Pembibitan atau perbanyakan tanaman pisang dapat dilakukan melalui tunas anakan, bonggol dan kultur jaringan. Dari beberapa metode perbanyakan tersebut, kultur jaringan merupakan metode yang bisa menghasilkan bibit pisang berkualitas unggul, namun perbanyakan tanaman pisang secara kultur jaringan membutuhkan biaya yang cukup besar dan hanya dapat dilakukan oleh para ahli di bidangnya. Harga bibit yang dihasilkannya pun tergolong tinggi dan kadang tidak terjangkau oleh petani.

Maka dari itu untuk usaha tani pisang berskala kecil, dapat melakukan pembibitan dengan sedikit sentuhan teknologi sederhana yang mudah dilakukan, dengan bahan dan alat yang sudah dimiliki dan tentunya lebih hemat dalam pembiayaan. Perbanyakan tersebut adalah perbanyakan tanaman pisang menggunakan bonggol dengan metode split atau belah bonggol.

Metode ini tergolong sangat sederhana namun dapat menghasilkan anakan bibit pisang dalam jumlah yang banyak dalam waktu yg singkat. Dengan metode yang sangat sederhana ini, kita bisa mendapatkan 4 sampai dengan 64 anakan hanya dari 1 bonggol pisang.

Untuk mengetahui pembibitan pisang dari bonggol dengan metode split, silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

ALAT DAN BAHAN

  • Anakan pisang dari tanaman induk yang akan diambil bonggolnya
  • Fungisida, bakterisida dan insektisida
  • Media tanam berupa arang sekam
  • ZPT
  • Polybag
  • Air bersih
  • Golok atau pisau yang tajam

TAHAP PEMBIBITAN

Pisahkan bonggol anakan pisang dari batangnya dengan memotongnya 5 cm diatas bonggol. Bersihkan semua akar yang terdapat pada bonggol.

Cuci bonggol hingga bersih untuk mengeliminir segala kemungkinan adanya patogen, bakteri, fungi yang terbawa dari kebun asal bonggol.

Rendam bonggol ke dalam larutan fungisida, bakterisida dan insektisida untuk sterilisasi, caranya larutkan ketiga pestisida tersebut ke dalam air sesuai dosis, perendaman dilakukan selama 15-20 menit, lalu tiriskan dan kering anginkan.

Setelah kering lakukan pembelahan bonggol, jika bonggol besar bisa dibelah menjadi 8 bagian namun jika kecil cukup 4 bagian saja.  Dan agar belahan bonggol dapat menghasilkan tunas anakan lebih banyak caranya dengan mematikan titik tunas utama dengan memotong bagian tengah bonggol. Secara alami dari belahan 1/8 bonggol dapat menghasilkan 1-2 anakan, nah dengan perlakuan ini diharapkan jumlah anakan yang keluar dapat maksimal yaitu 6-8 tunas anakan, sehingga dalam 1 bonggol besar (dengan 8 belahan) dapat menghasilkan 64 anakan.

Rendam belahan bonggol ke dalam air yang telah ditambah dengan ZPT atau bisa juga ditambahkan dengan vitamin B1, selama 15-30 menit.

Siapkan media tanam bonggol yang baik seperti misalnya arang sekam atau cocopeat yang dicampur dengan kompos.

Masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag, pot atau wadah sejenisnya, atau jika bonggol yang akan ditanam berjumlah banyak bisa menggunakan bak berukuran besar sebagai wadahnya.

Tanam belahan bonggol pisang dengan posisi telentang dan tutup kembali menggunakan media yang sama.

Setelah 3-5 minggu dan paling lama 6 minggu tunas anakan dari belahan bonggol yang ditanam sudah mulai tumbuh. Bibit atau tunas anakan yang sudah dapat dipanen untuk dipisahkan satu-persatu ke polybag manakala tingginya sudah mencapai 1 jengkal atau sudah muncul 3 daun.

Dengan melakukan metode sederhana ini, dalam waktu singkat yaitu hanya 2-3 bulan kita dapat menghasilkan 8-64 bibit pisang hanya dari 1 bonggol.

Demikian ulasan mengenai cara pembibitan pisang dari bonggol, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli bibit pisang ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Dike CS