Kakao atau Theobroma cacao L merupakan tanaman buah yang digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan coklat. Kakao atau sering disebut cocoa adalah tanaman yang dapat tumbuh baik di lahan yang kurang subur maupun dengan tingkat kesuburan yang tinggi. Dengan tingkat adaptasi yang baik, sehingga peluang hidupnya juga sangat besar.

Kakao juga merupakan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman ini termasuk golongan tumbuhan tropis yang cocok dengan kultur tanah dan iklim di Indonesia. Bahkan Indonesia adalah penghasil kakao terbesar ketiga di dunia dengan kontribusi sebesar 13% dari kebutuhan dunia. Hal tersebut didukung karena lokasi geografis Indonesia yang sangat cocok untuk budidaya kakao.  Maka dari itu sangat tidak heran petani di Indonesia sangat banyak yang membudidayakan kakao.

Jika anda juga tertarik untuk membudidayakannya, alangkah baiknya untuk terlebih dahulu mengetahui cara menanam kakao yang akan kami ulas penjelasannya berikut ini.

PERSIAPAN BIBIT

Langkah awal dalam budidaya kakao adalah mempersiapkan bibitnya. Bibit tanaman merupakan salah satu hal yang sangat menentukan keberhasilan budidayanya. Terdapat dua jenis bibit tanaman kakao, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk.

Akan tetapi sebaiknya gunakanlah bibit hasil perbanyakan vegetatif, karena bibit hasil vegetatif sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah. Berbeda dengan bibit yang ditanam langsung dari biji, selain karena sifatnya yang dapat menyimpang dari tanaman induknya waktu berbuah juga akan lebih lama jika dibandingkan dengan bibit hasil perbanyakan vegetatif.

Bibit kakao dari penanaman biji/generatif biasanya tidak ditanam langsung melainkan digunakan sebagai batang bawah dalam penyambungan seperti sambung pucuk misalnya.

PERSIAPAN LUBANG TANAM

Lubang tanam merupakan tempat dimana akar bibit tanaman yang masih baru akan memperoleh unsur hara, dengan kata lain lubang tanam merupakan tumpuan hidup pada awal masa pertumbuhan bibit tanaman kakao di lahan. Oleh sebab itu pembuatan lubang tanam harus dipersiapkan dengan baik dan benar.

Gali tanah pada lahan dengan ukuran panjang dan lebar 50 cm dan kedalaman 50 cm. Pada saat penggalian pisahkan tanah galian ¾ bagian atas dan ¼ bagian bawah.

Tanah galian 3/4 bagian atas dicampur dengan pupuk dasar berupa pupuk organik seperti pupuk kandang yang telah matang/ telah difermentasi dengan perbandingan 1:1.

Setelah dicampur hingga merata, masukkan kembali pada lubang tanam, siram media tanam dengan air secukupnya.

Diamkan hingga minimal 2 minggu dan lubang tanam siap ditanami bibit kakao.

Adapun ¼ tanah galian yang masih tersisa nantinya digunakan untuk penutup lapisan atas setelah dilakukan penanaman bibit, tujuannya untuk menutupi tanah agar tidak segera tumbuh rumput atau gulma, karena pada tanah galian 1/4 bagian bawah tidak terdapat biji-biji gulma dan akar-akar rumput sehingga lebih lama untuk tumbuh rumput dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit kakao.

TAHAP PENANAMAN

Buat kembali lubang tanam seukuran bibit yang akan ditanam. Letakkan bibit tepat di tengah-tengah lubang tanam, buka polybagnya, lakukan dengan hati-hati dan usahakan media tanam dalam polybag tidak pecah tujuannya adalah agar setelah ditanam tanaman tidak stres.

Atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang tersisa hingga pangkal batang. Buat gundukan pada pangkal batang tanaman agar lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar, tujuannya adalah agar pada saat musim hujan tidak terdapat genangan air di sekitar tanaman yang dapat menyebabkan busuknya akar.

Padatkan perlahan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.

Berikan naungan jika penanaman dilakukan di tempat terbuka seperti menggunakan pelepah beserta daun kelapa kering agar saat terik tanaman tidak stres, dan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.

Lakukan penyiraman rutin 2-3 hari sekali jika tidak ada hujan, atau menyesuaikan dengan kondisi lahan dan tanaman.

Demikian ulasan mengenai cara menanam kakao, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih kakao ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube LANDUH