Meskipun terkenal pahit, namun pare atau dikenal dengan paria termasuk jenis sayuran yang banyak dikonsumsi, karena pare memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, misalnya meningkatkan produksi ASI, menambah nafsu makan dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh, sehingga pare memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar yang cukup menjanjikan, permintaan pare yang tinggi di pasaran tentu menguntungkan bagi petani untuk membudidayakannya.

Langkah awal yang harus anda lakukan dalam budidaya pare adalah memilih benih yang berkualitas dan melakukan penyemaian.

Pada dasarnya benih pare atau paria itu mudah tumbuh, bahkan bisa ditanam langsung tanpa melalui proses persemaian terlebih dahulu. Akan tetapi, jika benih ditanam langsung kemungkinan benih tidak tumbuh serempak, karena bisa jadi terdapat benih yang berkecambahnya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Benih yang ditanam langsung pada lahan, rawan terhadap gangguan hama seperti semut dan jangkrik, dan untuk melakukan pengontrolanpun sulit untuk dilakukan.

Maka dari itu agar benih pare lebih cepat tumbuh, lebih aman dari hama dan tumbuh serempak, benih harus disemai terlebih dahulu. Tujuan dari penyemaian sebenarnya adalah untuk meminimalisir kerugian akibat benih yang gagal tumbuh, pengontrolan benih dalam penyemaian juga lebih mudah.

Sebagaimana dijelaskan di atas, penanaman pare dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu ditanam langsung atau melalui proses semai.

Penanaman langsung biasanya dilakukan pada saat musim hujan, sedangkan cara persemaian dilakukan bila kemarau, namun dianjurkan penanaman melalui proses semai untuk menghemat penggunaan benih dan menekan jumlah bibit yang mati di lahan.

Cara persemaian

Proses semai pada tanaman pare dimulai dengan membuat media semai, media tanam yang digunakan untuk media semai adalah campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang dan sabut kelapa dengan perbandingan 1:1:1:1.

Sedangkan wadah semai yang akan kita gunakan adalah tray semai/pot tray dengan ukuran 14×7 lubang, atau bisa juga menggunakan polybag ataupun wadah sejenis lainnya.

Campurkan semua bahan media semai tersebut hingga merata, kemudian masukkan media semai tersebut ke dalam pot tray.

Sebelum disemai retakkan terlebih dahulu bagian lancip benih pare dengan gunting kuku, proses ini dilakukan karena  benih pare mempunyai kulit yang keras dan tebal, tujuannya adalah untuk memudahkan proses perkecambahan.

Benih yang telah diretakkan langsung ditanam pada media semai, setelah ditanam kemudian tutup persemaian dengan mulsa plastik.

Selama persemaian penyiraman wajib dilakukan setiap hari, apalagi jika persemaian dilakukan pada musim kemarau, ada baiknya penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari.

Biasanya benih sudah mulai berkecambah pada usia 5-7 hari setelah semai, dan siap dipindah tanam pada lahan setelah berusia 3 minggu pasca semai.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari dan diikuti dengan penyiraman agar bibit tidak layu.

Demikian ulasan mengenai Cara Menyemai Bibit Pare, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih pare silakan kunjungi SentraTani.com