Ubi jalar merupakan salah satu tanaman sumber karbohidrat yang banyak dibudidayakan di Indonesia, komoditas yang telah dikonsumsi manusia sejak berabad-abad lalu ini memiliki prospek cerah untuk dikembangkan, baik dari segi ekonomi maupun ketahanan pangan. Dari sekian banyak varietas yang ada ubi cilembu adalah salah satunya.

Menurut catatan ubi cilembu adalah kultivar ubi jalar yang merupakan ras lokal asal Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, ubi ini populer di kalangan konsumen sejak 1990-an. Ubi cilembu memiliki kulit berwarna putih kekuningan seperti gading, dagingnya berwarna orange terang, berserat halus, cenderung berurat dan ukurannya pun beragam dari yang kecil hingga yang super besar.

Jika anda berkeinginan untuk menanamnya, berikut ini ulasan mengenai cara budidaya ubi cilembu.

PENGOLAHAN LAHAN

Pada dasarnya budidaya ubi cilembu tidak berbeda dengan budidaya ubi jalar lainnya, semuanya dimulai dari pengolahan tanah yang baik dan benar, tujuannya adalah untuk mengendalikan gulma dan menyiapkan lahan agar menjadi media tumbuh yang baik bagi tanaman.

Pada pengolahan tanah primer ( pengolahan tanah pertama ) penggemburan dilakukan dengan membajak tanah, tujuannya untuk mengembalikan kesuburan tanah yang akan ditanami, caranya adalah dengan memecah dan membalikkan tanah di bagian bawah yang subur ke permukaan menjadi bongkahan-bongkahan sehingga tanah lebih mudah untuk digemburkan. Pengolahan tanah ini dapat dilakukan menggunakan traktor ataupun cangkul.

Sedangkan pengolahan tanah sekunder ( pengolahan tanah kedua ) dilakukan dengan cara menggaru tanah, tahap ini dimaksudkan untuk menghancurkan bongkahan tanah hasil pengolahan primer, sehingga struktur dan tekstur tanah memungkinkan untuk ditanami.

Buat bedengan atau guludan dengan spesifikasi jarak antar bedengan sekitar 40 cm, tinggi 25-30 cm, lebarnya 60-100 cm dan panjangnya menyesuaikan ketersediaan lahan.

Setelah pembajakan dan penggaruan tanah selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah pemupukan dasar dengan mengaplikasikan pupuk kandang pada bedengan. Pupuk kandang adalah pupuk olahan hewan ternak, sangat baik untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Dalam budidaya ubi cilembu dapat dilakukan tanpa menggunakan zat-zat kimia sintetis.

Sampai pada tahap ini, langkah selanjutnya diamkan lahan sekitar 3-4 hari, agar pupuk kandang menyatu dengan tanah sehingga siap untuk ditanami.

PEMBIBITAN

Bibit tanaman ubi cilembu dapat diperoleh dengan cara vegetatif dan generatif.

Cara vegetatif, perbanyakannya dengan cara stek, artinya bibit diambil dari tanaman yang berumur diatas 2 bulan dengan cara memilih batang yang telah berakar, subur dan sehat, kemudian potong batang tanaman kurang lebih 20 cm, usahakan setiap potongan memiliki 2 ruas batang, setelah itu simpan bibit di tempat lembab dan teduh selama sekitar 1 minggu sampai tumbuh akarnya.

Dalam hal pengadaan bibit tanaman ini beberapa petani terkadang ada yang langsung menanamnya tanpa proses penyimpanan terlebih dahulu, artinya setelah bibit dipotong dari tanaman induk dan dikumpulkan mereka langsung menanam bibit-bibit tersebut. Caranya buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3 cm pada bedengan, tanam bibit ubi cilembu yang telah dipersiapkan dengan jarak tanam 30-40, pada bedengan dengan lebar 1 meter dapat ditanami 3 baris bibit. Ini merupakan contoh penanaman dari stek batang dengan posisi tegak lurus atau vertikal, biasanya jumlah umbi yang dihasilkan akan lebih sedikit namun ukurannya relatif lebih besar apabila dibandingkan penanaman dengan posisi horizontal.

Penanaman stek batang dengan posisi horizontal tentunya tidak jauh berbeda dengan  cara penanaman posisi vertikal, perbedaannya terdapat pada pangkal batang yang ditanam posisinya horizontal. Cara ini akan menghasilkan umbi lebih banyak namun ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan penanaman dengan cara vertikal.

Kelemahan perbanyakan bibit tanaman dengan cara stek adalah hanya dapat dilakukan hingga 3-5 kali saja, sebab apabila hal ini terus menerus dilakukan maka produksi ubi cilembu yang dihasilkan akan menurun kualitasnya. Oleh karena itu setelah 3-5 kali budidaya ubi cilembu dilakukan dengan cara stek, maka pada periode selanjutnya sebaiknya budidaya dilakukan dengan cara generatif.

Berikut ini penjelasan perbanyakan bibit ubi cilembu dengan cara generatif untuk memperbaiki kualitas produksi.

  • Pilih ubi yang bagus dan usianya sudah tua yaitu 3-4 bulan
  • Simpan di tempat yang sejuk sekitar 1-2 minggu hingga tumbuh tunas
  • Potong satu-persatu tunas yang tumbuh
  • Pemotongan/pemisahan tunas dilakukan pada sore hari dan ditanam pada sore hari berikutnya agar getahnya kering.
  • Cara penanaman bibit hasil perbanyakan generatif relatif sama dengan penanaman bibit hasil perbanyakan vegetatif yaitu dengan cara membuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3 cm pada bedengan, tanam bibit ubi cilembu yang telah dipersiapkan dengan jarak tanam 30-40, pada bedengan dengan lebar 1 meter dapat ditanami 3 baris bibit.

Yang terpentig dalam penanaman bibit hasil perbanyakan vegetatif ataupun generatif dilakukan pada sore hari agar setelah penanaman, tanaman dapat segera istirahat dan tidak stres.

PERAWATAN

Setelah penanaman selesai siram bibit dengan air, penyiraman penting dilakukan sejak selesai penanaman hingga umur tanaman 3 minggu. Lakukan penyiraman minimal 2 hari sekali pada bibit stek yang baru ditanam jika kondisi tanah kering, penyiraman dapat dihentikan manakala tanaman telah tumbuh yang dicirikan oleh keluarnya daun baru, yang terpenting kelembaban tanah harus selalu dijaga di awal pertumbuhannya.

Tanaman ubi jalar merupakan tanaman yang tahan dengan kondisi kering, bahkan intensitas hujan 2 minggu sekalipun cukup untuk memberikan asupan air sehingga tidak perlu dilakukan penyiraman secara terus menerus.

Penyulaman dapat dilakukan pada umur tanaman 2-3 minggu.

Sedangkan saat umur tanaman mencapai 4 minggu  perlu dilakukan pembalikan arah pertumbuhan tanaman, supaya akarnya tidak menjalar kemana-mana keluar jalur penanaman, sebab jika hal itu dibiarkan terjadi, maka umbi yang dihasilkan ukurannya menjadi tidak terlalu besar, atau umbinya banyak tetapi ukurannya kecil-kecil.

Selain dapat mempersubur tanah, aktifitas pembalikan arah pertumbuhan tanaman ini biasanya dibarengi dengan kegiatan menyiangi gulma.

PEMANENAN

Tanaman ubi cilembu dipanen pada umur 90 hari, caranya dimulai dengan memotong atau membabat semua batang tanaman yang ada dan hanya meninggalkan batang pokoknya saja. Selain dapat digunakan untuk kebutuhan pakan hewan ternak, batang-batang tanaman ini dapat digunakan pula sebagai bahan batang stek untuk kebutuhan  budidaya selanjutnya.

Pemangkasan seluruh batang tanaman ubi cilembu ini dimaksudkan agar pada waktu pengambilan atau pengangkatan ubi dari dalam tanah lebih leluasa dilakukan.

Setelah bedengan bersih dari tanaman yang dipotong, langkah selanjutnya adalah pengangkatan umbi, caranya adalah dengan mencongkel umbi menggunakan garpu pertanian, penggunaan alat ini sangat direkomendasikan, karena tidak merusak atau melukai umbi yang diangkat atau akan diambil.

Setiap bibit tanaman ubi cilembu rata-rata mampu menghasilkan ubi hingga 1 kg, dengan harga di tingkat petani berkisar antara Rp. 6000-7000/ kg.

Tanaman ubi cilembu dapat dibudidayakan dimana saja, artinya ubi cilembu cocok untuk dibudidayakan di perkebunan, ladang sawah, pekarangan rumah bahkan dalam pot sekalipun, ubi jalar akan tetap menghasilkan umbi atau berproduksi.

Demikian ulasan mengenai cara budidaya ubi cilembu, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pestisida, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja