Media Tanam Jahe Merah dalam Polybag

Untuk menanam jahe merah dalam polybag, banyak referensi media tanam dari para petani jahe, yang masing-masing dari media tanam tersebut memiliki keunggulan tersendiri.

Namun secara umum, syarat utama media tanam untuk tumbuh kembang jahe merah yang baik dan agar rimpang jahe dapat membesar adalah media yang gembur atau remah, yaitu ada rongga dan ruang yang tidak mencengkram ketika rimpang jahe membesar, sehingga pertumbuhan rimpangnya dapat leluasa. Berbeda dengan penanaman di media yang keras tidak ada rongga dan susah untuk mekar/pecah maka dipastikan meskipun tanaman subur namun tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Selin itu syarat media tanam jahe merah juga harus subur agar dapat tumbuh dengan optimal dan juga harus steril agar tanaman sehat dan aman dari serangan hama penyakit.

Nah untuk menciptakan media yang gembur, subur dan steril tersebut maka kitalah yang harus mengatur komposisinya.

Adapun cara membuat Media Tanam Jahe Merah dalam Polybag agar memenuhi kriteria tersebut meliputi bahan yang dibutuhkan dan cara membuatnya, berikut ini kami ulas penjelasannya.

BAHAN MEDIA TANAM

  • Tanah yang sedikit berpasir, atau jika tidak ada maka dalam pembuatannya dapat ditambahkan sedikit pasir.
  • Arang sekam, penggunaan arang sekam ini sangat disarankan, karena arang sekam ini memiliki manfaat yang sangat baik sebagai bahan media tanam. Diantara manfaatnya adalah dapat menyimpan air, tempat hidup mikroorganisme serta menyerap dan menyimpan unsur hara dari pupuk yang diaplikasikan dengan cara dikocorkan pada media tanam tersebut. Arang sekam ini terdiri dari 50% karbon yang berbeda dengan karbon organik lainnya. Karena proses pembakaran tidak sempurna pada arang menyebabkan proses dekomposisi pada arang telah terhenti, sehingga jika digunakan sebagai media tanam tidak akan ada lagi pembusukan yang terjadi pada material karbon yang sudah terbakar. Pembuatan arang ini harus dilakukan dengan sistem bakar tidak sempurna, karena pembakaran sempurna akan menghasilkan abu, sedangkan bakar tidak sempurna akan menghasilkan arang.
  • Kompos, atau bisa juga menggunakan kotoran hewan atau pupuk kandang dengan catatan sudah melalui proses fermentasi secara sempurna. Karena jika memaksakan menggunakan pupuk tanpa fermentasi maka ada resiko tumbuhnya jamur yang merugikan dan juga perakaran bibit yang terganggu akibat suhu tinggi yang muncul dari proses dekomposisi/fermentasi.

PROSES PEMBUATAN

Setelah semua bahan siap, langkah selanjutnya adalah mencampurkan ketiga bahan tersebut yaitu tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Setelah semua tercampur merata tahap selanjutnya adalah memasukkan bakteri pertanian, karena disanalah kita menggantungkan produksi hara makro dan hara mikro yaitu pada bakteri. Jadi sebenarnya kita tidak perlu terlalu repot untuk memasukkan pupuk secara terus menerus, tetapi selama ada karbon organik dan ada bakteri yang hidup disana maka kebutuhan hara makro dan mikro itu dalam jumlah tertentu akan terus tersedia. Karena itu tetap perlu kita memasukkan kohe dan kompos sebagai bahan dasar karbon organik.

Bahan selanjutnya yang perlu kita masukkan adalah jamur trichoderma. Trichoderma ini merupakan bahan yang wajib kita masukkan karena jamur baik ini nantinya akan berfungsi sebagai biofungisida. Biofungisida ini akan mencegah tumbuhnya jamur  atau masalah yang ditimbulkan oleh jamur terutama yang ada di media tanam. Sebagaimana telah disebutkan bahwa trichoderma ini merupakan bahan yang wajib ditambahkan karena memang telah banyak terbukti adanya keluhan seperti layu fusarium pada tanaman budidaya ketika lahan penanamannya tidak dipersiapkan dengan baik, salah satunya yaitu dengan tidak menambahkan trichoderma.

Bahan terakhir yang perlu ditambahkan adalah jamur baik yang dapat membantu tumbuh kembang tanaman, yaitu jamur mikoriza. Jamur mikoriza ini sekilas nampak jahat, karena cara kerja jamur tersebut adalah menginfeksi perakaran tanaman dan membentuk semacam bulu sehingga akar yang terinfeksi akan seperti berbeludru putih-putih. Namun jamur ini akan membantu tumbuh kembang tanaman inangnya dengan cara hifa yang dimiliki jamur ini akan mencari makanan yang sedikit berjauhan dari tanaman inangnya kemudian membawa ke tanaman inang tersebut pada perakarannya.

Dengan demikian resiko tanaman mengalami kekeringan, kekurangan unsur hara, sedikit banyak akan terkurangi. Akan tetapi penambahan jamur mikoriza ini bersifat opsional, jika digunakan akan lebih baik jika tidak pun tidak menjadi masalah.

Demikian ulasan mengenai cara membuat Media Tanam Jahe Merah dalam Polybag, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli bibit jahe merah, polybag, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Ensiklo