Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Anorganik

Pupuk merupakan komponen penting yang keberadaannya tidak lepas dalam kegiatan pertanian. Pupuk digunakan sebagai tambahan nutrisi atau unsur hara bagi tanaman.

Secara bahan pembuatannya, pupuk dibagi menjadi 2 yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik/pupuk kimia/pupuk sintetis.

Pupuk dikatakan sebagai pupuk kimia ketika bahan yang digunakan berasal dari rekayasa sintetik itu  disebut dengan pupuk kimia. Sedangkan ketika bahan-bahan pupuk yang digunakan dari bahan organik maka itu disebut dengan pupuk organik.

Dari kedua jenis pupuk tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Anorganik. Sedangkan mengenai kelebihan dan kekurangan pupuk organik sudah kita ulas ada artikel sebelumnya yaitu Kelebihan Dan Kekurangan Pupuk Organik.

Nah untuk mengetahui penjelasan mengenai Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Anorganik akan kami ulas penjelasannya berikut ini secara lengkap.

KELEBIHAN PUPUK ANORGANIK/KIMIA

  • Memiliki kandungan unsur hara spesifik yang sudah jelas besaran kandungannya. Misalnya untuk pemupukan tanaman pada fase generatif, tanaman lebih banyak membutuhkan unsur hara fosfor dan kalium. Maka dari itu diperlukan pupuk yang spesifik dengan banyak kandungan fosfor dan kalium, seperti misalnya pupuk MKP dengan kandungan unsur haranya yaitu fosfor sebesar 52% dan kalium sebesar 34%.
  • Memiliki kecepatan lepas yang sudah terukur, seperti misalnya pupuk urea dengan kandungan nitrogen 46%, yang merupakan pupuk dengan kategori fast release atau cepat lepasnya. Sehingga ketika pupuk urea ini ditaburkan pada lahan tanaman padi misalnya, maka hanya dalam beberapa hari saja sudah terlihat reaksinya yaitu tanaman padi yang terlihat lebih hijau.
  • Cenderung lebih mudah dalam pengaplikasiannya. Misalnya kebutuhan nitrogen tanaman padi dalam 1 hektar adalah 100kg, sementara kita tahu bahwa kandungan nitrogen pada pupuk Urea adalah 46%. Maka cara menghitung kebutuhan ureanya adalah 100kg/46% atau 100kg/0,46m = 217 kg. Jadi dalam 1 hektar lahan membutuhkan pupuk Urea sebanyak 217 kg.
  • Pupuk kimia jenis tertentu memiliki kemampuan bukan hanya satu cara aplikasi, tetapi beberapa cara aplikasi. Misalnya pupuk Phonska Plus, MKP, KNO3, Kalsium Nitrat, Kalium Sulfat dan sebagainya memiliki sifat yang mudah larut di dalam air, sehingga pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu ditabur, dikocor, penyemprotan dan fertigasi (fertilizer irrigation/pemupukan yang dilarutkan  dalam air dengan sistem irigasi biasanya dalam hidroponik).

KEKURANGAN PUPUK ANORGANIK/KIMIA

  • Ketika penggunaan pupuk kimia dilakukan secara terus menerus bisa mengakibatkan degradasi lahan. Degradasi lahan adalah penurunan kualitas lahan pertanian baik penurunan sifat fisik seperti tanah menjadi semakin keras dan tidak lagi gembur, dan juga penurunan sifat kimia seperti menurunnya pH tanah serta penurunan KTK atau kapasitas tukar kation tanah, hingga penurunan sifat biologi suatu lahan seperti berkurangnya mikroorganisme pengurai pada lahan pertanian.
  • Ketika salah cara aplikasinya maka bisa terjadi pemborosan. Misalnya kebutuhan nitrogen dalam 1 hektar lahan tanaman padi dalam suatu wilayah adalah 100 kg, maka jika pemupukannya menggunakan Urea maka kebutuhannya adalah 217 kg sebagaimana telah dijelaskan diatas. Nah cara aplikasi dari 217 kg pupuk Urea tersebut tidak diaplikasikan dalam 1 kali pemberian namun diberikan secara bertahap 2-3 kali pemupukan. Mengingat pupuk urea merupakan pupuk yang cepat lepas (fast release) artinya cepat juga hilangnya sehingga jika diberikan sekaligus maka pupuk yang belum terserap tanaman akan hilang percuma yang akibatnya akan menyebabkan pemborosan dan pembengkakan biaya.
  • Harganya mahal, apalagi ketika barang makin langka sementara banyak yang membutuhkan, maka pastinya harganya menjadi naik atau lebih mahal.

Demikian ulasan mengenai Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Anorganik, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli pupuk anorganik, pupuk organik ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Penyuluh Pertanian Lapangan

Bacaan Terkait