Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya terong belanda adalah pemilihan benih berkualitas unggul. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus sedangkan benih yang kurang bagus akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak normal sehingga memberikan hasil yang kurang memuaskan atau bahkan tanaman tidak tumbuh sama sekali.

Untuk mendapatkan benih terong belanda anda bisa membuatnya sendiri, pilih buah dari tanaman induk yang sehat, tumbuh subur, berumur genjah dan berproduksi tinggi dan buah yang sudah benar-benar tua yang ditandai dengan warna buah yang merah tua, agak keriput dan kering. 

Belah buah terong memanjang, ambil bijinya, kemudian jemur di bawah terik matahari kurang lebih selama 2 hari agar biji benar-benar kering, sebelum penyemaian sebaiknya biji direndam dengan air garam agar biji mengembang dengan cepat.

Selain membuatnya sendiri, benih terong belanda berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian.

Selain pemilihan benih berkualitas unggul, untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus tentunya perlu ada teknik penyemaian yang tepat, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Persemaian tanaman ini perlu dilakukan lebih awal, karena persemaian tanaman ini memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan persemaian tanaman budidaya yang lainnya. Diperlukan waktu sekitar lebih kurang 6 minggu (1,5 bulan) untuk siap ditanam pada lahan penanaman.

Untuk penjelasan selengkapnya mari simak ulasan mengenai Cara Semai Benih Terong Belanda berikut ini :

Proses Penyemaian

  • Tempat persemaian berupa bedengan yang dibuat pada lahan yang terbuka yang aman dari gangguan hewan pengganggu. Luas bedengan yang digunakan disesuaikan dengan banyaknya biji yang akan disemai. 
  • Gemburkan tanah pada bedengan kemudian tambahkan pupuk kompos lebih kurang 5 Kg/m2, aduk hingga pupuk merata dengan tanah. Siram secukupnya hingga air merata pada bedengan.
  • Semprot tempat penyemaian menggunakan pestisida agar terhindar dari ulat atau pun hama yang dapat mengganggu pertumbuhan benih.
  • Taburkan benih terong belanda di atas bedengan secara merata, akan tetapi berikan jarak antara satu benih dengan lainnya, agar saat tumbuh nantinya tidak terlalu berhimpitan.
  • Kebutuhan benih terong belanda adalah sekitar 500 gram/hektar lahan.
  • Tutup biji yang telah ditabur menggunakan tanah secara tipis saja atau dengan ketebalan sekitar lebih kurang 1 cm. Penutupan ini bertujuan agar biji terong belanda terhindar dari kerusakan fisik dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Bibit hasil penyemaian benih terong belanda dapat dipindah tanam pada lahan penanaman sesungguhnya setelah bibit berumur 6 minggu/1,5 bulan dari penebaran benih.

Demikian ulasan mengenai cara semai benih terong belanda, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih terong belanda ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : pertaniangayo.blogspot.com