Selama ini banyak orang yang ragu untuk melakukan budidaya jagung manis. Hal ini karena menanam jagung manis, memiliki resiko yang lebih tinggi daripada menanam jagung jenis biasa. Tanaman jagung manis ini, cenderung lebih mudah terserang hama serta penyakit lain yang biasa menyerang tanaman jagung.
Meski pun demikian, di pasaran harga jual jagung manis ini dianggap lebih baik daripada harga jagung bisa. Hal ini karena nilai manfaat dari jagung manis ini lebih besar dibandingkan dengan jenis jagung biasa. Dimana jagung manis bisa diolah menjadi berbagai jenis komoditi. Mulai digunakan sebagai jagung bakar, atau jagung rebus. Mengingat, sifat dari jagung manis yang bisa dikonsumsi secara langsung, membuatnya mampu merambah pangsa pasar bahkan ke tingkat retail.
Budidaya jagung manis yang banyak dikembangkan selama ini berasal dari jagung biasa berjenis dent serta flint. Dimana pada jagung manis timbul mutasi gen resesif yang membuat perubahan gula menjadi pati terhambat. Itulah mengapa, pada jagung manis ini akan terjadi peningkatan kadar gula yang biasa akan terjadi pada hari ke 5 sampai ke hari 15.

budidaya jagung manis

Mudahnya Budidaya Jagung Manis
Di sisi lain, budidaya jagung manis ini juga memiliki kelebihan. Diantaranya, bilsa dilakukan dalam iklim yang luas. Selain itu, jenis jagung manis ini lebih memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Jenis tanaman jagung manis ini, tidak terlalu memilih tingkat ketinggian lahan.

Tanaman jagung manis ini, bisa dibudidayakan di lahan dataran rendah atau juga di kawasan pegunungan yang berketinggian 1800 meter di atas permukaan laut. Bahkan ada pula petani di beberapa negara yang melakukan budidaya jagung manis di lahan berketinggan 3000 meter di atas permukaan laut.

Agar bisa berkembang dan mendapatkan hasil yang optimal, tanaman jagung manis ini sebaiknya ditanam di kawasan yang memiliki suhu antara 23-27 derajat celcius. Selain itu, tingkat keasaman tanah juga perlu diperhatikan. Sebaiknya, tanah yang akan digunakan untuk menanam jagung manis ini memiliki keasaman antara 5-8 pH.

Kegagalan dalam proses budidaya jagung manis ini biasanya akan terjadi bila ditanam di lahan yang tidak memiliki cukup unsur hara. Sebab, tanaman jagung manis ini akan membutuhkan unsur Nitrogen dalam ukuran yang cukup besar. Meski begitu, harus diperhatikan pula keseimbangan antara nitrogen, kalium serta pospat untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal.

Artikel Terkait

Budidaya Kelengkeng Saat ini dikenal dua jenis lengkeng yaitu lengkeng dataran tinggi dan lengkeng dataran rendah. Lengkeng dataran tinggi adalah jenis lengkeng yang pert...
Cara Menanam Bawang Merah “TUK-TUK” Teknolologi pembijian bawang merah telah banyak dikembangkan oleh para ahli dalam negeri.. Selain itu, teknologi budidaya bawang merah di tingkat peta...
Budidaya dan Pengolahan Tanaman Kakao Kakao (Theobroma cacao L) adalah salah satu jenis tanaman penyegar yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pengembangan kakao di Indonesia pada tahun...
Potensi Budidaya Cabe Cabe merupakan salah satu komoditi yang cukup akrab bagi masyarakat Indonesia.  Itulah mengapa, banyak orang yang tertarik untuk melakukan budidaya ca...
Cara Menanam Buncis Buncis (Phaseolus vulgaris L.) adalah sayuran yang termasuk famili Leguminosae. Tanaman buncis cocok dibudidayakan dan berproduksi baik pada dataran m...
Manisnya Budidaya Pepaya Siapa bilang budidaya Pepaya tidak mampu memberikan keuntungan berlimpah? Salah seorang petani pepaya di Probolingo, Jawa Timur mampu meraup penghasil...
Budidaya Buah Apel Meskipun bukan asli tanaman dari Indonesia, apel adalah salah satu jenis buah yang populer disamping jeruk dan mangga. Sebagai buah segar, apel banyak...
Cara Budidaya Semangka Semangka merupakan salah satu jenis buah yang banyak disukai oleh masyarakat di kawasan tropis. Hal ini karena semangka memiliki karakter sebagai buah...