Dalam budidaya tanaman lada atau merica ketersediaan bibit merupakan syarat utama yang harus dipenuhi. Nah dalam pembibitan lada ini salah satu metode yang banyak dipakai oleh petani pembudidayanya adalah melalui stek, dan yang cukup populer adalah stek lada perdu. Apa itu lada perdu?

Dalam budidaya tanaman lada atau merica dikenal dengan istilah lada panjat dan lada perdu.

Pada umumnya masyarakat dalam membudidayakan lada dilakukan dengan sulur panjat atau kita kenal dengan lada panjat, sesuai namanya lada ini membutuhkan tiang panjat baik itu tiang mati atau pun tiang hidup seperti pohon, sehingga tanaman lada akan tumbuh memanjat, kemudian dari hasil penelitian dan rekayasa, ditemukan teknik budidaya lada perdu. Lada perdu ini dibibitkan dari tanaman lada pada umumnya namun dipilih dari sulur perdu atau cabang buah/cabang produksi, nah jika dibibitkan dengan sulur perdu atau cabang buah, tanaman lada tidak akan tumbuh ke atas melainkan ke samping.

Lada perdu ini banyak dipilih untuk dibudidayakan karena biaya budidaya lada panjat yang mahal. Dan untuk meningkatkan efisiensi serta meningkatkan produksi  ditemukanlah alternatif cara budidaya yang lebih murah tanpa menurunkan produktivitas tanaman yaitu dengan membudidayakan lada perdu.

Budidaya lada perdu tidak perlu menggunakan tiang panjat seperti pada lada panjat, sehingga biaya produksinya cukup terjangkau, pemeliharaan dan perawatan yang bisa dibilang cukup mudah, proses panen yang mudah, serta bisa dilakukan tumpang sari serta bisa dibudidayakan pada lahan yang sempit dan juga dapat ditanam dalam pot atau polybag. 

PERSIAPAN BATANG STEK & MEDIA TANAM

Untuk diambil batang steknya pilihlah sulur dari tanaman induk yang terbaik, yaitu sehat, bebas dari hama penyakit, produktivitasnya tinggi serta merupakan varietas unggulan.

Untuk mendapatkan bibit tanaman lada perdu, yang perlu diperhatikan yaitu dalam pemilihan batang stek yang akan dijadikan bibit, agar nantinya benar-benar menjadi tanaman lada perdu bukan malah menjadi lada panjat.

Cara memilih batang stek agar nantinya tumbuh menjadi lada perdu adalah dengan memilih cabang buah/cabang produksi pada sulur panjat dengan menyertakan satu buku (ros=Jawa) dari sulur panjat.

Cabang buah/cabang produksi adalah cabang yang tumbuh menyamping pada sulur panjat yang nantinya akan menghasilkan buah yang ditandai dengan tidak tumbuhnya calon-calon akar pada setiap buku-bukunya.

Penyertaan satu buku dari sulur panjat ini tujuannya adalah agar bibit stek lebih mudah tumbuh karena pada buku sulur panjat ini terdapat calon-calon akar, sehingga keberhasilan steknya lebih tinggi.

 

Setelah batang stek siap, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam stek tersebut. Media tanam stek yang digunakan adalah tanah murni yang gembur tanpa campuran pupuk ataupun kompos.

TAHAP PENANAMAN

Masukkan media tanah tersebut ke dalam polybag kecil, tanam bibit stek dan ikuti dengan penyiraman hingga jenuh air atau media basah merata.

Letakkan di tempat teduh dan kondisi udara dingin dan lembab, akan tetapi jika kondisi udara panas bisa disiasati dengan melakukan penyungkupan menggunakan plastik, tujuannya agar kondisi bibit stek tetap dalam keadaan lembab dan tidak mudah layu.

Lakukan pula penyiraman secara rutin agar bibit stek dapat tumbuh dengan optimal.

Setelah 2 bulan bibit tanaman lada stek sudah tumbuh dan berakar, jika pertumbuhannya baik biasanya pada usia tersebut akar sudah tumbuh menembus keluar polybag.

Demikian ulasan mengenai Cara Stek Lada Perdu, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit lada ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Agro Toko