Pemupukan pada tanaman semangka terdapat 2 fase yaitu pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar diberikan pada saat awal pengolahan dan persiapan lahan, sedangkan pupuk susulan diberikan setelah tanaman ditanam, untuk menyuplai kebutuhan nutrisi selama tanaman tumbuh dan berkembang.

Pemberian pupuk susulan terbagi menjadi 3 fase yaitu fase vegetatif (pertumbuhan awal, pemupukan 1 dan 2), fase generatif (pembungaan dan pembuahan) serta fase pembesaran atau pematangan buah.

Pemupukan susulan pertama pada tanaman semangka ini dilakukan 7 hari pasca penanaman, sedangkan pemupukan ke 2 dilakukan 14 hari pasca pemupukan ke pertama, pemupukan 1 dan 2 ini bertujuan agar pertumbuhan pada fase vegetatif dapat optimal. Pemupukan susulan ke 3 atau pemupukan fase generatif dilakukan 14 hari pasca pemupukan ke 2, dimana pemupukan ke 3 ini merupakan pemupukan fase generatif/pembungaan dan pembuahan, sedangkan pemupukan susulan ke 4/pemupukan terakhir dilakukan saat buah semangka sudah sebesar telur.

Akan tetapi meskipun pemupukan itu penting untuk dilakukan, jika dalam aplikasinya berlebihan akan berdampak buruk pada tanaman. Jadi pemupukan harus berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman berdasarkan fase pertumbuhannya.

Pemupukan susulan ke 3 ( fase generatif)

Pada artikel kali ini akan kami ulas mengenai pemupukan susulan ke 3 tanaman semangka atau pemupukan pada fase generatif, tanaman semangka yang telah memasuki fase generatif ditandai dengan telah munculnya bunga.

Pemupukan fase generatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pembungaan dan pembuahan, adapun jenis pupuk, dosis dan cara aplikasinya adalah sebagai berikut:

  • Pupuk NPK, dengan dosis 2gr/liter air
  • Pupuk KNO3 Merah yang berfungsi untuk mempercepat proses pembungaan dan pembuahan, dan meningkatkan produksi dan kualitas buah, dengan dosis 2-5 gr/liter air
  • Pupuk KNO3 Putih dengan kandungan kalium yang tinggi sehingga dapat mencegah kerontokan bunga dan buah, dengan dosis 2-5 gr/liter air
  • Pupuk kalsium yang berfungsi sebagai antibodi bagi tanaman semangka yaitu untuk mencegah serangan hama dan penyakit, dengan dosis 2 gr/liter air

Dosis tersebut di atas adalah takaran untuk dilarutkan ke dalam air, karena pemupukan yang akan kita lakukan adalah menggunakan sistem kocor. Campurkan semua pupuk tersebut ke dalam air, aduk hingga benar-benar larut.

Sebelum aplikasi pupuk, jika penanaman tidak menggunakan plastik mulsa sebaiknya gemburkan tanah di sekitar tanaman terlebih dahulu agar proses peresapan pupuk lebih maksimal.

Kocorkan pupuk di sekitar pangkal tanaman dengan jarak 10-15 cm dari pangkal tanaman dengan dosis kurang lebih 300 ml per tanaman.

Demikian ulasan mengenai pupuk susulan semangka, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih semangka, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN