Dalam budidaya kakao banyak hal penting yang harus diperhatikan agar tanaman kakao yang ditanam dapat tumbuh berkembang dan berproduksi optimal sesuai keinginan. Diantara hal penting tersebut adalah pengaturan jarak tanam.

Untuk mengetahui Cara Menentukan Jarak Tanam Kakao, silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Dalam menentukan jarak tanam kakao ini yang menjadi bahan pertimbangan adalah bentuk tajuk dari tanaman kakao itu sendiri, apakah ke atas atau melebar ke samping. Seperti misalnya menanam kakao klon Sulawesi 2 dimana tanaman kakao klon ini memiliki tajuk yang agak ke atas maka jarak tanamnya adalah 4×3 atau 3 meter jarak dalam barisan dan 4 meter jarak antar barisan. Sedangkan jika menanam kakao yang memiliki tajuk melebar ke samping seperti MCC 02 maka jarak yang disarankan adalah 4×4 meter atau minimal 3,5×3,5 meter.

Jarak tanam kakao tersebut di atas adalah jarak tanam ideal yang disarankan dan sudah diterapkan oleh petani kakao. Lalu bagaimana dengan jarak tanam yang lebih rapat seperti 3×3 meter atau di atas 4×4 meter?

Penanaman kakao dengan jarak yang rapat menurut pengalaman petani kakao di lapangan misalnya dengan jarak 3×3 meter sebenarnya tidak ada kendala yang berarti dan produksi tanaman stabil ketika usia tanaman masih muda di bawah usia 5 tahun. Namun ketika usia tanaman sudah di atas 5 tahun dan tajuk tanaman mulai bersentuhan dan tumpang tindih maka kebun kakao cenderung sering lembab terutama di musim hujan, dimana kondisi kebun yang lembab ini berakibat tanaman kakao rentan terkena busuk buah. Selain itu dalam kondisi kebun yang lembab, hama penyakit berkembang lebih cepat dan tanaman kakao lebih rentan terserang hama PBK (penggerek buah kakao) dan helopeltis sp. (penghisap buah kakao).

Dan untuk mengurangi kelembaban pada kebun kakao dengan jarak penanaman rapat maka harus dilakukan pemangkasan berat dengan harapan agar sinar matahari dapat menjangkau dan merata di areal kebun. Akan tetapi pemangkasan berat dapat berakibat tanaman kakao menjadi stres dan membutuhkan waktu untuk pemulihan.

Kesimpulannya adalah bahwa penanaman kakao dengan jarak yang rapat memiliki kendala-kendala tersendiri yang muncul. Sebenarnya penanaman kakao dengan jarak yang rapat memungkinkan untuk dilakukan akan tetapi harus dibarengi dengan pemeliharaan yang sangat intensif, namun meskipun demikian penanaman kakao dengan jarak yang rapat tidak direkomendasikan.

Lantas bagaimana jika menanam kakao dengan jarak yang lebar atau diatas 4×4 meter?

Penanaman dengan jarak yang lebar misalnya 4×5 meter atau 5×5 meter akan menyebabkan pokok tanaman yang ditanam dalam satu lahan menjadi lebih sedikit karena lahan tidak terpakai secara optimal yang mana hal tersebut berimbas pada hasil produksi buah kakao.

Maka dari itu dalam budidaya tanaman kakao gunakanlah jarak tanam yang direkomendasikan yaitu 4×3 m, 3,5×3,5 m atau 4×4 meter dengan menyesuaikan jenis atau klon kakao yang ditanam agar tanaman kakao yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal sesuai harapan.

Demikian ulasan mengenai cara menentukan jarak tanam kakao, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih kakao ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube LANDUH