Paprika (Capsicum annuum L.) merupakan sejenis buah yang memiliki bentuk seperti perpaduan tomat dan cabai dengan rasa manis dan sedikit pedas dan biasa digunakan sebagai campuran salad. Tanaman paprika berasal dari Amerika Selatan, kemudian menyebar dan banyak dibudidayakan secara luas di hampir semua daerah tropis dan subtropis.

Buah yang termasuk dari suku terong-terongan (Solanaceae) ini memiliki warna yang bermacam-macam, seperti hijau, kuning dan merah.

Paprika bisa berbeda warna bukan karena berbeda jenisnya, melainkan tingkat kematangannya yang berbeda.

Paprika berwarna hijau dipetik sebelum benar-benar matang, jika ditunggu lebih matang, akan berubah warna menjadi kuning, lalu oranye, lalu saat benar-benar sudah matang paprika akan berwarna merah.

Saat paprika dipetik lebih awal, rasanya menjadi kurang manis dan mengandung lebih sedikit vitamin A, C, dan B6.

Paprika hijau memiliki rasa getir bahkan pahit dan memiliki nutrisi paling sedikit. Paprika kuning dan oranye memiliki rasa sedikit manis dengan kandungan vitamin lebih banyak dari paprika hijau. Sementara, paprika merah menyajikan rasa manis terbaik dan mengandung cukup banyak vitamin karena melalui proses pematangan sempurna.

Jika anda tertarik untuk menanamnya , berikut ini penjelasan cara menanam paprika selengkapnya :

PERSIAPAN BENIH DAN PENYEMAIAN

Tanaman paprika dapat dibudidayakan dari benih/bijinya, benih paprika berkualitas unggul dapat diperoleh di toko-toko pertanian seperti SentraTani.com, atau anda juga bisa mendapatkan biji paprika dari buah paprika yang sudah matang yaitu kuning atau merah, jangan paprika hijau karena sulit tumbuh (masih muda), keluarkan dan pisahkan biji dari daging buah.

Siapkan media semai berupa tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1, campurkan dengan di aduk hingga merata.

Masukkan media semai tersebut ke dalam wadah persemaian seperti baki, pot tray, polybag dan sebagainya. Taburkan merata benih paprika pada media semai akan tetapi jangan terlalu rapat. Tutup secara tipis saja persemaian benih menggunakan media yang sama yang halus. Siram persemaian hingga basah merata. Lakukan perawatan persemaian benih dengan cara menyiramnya setiap hari, penyiraman ini sebaiknya dilakukan dengan menggunakan sprayer.

Pada umur 5-7 hari setelah semai, pada umumnya benih telah berkecambah yang ditandai dengan tumbuhnya tunas, pada umur 10-12 hari setelah semai dan bibit telah tumbuh rata (mempunyai dua helai daun), baki persemaian diletakkan di tempat terbuka, dan biarkan beradaptasi dengan lingkungan selama 2-3 hari.

Bibit paprika hasil persemaian sudah dapat dipindah pada lahan setelah berumur sekitar 3 minggu setelah semai.

TAHAP PENANAMAN

Penanaman bibit paprika diawali dengan pengolahan lahan. Gemburkan lahan dengan cara dicangkul atau dibajak, buat bedengan dengan ukuran lebar 100 cm, tinggi 30-40 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan, campurkan tanah bedengan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, campurkan hingga merata, kemudian rapikan kembali permukaan bedengan.

Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak 25-30 cm, cabut bibit paprika dari persemaian secara hati-hati agar tidak merusak perakaran, untuk memudahkannya sebelum pencabutan, terlebih dahulu agar bibit disiram. Tanam bibit pada lubang tanam yang telah disediakan, pastikan bahwa bibit tanaman tertanam erat agar tidak mudah rebah, akan tetapi jangan padatkan berlebihan karena dapat merusak bibit. Setelah penanaman selesai lakukan penyiraman.

Demikian ulasan mengenai cara menanam paprika, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih paprika ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi : Channel Youtube Taman Inspirasi