Kutu kebul (Bemisia tabaci) menyerang tanaman apa saja seperti tanaman palawija, sayuran dan buah-buahan, biasanya hama ini berdiam dibalik daun atau dibagian bawah daun. Kutu kebul dewasa atau imago mempunyai ukuran tubuh antara 1 – 1,5 mm, berwarna putih, dan mempunyai sayap yang ditutupi lapisan lilin bertepung putih.

Kutu kebul termasuk hama utama penting bagi berbagai tanaman sayuran di Indonesia, seperti tanaman terong misalnya.

Proses makan kutu kebul yaitu dengan menghisap cairan daun, merupakan proses yang sangat berbahaya bagi tanaman karena dapat bertindak sebagai vektor virus, yaitu virus gemini atau virus kuning. Kutu kebul yang telah menghisap cairan pada daun tanaman yang terjangkit virus gemini, kemudian hinggap pada tanaman lain yang sehat dan menghisap cairan dari tanaman tersebut, disitulah terjadinya proses penularan atau penyebaran virus. Virus ini akan terbawa ke seluruh jaringan tanaman dan membelah diri sambil menyerang klorofil tanaman terong.  

Kutu kebul menularkan virus gemini secara persisten yaitu sekali makan pada tanaman yang mengandung virus, selamanya sampai mati dapat menularkkan virus tersebut.

Tanaman terong yang terserang virus ini daun dan batangnya akan terlihat menguning. Kemampuan fotosintesis tanaman terong yang terserang akan menurun. Hal ini akan berdampak pada menurunnya produktivitas tanaman terong dimana jumlah buah akan menurun dan banyak bunga dan buah yang rontok.

Maka dari itu keberadaan kutu kebul harus segera dikendalikan, karena dengan pengendalian secara tepat dapat mengurangi risiko gagal panen.

Untuk mengetahui Cara Mengatasi Kutu Kebul Pada Tanaman Terong, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Untuk mengatasi kutu kebul diantara caranya adalah dengan mengaplikasikan insektisida. Insektisida yang digunakan jangan hanya 1 atau 2 bahan aktif saja akan tetapi minimal menggunakan 3 bahan aktif, karena sifat kutu kebul ini sangat mudah untuk kebal terhadap pestisida.

Diantara jenis bahan aktif pestisida yang dapat digunakan untuk mengatasi kutu kebul adalah monosultrap, metomil dan imidakloprid, dan agar penggunaannya lebih efektif tambahkan pula perekat pestisida. Pestisida dengan bahan aktif tersebut dapat digunakan untuk pencegahan ataupun penanganan kutu kebul.

Jika penggunaan pestisida tersebut diatas tidak mempan, maka dapat digunakan pestisida dengan bahan aktif yang berbeda, yaitu insektisida dengan bahan aktif klorfenapir, penggunaannya tidak menggunakan perekat melainkan menggunakan sabun cair pencuci piring (2-3 sendok makan per tangki). Insektisida berbahan aktif klorfenapir ini dikenal cukup ampuh untuk mengatasi kutu kebul.

Jika kutu kebul telah teratasi dengan menggunakan insektisida berbahan aktif klorfenapir, penyemprotan kembali menggunakan 3 bahan aktif yang digunakan sebelumnya untuk menghindari kekebalan pada hama, atau bisa dikatakan dengan rotasi pestisida.

Dan untuk dosis penggunaan pestisida, sesuaikan saja dengan dosis yang tertera pada label kemasan dan dimulai dari dosis terendah. Dan perlu diperhatikan dalam penggunaan sabun cair pencuci piring untuk campuran pestisida harus dilakukan dengan tepat, yaitu jika memang tidak diperlukan jangan sering digunakan karena sabun cair tersebut mengandung soda api yang bersifat panas dan dikhawatirkan berakibat buruk pada bunga yaitu menyebabkan kerontokan.

Sedangkan waktu penyemprotannya adalah pada pagi hari sebelum embun kering, karena pada saat itu sayap kutu kebul masih basah, sehingga mudah terkena cairan pestisida.

Adapun interval penyemprotannya yaitu jika serangan kutu kebul telah melebihi ambang batas, maka penyemprotan dilakukan setiap hari, dan jika sudah teratasi, penyemprotan dilakukan 3, 5 atau 7 hari sekali.

Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Kutu Kebul Pada Tanaman Terong, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pestisida, benih terong ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Anak Petani