pupuk dilakukan dengan cara mengocorkan atau memasukkan larutan pupuk ke dalam lubang yang telah dibuat sebelumnya kemudian tutup kembali menggunakan tanah, lakukan pemupukan dengan hati-hati jangan sampai mengenai daun tanaman.

Untuk larutan pupuk sebanyak 10 liter biasanya dapat digunakan untuk memupuk 50-70 tanaman, sehingga pemupukan tanaman menggunakan metode kocor ini lebih hemat dalam penggunaan pupuk.

Demikianlah ulasan mengenai pemupukan semangka pasca tanam, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih semangka, pupuk, maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN