Setelah penanaman, perawatan tanaman cabe keriting merupakan hal penting yang harus dilakukan, agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Titik krusial budidaya cabe keriting di mulai dari sehari setelah tanam hingga menjelang panen, selama itu pula tanaman mesti dirawat secara optimal.

Garis besar perawatan tanaman cabe keriting meliputi pemasangan ajir, penyulaman, pengairan , pemupukan susulan, perempelan dan pengendalian hama penyakit.

Berikut ini ulasan cara perawatan cabe keriting selengkapnya.

PEMASANGAN AJIR

Agar tanaman tumbuh tegak dan tidak roboh saat diterpa angin dan hujan tanaman dipasangi ajir, ajir sepanjang 1,5-2 meter dipasang tegak dengan cara membenamkan sedalam 25 cm kedalam tanah dan berjarak 10-15 cm dari tanaman. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan pada usia tanaman 1-7 hari setelah tanam agar tidak mengganggu sistem perakaran tanaman.

PENYULAMAN  

Penanaman kembali atau penyulaman dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh atau mati, dan dilakukan sesegera mungkin selambat-lambatnya 7 hari setelah tanam agar pertumbuhan tanaman menjadi seragam.

PENYIRAMAN

Tanaman cabe keriting butuh air tapi tidak berlebih sehingga, lakukan penyiraman secara berkala terutama di musim kemarau, kecukupan air menjadi demikian penting ketika tanaman masuk fase pembungaan dan pembentukan buah.

PEMUPUKAN SUSULAN

Selain kecukupan air, cabe keriting perlu kecukupan unsur hara untuk dapat tumbuh dan berkembang optimal, oleh karena itu dosis dan waktu aplikasi pupuk susulan harus tepat diberikan.

Pemupukan susulan dilakukan pada fase vegetatif yaitu pada usia 10-30 HST dan fase generatif di atas 30 HST.

Pemupukan pada fase vegetatif dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada usia 10 HST,17 HST dan 25 HST. Sedangkan pada fase generatif dilakukan pada usia 30-35 HST, 40-45 HST, 55-60 HST dan 75 HST, pemupukan berikutnya dilakukan 2 minggu sekali sampai tanaman berusia 120 HST.

Adapun tabel pemupukan susulan meliputi waktu, jenis pupuk dan dosis selengkapnya adalah sebagai berikut :

PEREMPELAN

Pada usia 10-15 HST juga dilakukan perempelan atau pewiwilan tunas yang ada pada ketiak daun, perempelan juga jangan sampai telat dilakukan, karena untuk efisiensi unsur hara dalam mengoptimalkan pertumbuhan, perempelan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Perempelan dilakukan 5-6 kali hingga tunas-tunas air di bawah percabangan utama tidak tampak lagi, berbarengan dengan perempelan tunas air, lakukan pula pengikatan tanaman ke ajir dengan hati-hati, jangan menarik tanaman terlalu keras karena dapat mengganggu sistem perakaran.

Pengikatan pertama dilakukan di batang  dan setelah tanaman meninggi dilakukan pada percabangan pertama.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

Yang tak kalah penting adalah tahap pengendalian hama dan penyakit dan penyiangan rumput/gulma. Jenis hama yang biasa menyerang tanaman cabe adalah thrips, ulat grayak, tungau, kutu daun, kutu kebul dan lalat buah. Sedangkan penyakit utamanya adalah virus kuning, antraknosa, bercak daun, busuk buah dan layu fusarium.

Mengingat serangan hama dan penyakit yang tidak mengenal musim, maka untuk mencegah serangan hama dan penyakit sebaiknya dibuat jadwal penyemprotan. Dosis semprot dan konsentrasi racun disesuaikan dengan saran yang tertera pada label kemasan pestisida.

Sebelum aplikasi pilih insektisida maupun fungisida sesuai jasad sasaran, misalnya untuk mengendalikan virus kuning, jasad sasarannya adalah kutu kebul, karena hama ini yang menularkan virus kuning.

Begitu juga gulma yang tumbuh di parit antar bedengan juga harus dibersihkan karena menjadi sarang hama.

Penggunaan fungisida atau insektisida sebaiknya tidak terus menerus menggunakan satu bahan aktif yang sama, tetapi diselang seling dengan beberapa merek yang bahan aktif dan cara kerjanya berbeda hal ini untuk menghindari kekebalan pada jasad sasaran.

Demikian ulasan mengenai cara perawatan cabe keriting, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih cabe keriting, pupuk, pestisida maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com.

Sumber : Channel Youtube Agro TV Indonesia