Proses budidaya tanaman padi diawali dengan penyemaian benih untuk mendapatkan bibit padi yang siap ditanam. Penyemaian benih padi sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan akan tetapi meskipun demikian proses persemaian ini memerlukan ketelatenan agar bibit yang dihasilkan dapat tumbuh dengan baik dan optimal.

Untuk mengetahui cara menyemai benih padi silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

PERSIAPAN BENIH

Dalam budidaya tanaman padi, benih merupakan faktor penentu keberhasilan serta peningkatan hasil produksi pada tanaman padi.

Maka dari itu pilihlah benih padi berkualitas unggul, karena benih berkualitas unggul memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap serangan hama penyakit sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Benih padi berkualitas unggul saat ini cukup mudah ditemui di toko-toko pertanian seperti SentraTani.com.

Sebelum dilakukan penyemaian, terlebih dahulu lakukan seleksi pada benih untuk mendapatkan benih yang bernas.

PENGOLAHAN LAHAN PERSEMAIAN

Terlebih dahulu tentukan lahan yang akan dijadikan tempat penyemaian. Gemburkan lahan dengan cara dicangkul atau dibajak. Tambahkan bahan organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang, serbuk gergaji atau bisa juga menggunakan sekam padi yang telah lapuk. Tujuan pemberian bahan organik ini adalah untuk menambah unsur hara, menjaga kegemburan tanah sehingga nantinya akan memudahkan dalam pencabutan bibit padi.

Buat bedengan dengan ukuran lebar 1,2-1,5 m sedangkan panjangnya menyesuaikan dengan kondisi lahan, ratakan permukaan bedengan. Buat saluran pembuangan air atau drainase yang baik diantara bedengan untuk memudahkan tata kelola air.

Bedengan tempat penyemaian harus kering, jika terdapat air harus dikeringkan terlebih dahulu karena jika dibiarkan dalam keadaan basah dapat mengakibatkan busuknya benih dan gagal tumbuh. Selain itu bedengan tempat penyemaian juga harus terbebas dari keong mas.

PENABURAN BENIH DAN PERAWATAN

Setelah bedengan penyemaian siap, lakukan penaburan benih padi pada bedengan dalam kondisi kering secara merata dan jangan terlalu rapat, agar bibit dapat tumbuh secara optimal

Kondisi bedengan yang kering ini perlu dipertahankan hingga umur benih kurang lebih 7 hari, jika tergenang harus segera dikuras hingga kering. Perlakuan ini bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan serta perkembangan bibit padi yang baik.

Pada umur 3 hari benih yang ditebar sudah mulai tumbuh helaian daun yang pertama dan ke 2. Pada umur 7-10 hari jika pertumbuhan bibit kurang baik dengan ciri-ciri batang bibit yang mengecil, pertumbuhannya pendek serta daun yang menguning, dapat diberi pupuk urea sebanyak 2 kg untuk persemaian benih sebanyak 25 kg.

Untuk menghindari serangan hama tikus pagari sekeliling persemaian padi menggunakan plastik.

Bibit padi hasil persemaian benih sudah siap dicabut untuk ditanam setelah berumur 15-21 hari dengan menanam 2-3 batang untuk setiap rumpun.

Demikian ulasan mengenai cara menyemai benih padi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih padi ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Agoes Farming