Cara Mengatasi Kutu Kebul Pada Tanaman Cabe

Kutu kebul (Bemisia tabaci) menyerang tanaman apa saja seperti tanaman palawija, sayuran dan buah-buahan, biasanya hama ini berdiam dibalik daun atau dibagian bawah daun. Kutu kebul dewasa atau imago mempunyai ukuran tubuh antara 1 – 1,5 mm, berwarna putih, dan mempunyai sayap yang ditutupi lapisan lilin bertepung putih.

Kutu kebul termasuk hama utama penting bagi berbagai tanaman sayuran di Indonesia, seperti tanaman cabe misalnya.

 

Serangan Kutu Kebul

Proses makan kutu kebul yaitu dengan menghisap cairan daun, merupakan proses yang sangat berbahaya bagi tanaman karena dapat bertindak sebagai vektor virus, yaitu virus gemini atau virus kuning. Kutu kebul yang telah menghisap cairan pada daun tanaman yang terjangkit virus gemini, kemudian hinggap pada tanaman lain yang sehat dan menghisap cairan dari tanaman tersebut, disitulah terjadinya proses penularan atau penyebaran virus. Virus ini akan terbawa ke seluruh jaringan tanaman dan membelah diri sambil menyerang klorofil tanaman cabe.  

Kutu kebul menularkan virus gemini secara persisten yaitu sekali makan pada tanaman yang mengandung virus, selamanya sampai mati dapat menularkan virus tersebut.

Gejala pada cabe (capcisum annuum) pertama kali muncul pada daun muda/pucuk berupa bercak kuning di sekitar tulang daun, kemudian berkembang menjadi urat daun berwarna kuning (vein clearing), cekung dan mengkerut dengan warna mosaik ringan atau kuning. (Balitsa, 2008)

Gejala berlanjut hingga hampir seluruh daun muda atau pucuk berwarna kuning cerah, dan ada pula yang berwarna kuning bercampur dengan hijau, daun cekung dan mengkerut berukuran lebih kecil dan lebih tebal. (Balitsa, 2008)

Akibat dari gejala serangan di atas sudah pasti proses fotosintesis pada tanaman menjadi tidak normal (karena daun mengalami klorosis) sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. Akhirnya tanaman menjadi kerdil dan tidak produktif sama sekali.

Maka dari itu keberadaan kutu kebul harus segera dikendalikan, karena dengan pengendalian secara tepat dapat mengurangi risiko gagal panen.

 

Berikut 4 lagnkah Untuk Mengatasi Kutu Kebul Pada Tanaman Cabe

Untuk mengetahui Cara Mengatasi Kutu Kebul Pada Tanaman Cabe, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Related Post

Langkah 1

Pangkas daun yang sudah terinfeksi kutu parah – daun dikubur atau dibakar.

Langkah 2

Lakukan pembersihan lahan, dan penggemburan tanah

Langkah 3

Untuk mengatasi kutu kebul diantara caranya adalah dengan mengaplikasikan insektisida. Insektisida yang digunakan jangan hanya 1 bahan aktif saja, paling tidak 2 bahan aktif yang diaplikasikan secara bergantian karena sifat kutu kebul ini sangat mudah untuk kebal terhadap pestisida.

Diantara jenis bahan aktif insektisida yang dapat digunakan untuk mengatasi kutu kebul adalah metomil seperti merek dagang Dupont Lannate 25WP dan Abamektin seperti merek dagang Besgrimex atau lainnya, dan agar penggunaannya lebih efektif tambahkan pula perekat pestisida.

Dan untuk dosis penggunaan pestisida, sesuaikan saja dengan dosis yang tertera pada label kemasan dan dimulai dari dosis terendah.

Sedangkan waktu penyemprotannya adalah pada pagi pukul 7-9 atau sore hari pukul 4-6, akan tetapi penyemprotan yang baik yaitu pada pagi hari sebelum embun kering, karena pada saat itu sayap kutu kebul masih basah, sehingga mudah terkena cairan pestisida. Adapun interval penyemprotannya dilakukan 3, 5 atau 7 hari sekali.

Penyemprotan dilakukan secara merata dan dimulai dari bagian bawah daun, karena kutu kebul biasanya berada dibawah daun.

Langkah 4

Segera berikan pupuk NPK dan Urea, untuk mengembalikan kondisi tanaman.

Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Kutu Kebul Pada Tanaman Cabe, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli insektisida, benih cabe ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.