Selada (Lactuca sativa L.) adalah sayuran daun yang termasuk dalam famili Compositae. Menurut jenisnya ada yang membentuk krop dan ada pula yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbentuk rosette. Warna daun selada hijau terang sampai putih kekuningan. Selada jarang dibuat sayur, biasanya hanya dibuat salad atau lalaban.

Sebelum anda memulai menanam selada, hal penting yang harus anda lakukan adalah memilih benih berkualitas unggul.

Benih-benih selada berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, akan tetapi untuk menunjang keberhasilan budidayanya selain benih yang berkualitas tentunya perlu adanya teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C) atau dalam larutan fungisida Previcur N (1 cc/l) selama satu jam.

Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1.

Buat bedengan persemaian dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 20-25 cm, diberi atap menghadap timur untuk mendapatkan sinar matahari pagi.

Tutup bedengan persemaian benih dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Bedengan diberi atap screen/kasa/plastik transparan dan  persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT.

Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang/pot plastik/polybag dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril).

Penyiraman dilakukan setiap hari.

Bibit siap ditanam di lahan setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun.

Demikian ulasan mengenai cara semai benih selada, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih selada ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com