Tanaman buah rambutan (Nephelium Lappaceum) dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran menengah dengan ketinggian antara 600 mdpl, curah hujan yang dikehendaki berkisar 1500-2500 mm per tahun dan merata sepanjang tahunnya. Tumbuh optimal pada suhu 25-30 °C pada siang hari. Pasokan sinar matahari yang kurang dapat menyebabkan penurunan hasil atau buah mekar tidak sempurna ataupun kempes. Tanaman rambutan dapat mencapai tinggi hingga 8 meter jika ditanam di lahan, sedangkan pada tabulampot dapat tumbuh hingga 2-3 meter saja. Pohon rambutan memiliki percabangan yang banyak dengan arah mendatar, mahkota daunnya rimbun, buahnya besar berbentuk bulat hingga lonjong, kulit buahnya memiliki rambut atau bulu, dari yang berbulu pendek hingga panjang.

Tanaman buah tropis ini asli dari Indonesia, membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk tumbuh optimal, seperti kelembaban udara yang rendah, rambutan juga menyukai paparan sinar matahari, jika kekurangan sinar matahari produksi buahnya pun akan menurun.

Dengan perawatan yang teratur pohon rambutan dapat mulai berbuah saat umur 2-3 tahun di dalam pot dan 3-4 tahun jika ditanam di lahan. Beberapa varietas unggul tanaman rambutan ini antara lain adalah rambutan rapiah, lebak bulus atau aceh lebak, garuda, antalagi dan binjai.

Tabulampot rambutan memang tidak begitu familiar, sehingga jarang yang membuat tabulampot rambutan tersebut, diantara alasannya adalah sulit untuk berbuah bahkan tanaman mati sebelum berbuah, padahal jika kita mengetahui caranya dan dilakukan dengan benar, tabulampot rambutan dapat berbuah dengan lebat.

Perawatan tabulampot rambutan ini sebenarnya mudah, cukup pemupukan dan pengairan yang teratur, pohon rambutan akan tumbuh dengan optimal, sebelum memulai membudidayakannya ada baiknya untuk menyimak Cara Menanam Rambutan Dalam Pot berikut ini :

PEMILIHAN BIBIT

Untuk menanam rambutan dalam pot sebaiknya memilih rambutan binjai, hal ini karena rambutan binjai, merupakan jenis rambutan yang cepat berbuah dibandingkan dengan varietas yang lain. Selain lebih cepat berbuah, buah rambutan binjai memiliki rasa yang manis juga daging buahnya mudah ngelotok.

Pilih bibit rambutan yang berkualitas unggul, karena bibit merupakan hal  yang sangat menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Terdapat dua jenis bibit tanaman, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

Untuk budidaya tabulampot rambutan sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif dan telah berumur sekitar 8 bulan dengan ketinggian antara 60-75 cm. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah.

Pilihlah bibit yang kita tahu persis sifat-sifatnya, sehat, dan juga bebas dari hama dan penyakit tanaman. Untuk memastikannya biasanya bibit tersebut telah memiliki sertifikat dari komunitas atau lembaga terpercaya.

MENYIAPKAN TEMPAT TANAM/POT

Siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tanaman. Jika bibit tanaman masih berukuran kecil sebaiknya dimulai dari ukuran pot yang kecil. Sehingga apabila tanaman semakin besar pot bisa diganti, sekaligus sebagai penanda untuk meremajakan media tanam.

Karena jika bibit langsung ditanam pada pot berukuran besar, akar akan berkembang bebas dan cepat memenuhi pot, dan biasanya dalam waktu 2 tahun meskipun pot berukuran besar sudah dipenuhi dengan akar, berbeda jika penanaman dilakukan dari pot berukuran kecil terlebih dahulu, sehingga saat diperkirakan akar sudah penuh, pot bisa diganti dengan ukuran yang lebih besar lagi dan begitu seterusnya. Penggantian pot dilakukan setiap satu tahun atau melihat kondisi tanaman.

Selain itu tanaman yang masih kecil membutuhkan nutrisi yang lebih sedikit dari dalam media tanam, sehingga cukup jika penanaman dilakukan pada pot kecil, dan setelah tanaman tumbuh semakin besar maka kebutuhan nutrisinyapun akan lebih banyak sehingga penggantian pot dan media tanam dapat dilakukan secara berkala sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan serta ukuran tanaman.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan pot adalah pastikan bahwa pot tersebut memiliki lubang di dasar pot yang berfungsi mengalirkan sisa air setelah penyiraman agar akar tidak terendam.

Jenis pot bisa terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu. Pot dari berbahan tanah liat dan kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban dan temperatur media tanam lebih stabil. Namun kelemahannya bahan-bahan tersebut tidak tahan lama.

Wadah tabulampot yang baik harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah, jika pot yang anda miliki tidak memiliki kaki, gunakan batu-bata atau yang sejenisnya untuk mengganti kaki pot.

PERSIAPAN MEDIA TANAM

Syarat media tanam untuk tabulampot yaitu harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Media tanam yang sering digunakan antara lain campuran tanah gembur, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, kemudian aduk hingga merata. Dalam hal ini kompos bisa digantikan dengan pupuk kandang yang sudah difermentasi.

TAHAP PENANAMAN BIBIT

  • Sebelum memasukkan media tanam pada pot, letakkan pecahan genteng atau pecahan batu bata pada dasar pot, satu lapis saja. Bisa juga ditambahkan satu lapis ijuk atau sabut kelapa, tujuannya agar lubang bawah pot tidak mudah tersumbat sehingga drainase berjalan dengan baik, dan media tanam tidak mudah becek yang dapat menyebabkan akar menjadi busuk dan juga agar sirkulasi udara dalam pot dapat berlangsung dengan baik.
  • Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga 1/3 tinggi pot.
  • Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman.
  • Buka polybag bibit tanaman secara hati-hati agar media dalam polybag tidak pecah, untuk menghindari pecahnya media tanam dalam polybag saat polybag dibuka, kuncinya adalah jangan lakukan penyiraman sejak 2 hari sebelum pembukaan polybag.
  • Letakkan bibit tepat ditengah-tengah pot, atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang sama hingga pangkal batang, penimbunan maksimal 2-3 cm dari permukaan tanah polybag, jangan sampai lebih.
  • Padatkan perlahan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air hingga jenuh yang ditandai keluarnya air dari lubang bawah pot untuk mempertahankan kelembaban media tanam.
  • Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh untuk beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu atau bibit sudah menunjukkan pertumbuhan, letakkan tabulampot di tempat terbuka.

TAHAP PEMELIHARAAN

Perawatan penting pada tanaman rambutan adalah meliputi penyiraman, penggemburan, pemupukan, pemangkasan serta pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman dan penggemburan

Penyiraman sangat diperlukan terutama pada saat awal penanaman dan pada musim kemarau. Penyiraman dilakukan setiap hari pada sore hari, namun hindari penyiraman berlebihan hingga terjadi genangan air karena bisa merangsang timbulnya penyakit busuk akar, selain itu akan terjadi pemadatan media, jika itu terjadi lakukan penggemburan menggunakan sekop kecil atau sejenisnya, lakukan secara hati-hati jangan sampai merusak akar.

Pemupukan

Pada umur satu bulan setelah tanam berikan pupuk NPK mutiara dengan komposisi 25:7:7 yang diberikan secara kocor dengan konsentrasi 10g/liter air, dengan frekuensi pemberian 3 bulan sekali. Pemberian dilakukan dengan cara mengocorkannya pada perakaran tanaman. Volume pemupukan 1-3 liter atau disesuaikan dengan ukuran tanaman.

Pada umur 3 bulan, berikan pupuk mutiara dengan komposisi 16:16:16 dengan konsentrasi 10g/liter air, dengan frekuensi pemberian 3 bulan sekali. Pemberian dilakukan dengan cara mengocorkannya pada perakaran tanaman.

Kemudian untuk pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali, penggunaannya untuk penanaman di pot sebanyak 5 kg per pot, sedangkan penanaman di lahan sebanyak 15-20 kg per pohon.

Pemangkasan

Pemangkasan bertujuan agar tanaman tampak pendek serta cabang dan juga pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan pertama kali dilakukan saat tanaman berumur kurang dari satu tahun atau tinggi batang sekitar 60-70 cm dari permukaan pot.

Cara pemangkasannya yaitu dengan memilih dan memelihara 3 cabang primer. Jika panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Selanjutnya pilih hanya 3 cabang sekunder per cabang primer. Setelah itu pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier dan pilih hanya 3 cabang tersier, ketiga cabang tersier tersebut akan mengalami pembungaan dan pembuahan. Pemangkasan berikutnya dilakukan setelah pemanenan buah.

Pengendalian hama dan penyakit

  1. Hama ulat penggerek buah, gejala serangannya adalah buah rambutan muda rontok, jika dibelah di dalam daging buah terdapat larva atau belatung yang berwarna hitam kecoklatan. Pengendaliannya yaitu dengan menyemprot pentil buah dengan menggunakan insektisida nabati maupun kimia, jika perlu penyemprotannya dapat diulang 3 kali dengan interval 10 hari sekali.
  2. Penyakit tepung, penyebabnya adalah cendawan oidium nephelii, gejala serangannya adalah bunga rambutan berwarna putih, jika serangannya berat bunga gagal menjadi buah, pengendaliannya dapat dilakukan dengan insektisida nabati maupun kimia dengan konsentrasinya 2 gram/liter air

TIPS MENGATASI TABULAMPOT RAMBUTAN MOGOK BERBUAH

Mogok berbuah merupakan keluhan yang sering muncul ketika rambutan ditanam dalam pot, bahkan dalam kasus lainnya hanya berbuah satu kali dan setelah itu macet, pada hal perawatannya sudah dilakukan dengan baik termasuk penyiraman serta pemupukan. Jika menghadapi problem seperti ini jangan lantas putus asa karena tanaman masih bisa direkayasa, caranya keluarkan tanaman dari pot, amati kondisi fisiknya kemudian pangkas sebagian daunnya, setelah itu tanam langsung di tanah, sementara itu siapkan juga media tanam yang baru, jika sudah tampak tunas-tunas baru, pindahkan tanaman ke pot kembali.

Demikian ulasan lengkap mengenai Cara Menanam Rambutan Dalam Pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Taman Inspirasi